Hard News

Aliansi Solidaritas Pemuda Kaltim Cinta NKRI Kritik Kinerja Menteri BUMN Erick Thohir

Aliansi Solidaritas Pemuda Kaltim Cinta NKRI Kritik Kinerja Menteri BUMN Erick Thohir
Aliansi Solidaritas Pemuda Kaltim Cinta NKRI menyebar spanduk meminta Erick Thohir mundur. (ist)

Akurasi.id, Samarinda – Erick Thohir selaku Menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid-19 menuai kritikan.

Baca juga: Innalillahi!! Bupati Berau Muharram Meninggal dengan Positif Covid-19, Sempat Keluhkan Sesak Nafas

Aliansi Solidaritas Pemuda Kaltim Cinta NKRI serta 24 forum serta aliansi lain dari berbagai daerah di Indonesia mengkritik kegagalan Erick dalam mengemban amanah rakyat.

Menurut Daud Partogi, Koordinator Lapangan Solidaritas Pemuda Kaltim Cinta NKRI ini menyebut dalam kepemimpinannya sebagai Menteri BUMN RI dan jabatan lainnya, dianggap gagal dalam menjalankan tugas negara.

“Salah satunya adanya PHK kepada 4 ribu pekerja BUMN, adanya ratusan karyawan yang gajinya belum dibayar selama berbulan-bulan,” jelasnya.

Selain itu, Daud juga menilai di bawah kepemimpinannya, sejumlah BUMN mengalami kerugian. Diantaranya Pertamina rugi Rp11 triliun, laba Perusahaan Gas Negara (PGN) ambruk 87 persen, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia rugi Rp10 triliun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) rugi Rp1,3 trilyun, Antam, PLN, Angkasa Pura 1 dan 2, E-Commerce Blanja.com ditutup, dan masih banyak yang lainnya.

“Tidak hanya merugi, hutang BUMN juga bertambah dan bentuknya struktur jabatan yang tidak efisien dan boros seperti Staff Khusus Direksi bergaji Rp50 juta per bulan,” bebernya.

Penempatan ribuan direksi dan komisaris yang tidak transparan dengan penilaian kemampuan yang sangat subjektif serta beraroma koncoisme, bagi Daud juga memperparah kondisi BUMN serta membuat BUMN semakin tidak profesional.

Selain itu, lanjut Daud, setelah ditetapkan menjadi Ketua Pelaksana PEN dan Penanganan Covid-19 pada 20 Juli 2020, korban meninggal akibat Covid-19 berada di angka 9.444 orang dan yang tertular 240.687 orang atau naik 172 persen saat Erick Thohir pertama kali ditunjuk sebagai ketua pelaksana.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Bontang Minta Pemerintah Serius Tangani Dampak Flu Burung

“Di bidang ekonomi yang menjadi tanggung jawab Erick Thohir sebagai ketua Pelaksana PEN juga terlihat gagal total. Diprediksi dalam 10 hingga 20 hari ke depan Indonesia akan masuk dalam jurang resesi dengan pertumbuhan ekonomi dikisaran minus 7 persen,” terangnya.

Menurut Daud, upaya Presiden RI Jokowi untuk membangun negara dalam situasi Covid-19 ini menjadi sangat gaduh. Pasalnya, lanjutnya, Langkah-langkah Erick Thohir yang melanggar konstitusi, boros, tidak tepat sasaran serta pengisian posisi BUMN yang beraroma koncoisme.

Atas pertimbangan itu Aliansi Solidaritas Pemuda Kaltim Cinta NKRI dan 24 aliansi lainya meminta Erick Thohir segera mundur dari semua jabatannya yang dia pegang. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks