Hard NewsHukum

20 Unit Alat Snorkeling Dicuri di Beras Basah, Korban Rugi Rp10 Juta

Alat snorkeling
Pelaku pencurian alat snorkeling di Beras Basah. (ist)

Akurasi.id, Bontang – Tindak pidana pencurian kembali terjadi di Bontang. Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bontang Selatan bersama anggota Sat Polair Polres Bontang berhasil menangkap pelaku pencuri alat snorkeling di Berbas Basah, Sabtu (27/6/20).

Baca juga :Dalam Kasus Perampokan di Jalan Ahmad Dahlan, Ada 7 Cincin Berlian dan 30 Gram Emas Ikut Raib

Kronologisnya, pemilik alat selam Ikbal mengecek peralatan snorkeling yang disimpannya di gudang peralatan selam di Beras Basah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, pada Sabtu lalu sekira pukul 13.30 Wita. Namun saat mengecek peralatan, dia menyadari alat selam yang biasa dia sewakan untuk pengunjung Beras Basah itu hilang.

“Merasa kehilangan alat snorkeling, korban lalu melaporkan ke Polsek Bontang Selatan,” kata Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena melalui Kapolsek Bontang Selatan AKP Hendro Wibowo, kepada Akurasi.id, Minggu (28/6/20).

Dijelaskan AKP Hendro, sebelumnya korban memiliki 29 unit alat selam. Kini hanya tersisa 9 unit saja. Disebutkan alat tersebut hilang secara bertahap. Dalam laporannya korban mengakui mengalami kerugian hingga Rp10 juta.

Menanggapi laporan tersebut, petugas kepolisan langsung memburu pelaku berdasarkan hasil keterangan pelapor dan saksi lainnya. Kata AKP Hendro, pihaknya mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki berinisial RU menjual 2 unit alat snorkeling di kawasan Tihi-tihi.

Pada hari itu juga, sekira pukul 23.00 Wita, tim bergerak menangkap pelaku yang dicurigai. AKP Hendro menuturkan pelaku yang berprofesi sebagai nelayan tersebut ditangkap di kediamannya Jalan Soetoyo RT 53, Kelurahan Berebas Tengah, Bontang Selatan.

“Pelaku RU berhasil kami amankan beserta barang bukti 5 unit alat selam milik korban,” terangnya.

Dalam keterangan pelaku, kata AKP Hendro, pelaku mencuri alat snorkeling tersebut pada malam hari di Beras Basah. Kemudian, hasil curiannya itu dijual seharga Rp500 ribu per unit. Oleh sebab itu, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Saya harap adanya kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close