Politik

Antisipasi Covid-19 di Masa Pencoblosan, KPU Kukar Akan Atur Waktu Kehadiran Pemilih

Antisipasi Covid-19 di Masa Pencoblosan, KPU Kukar Akan Atur Waktu Kehadiran Pemilih
Komisioner KPU Kukar Yuyun Nurhayati menyebut akan ada aturan waktu kehadiran pemilih pada masa pencoblosan Pilkada Kukar. (Istimewa)

Akurasi.id, Tenggarong – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 turut mendapatkan perhatian ekstra dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Apalagi di hari pelaksanaan pencoblosan biasanya akan mengundang banyak warga berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca juga: KPU Kukar Ingatkan Edi-Rendi Data Sumber Dana Kampanye, Sumbangan dari Parpol dan Swasta Maksimal Rp750 Juta

Terhadap hal itu, KPU Kukar sejak dini pun telah memikirkan hal itu. Sebagai antisipasi, KPU Kukar rencananya akan menerapkan pembatasan terhadap jumlah pemilih yang akan menyalurkan hak suaranya pada masa pencoblosan calon bupati dan wakil bupati Kukar pada 9 Desember 2020.

Komisioner KPU Kukar, Yuyun Nurhayati mengatakan, KPU RI telah menetapkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 tahun 2020 tentang Tahapan-Tahapan Pencoblosan dan Pemungutan Suara Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Nantinya dalam proses pencoblosan dan pemungutan surat suara, lanjut dia, ada aturan tertentu yang ditetapkan oleh KPU saat mendatangi TPS. Di antaranya, pengaturan jarak untuk pemilih di TPS. Dalam undangan, setiap pemilih akan ditentukan waktu kapan harus datang ke TPS, untuk menggunakan hak pilih suaranya pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Itu dilakukan, agar tidak ada antrean menumpuk di TPS (pada saat proses pencoblosan nantinya,” kata Yuyun.

Jika nantinya pemilih yang bersangkutan tidak sempat datang ke TPS pada waktu yang sudah disesuaikan di undangan, pemilih tersebut tetap dipersilahkan menyalurkan hak suaranya. “Karena ada alasan tertentu, pemilih juga diperbolehkan untuk menyalurkan hak pilihnya, selama waktu pencoblosan masih tersedia,” katanya.

Wanita berhijab ini mengigatkan kepada warga yang ingin mencoblos di TPS pada 9 Desember mendatang, wajib mengikuti protokol kesehatan. Jika panas suhu tubuh pemilih melebihi angka 37,3, maka nanti akan ada tempat khusus atau bilik suara bagi pemilih tersebut untuk menyalurkan hak suaranya.

Baca Juga  Matang Pilkada dengan Calon Tunggal, KPU Kukar “Berguru” ke KPU Kota Prabumulih

Sementara untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tambah Yuyun, wajib dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) selama menjalankan tugas, di antaranya memakai sarung tangan dan masker.  “Kemungkinan juga akan menggunakan pakaian hazmat,” sebutnya. (*/adv)

Penulis: Pewarta
Editor: Muhammad Aris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks