DPRD Bontang

Amir Tosina Pertanyakan Kelaikan Kapal Barang yang Melayani Penumpang Tujuan Mamuju

dprd bontang

kapal barang
Komisi III DPRD Bontang melakukan rapat kerja bersama Dishub membahas persoalan transportasi laut di daerah itu pada Senin (11/11/19). (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Keselamatan dan kenyamanan penumpang terhadap pelayanan transportasi laut yang masuk wilayah kerja Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang juga mendapatkan evaluasi dari para wakil rakyat di daerah itu. Salah satu komisi yang menyoroti itu yakni Komisi III DPRD Bontang.

Pada rapat koordinasi dan kerja yang dilakukan Komisi III DPRD dan Dishub Bontang pada Senin (11/11/19) lalu, persoalan pelayanan dan standar operasional perkapalan yang beroperasi di Pelabuhan Loktuan, Bontang Utara, banyak dikupas legislatif Kota Taman.

Baca Juga: Pertanyakan Rencana Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Loktuan, Agus Suhadi Minta Dishub Serius Menangani

Salah satu yang menaruh perhatian terhadap kualitas pelayanan transportasi laut itu yakni Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina. Politikus Partai Gerindra ini cukup menyayangkan kualitas kapal yang melayani rute Bontang tujuan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang tidak standar.

Menurutnya, dari laporan yang diterima maupun pengamatannya, kapal yang melayani rute Bontang-Mamuju sudah sangat tidak laik untuk penumpang. Lantaran, kondisi kapal yang tidak begitu terawat lagi. Di sisi lain, kapal tersebut sedianya hanya sebagai kapal barang, tetapi difungsikan menjadi kapal penumpang.

Sebelumnya, Amir Tosina diketahui banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang perlunya kapal yang laik untuk melayani rute Bontang-Mamuju. Atas dasar itu, dia lantas berkonsultasi ke berbagai stakeholder terkait untuk mencari tahu standar pelayanan transportasi laut.

“Kami menilai kapal tujuan Mamuju belum memenuhi standar. (Karena informasinya kapal itu adalah kapal barang yang dijadikan kapal penumpang),” sebut Amir pada pertemuan dengan Dishub Bontang.

Politisi Partai Gerindra itu meminta agar Dishub Bontang segera mencarikan solusi terkait persoalan tersebut. Sebab menurutnya, memang sangat tidak layak menjadikan kapal barang sebagai kapal penumpang.

Ketika bicara sisi keselamatan, perubahan fungsi kapal tidak dibenarkan. Selain itu, memfungsikan kapal barang sebagai alat transportasi laut bagi masyarakat juga cukup membahayakan.

“Masyarakat mengadu ke kami tentang tidak layaknya kapal yang beroperasi menuju Mamuju. Kapal itu seharusnya diperuntukkan untuk barang saja,” tuturnya.

Amir Tosina sendiri pada dasarnya cukup memaklumi mengapa masyarakat tetap memilih menggunakan kapal tersebut. Sebab, hingga dengan saat ini belum ada kapal lain yang melayani tujuan Mamuju.

“Iya, memang sampai saat ini masyarakat tidak punya pilihan lain selaun menggunakan kapal barang itu untuk menuju Mamuju,” ujarnya.

Kendati demikian, dia berharap agar Dishub Bontang segera mencarikan solusinya. Selain itu, Dishub juga dirasa perlu membuatkan aturan terkait standar keselamatan dan operasional yang beroperasi di Pelabuhan Loktuan.

“Semua bisa saja terjadi apabila dari sekarang prosedur keselamatan penumpang. Dishub saya kira harus fokus mencarikan solusi itu. Karena Dishub adalah salah satu instansi yang punya kewenangan di situ,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Bontang Kamilan mengatakan, terkait layak atau tidaknya kapal yang beroperasi di Pelabuhan Loktuan tidak masuk dalam kewenangan pihaknya. Menurut dia, yang memiliki kewenangan di bidang itu adalah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Semua kejadian mulai dari kecelakaan. Bahkan kapal tenggelam merupakan tanggung jawab KSOP,” sebutnya. (*)

Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks