Hard NewsHeadline

3 Remaja Perempuan dan 10 Remaja Pria Diciduk Saat Asik Pesta Narkoba

Aman Bukti 3 Poket Sabu, Polres Samarinda Sudah Kantongi Penyuplai Barang

3 remaja perempuan dan 10 remaja
Puluhan remaja diamankan jajaran Satsamapta Polres Samarinda di sebuah indekos karena kedapatan sedang pesta sabu. (Dok Polresta Samarinda)

Akurasi.id, Samarinda – Sebanyak 13 remaja di bawah umur yang terdiri dari 10 remaja laki-laki dan 3 remaja perempuan diamankan jajaran Satsamapta Polres Samarinda, Sabtu (30/5/20) lalu. Mereka diciduk di salah satu indekos di Jalan Rukun, Kelurahan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, karena kedapatan sedang asik pesta  sabu di tengah wabah pandemi Covid-19.

baca juga: THM di Samarinda Batal Buka, Pemerintah Masih Kaji Peraturan dan Persyaratan Beroprasi

Terbongkarnya pesta barang haram dari anak-anak yang masih bau kencur itu, setelah dilaporkan warga setempat yang merasa resah dengan berbagai kenalakan dari para remaja tersebut. Atas informasi itu, aparat berwajib langsung mendatangi indekos dimkasud untuk mengecek kebenarannya.

Alhasil, setibanya di lokasi dimaksud, aparat keamanan menemukan barang bukti berupa alat bukti isap sabu yaitu pipet kaca, sedotan, dan tutup botol serta gelas. Atas temuan tersebut 13 remaja itu langsung digelandang ke Mako Polres Samarinda guna proses lebih lanjut.

Kasat Reskoba Polres Samarinda, Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo mengatakan, pihaknya langsung melakukan pendataan terhadap para remaja, kemudian saat dilakukan tes urine dari 13 remaja itu, 10 orang di antaranya positif sabu, yang semuanya adalah laki-laki.

Sedangkan tiga remaja perempuan yang juga diamankan tak terbukti positif menggunakan narkotika. “Kami hanya berikan pembinaan dan memanggil orangtua mereka, kemudian membuat surat pernyataan. Dan mereka dikenakan wajib lapor seminggu dua kali,” ujarnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Jika nantinya ke-10 remaja yang positif menggunakan narkotika itu kembali berulah, maka polisi akan memberlakukan tindakan yang lebih tegas, yakni pemberlakuan asasmen atau rehabilitasi dan proses lanjutan hukumnya.

“Kalau saat ini ya masih kami serahkan ke orangtua mereka untuk diberikan peringatan dan pembinaan,” sambungnya.

Setelah ini, lanjut Sigit, pihaknya melakukan penyelidikan asal dari mana para remaja ini memperoleh barang haram tersebut. “Ya, kami sudah kantongi namanya dan mereka ini beli 3 poket seharga Rp100 ribu per poketnya,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close