HeadlineIsu Terkini

40 Titik Jalan Poros Ranpul Kutim Rusak Parah, Pemerintah Abaikan Keselamatan Pengendara

40 Titik Jalan Poros Ranpul Kutim Rusak Parah, Pemerintah Abaikan Keselamatan Pengendara
Wakil Ketua DPD RI Mahyudin tampak meninjau kerusakan Jalan Poros Sangatta-Ranpul di Kabupaten Kutim, Selasa (15/9/2020 lalu. (Redaksi Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dibutuhkan nyali besar dan ekstra kehati-hatian jika ingin melintas di Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung (Ranpul), Kutai Timur (Kutim). Dari hari ke hari, kondisi jalan tersebut semakin rusak parah. Bahkan acap kali membahayakan nyala pengendara, terutama para pengendara motor.

Baca juga:Singkap Proyek Disdik Kutim Diduga Penuh Kejanggalan, Wakil Ketua DPD RI Mahyudin Berencana Bersurat ke Kejaksaan

Jika memasuki musim hujan, jalan menjadi sangat licin, karena di hampir semua sisi badan jalan telah terkelupas dan berganti jadi jalan tanah. Akibatnya jalan menjadi berlumpur. Kemudian ada puluhan titik jalan dengan lubang yang menganga.

Sebaliknya, jika musim kemarau, jalan tidak ubahnya menjadi lautan debu. Bagi pengendara motor yang berpapasan dengan mobil, maka wajib menurunkan kecepatan bahkan harus berhenti sejak jika tidak ingin terjatuh akibat tebalnya debu dari kendaraan yang melintas.

Perihal hal itu, Wakil Ketua DPD RI Mahyunadi secara khusus melakukan peninjauan kondisi kerusakan jalan tersebut pada Selasa (15/9/2020) lalu. Dia merasa cukup prihatin dengan ketiadaan perawatan jalan tersebut dari pemerintah setempat.

“Dari peninjauan saya di lapangan, saya menghitung-hitung ada lebih dari 40 titik Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung yang kondisinya rusak parah, yang membutuhkan perbaikan segera dari pemerintah,” katanya.

Pembangunan dan perbaikan Jalan Poros Sangatta-Ranpul menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Jalan tersebut diketahui dibangun dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim, karena masuk dalam jalan penghubung antar kecamatan.

“Saya kira, kerusakan jalan ini harus segera diperbaiki, (karena jika terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan memakan korban nantinya),” imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat bupati Kutim itu menilai, ketiadaan dari perbaikan jalan itu adalah wujud kelalaian dari pemerintah setempat. Karena setelah sekian tahun dibangun, pemerintah setempat hampir tidak pernah melakukan perawatan.

“Saya kira ini kelalaian dari Pemerintah Kutim, karena setelah sekian tahun tidak melakukan perawatan. Dan itu menjadi tanggung jawab APBD Kutim,” sebutnya.

Dia berujar, bisa jadi ketiadaan perbaikan dari pemerintah terhadap kerusakan jalan itu adalah imbas dari berbagai praktik korupsi yang dilakukan pemerintah setempat. Salah satunya yakni dengan diobrak-abriknya Kutim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mungkin dananya habis digunakan untuk proyek PL (penunjukan langsung). Padahal Jalan Sangatta-Rantau Pulung ini sangat penting, karena itu dibutuhkan masyarakat, agar kegiatan ekonomi semakin lancar dan meningkat,” katanya.

Dia menambahkan, berbagai persoalan seperti itu tidak boleh ada lagi ke depannya. Dia juga memastikan, jika nantinya Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi-Kinsu memenangkan Pilkada Kutim 2020, maka dia akan langsung meminta agar Jalan Poros Sangatta-Ranpul langsung dibenahi.

“Saya kira, kalau MaKin (Mahyunadi-Kinsu) terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kutim, akses Sangatta-Rantau Pulung harus lancar, sehingga perekonomian masyarakat bisa semakin baik menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera,” ucapnya yakin. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks