HeadlineIsu Terkini

Ada Prostitusi Terselubung di Kawasan KPC?

Ada Prostitusi Terselubung di Kawasan KPC?
Didi Herdiansyah (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Bisnis “esek-esek” kerap muncul di wilayah yang berdekatan dengan perusahaan. Tak dapat dimungkiri, setiap ada permintaan pastilah diikuti penawaran. Perempuan malam yang berani menjajakan diri kepada para buruh karena ia melihat terdapat permintaan dari laki-laki yang ingin menyalurkan birahi seksual.

Hal itu pula yang diduga terjadi di kawasan perusahaan batu bara ternama di Kutai Timur (Kutim), PT Kaltim Prima Coal (KPC). Warga menduga bisnis haram tersebut telah lama beroperasi di kawasan itu.

Karyawan asing dan buruh kapal disebut-sebut sebagai aktor yang kerap menjalankan usaha prostitusi terselubung ini. Rumor itu memunculkan kekhawatiran dari warga karena praktik tersebut dapat membawa penyakit di lingkungan setempat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kutai Timur (Kutim), Didi Herdiansyah mengaku, pihaknya akan menggelar operasi makro dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Kutim dan manajemen PT KPC. “Karena kita tidak bisa menjustifikasi kalau tidak ada realitanya,” kata Didi belum lama ini.

Dia tidak pula memegang dokumen perizinan dugaan prostitusi terselubung tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kawasan itu nyaris tak dapat dijangkau publik. Sebab statusnya tergolong kawasan terbatas dengan akses masuk yang sangat sulit.

Karenanya, demi memastikan informasi yang diterimanya dari masyarakat setempat, Didi akan memeriksa kawasan yang diduga digunakan sebagai lokasi prostitusi tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami akan ke sana. Ada operasi besar-besaran. Karena [dugaan prostitusi] itu tidak main-main,” tukasnya.

KPC Tepis Isu Prostitusi Terselubung

Manager External Relation PT KPC, Yordhen Ampung, menjawab rumor keberadaan prostitusi terselebung di kawasan Batu Putih, Tanjung Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim. Dikonfirmasi media ini, dengan tegas dia membantah tudingan tersebut.

Menurut Yordhen, tuduhan itu tidak berdasar. Fakta di lapangan menunjukkan, tidak ada praktek prostitusi terselubung di kawasan tersebut. Hatta bar sekali pun tak pernah beroperasi di wilayah operasi PT KPC. “Silakan saja cek dan investigasi langsung ke lapangan,” tegasnya, Jum’at (28/6/19).

Dia menyebut, wilayah Tanjung Bara dan Batu Putih tergolong perumahan yang sangat tertib. Minuman beralkohol, praktek prostitusi, bahkan merokok pun dilarang keras di area itu.

“Tuduhan prostitusi ini merupakah tuduhan yang kejam dan tidak berdasar. Dan melukai hati seluruh karyawan KPC dan kontraktornya,” tegas dia. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks