HeadlineIsu Terkini

Antisipasi Pasien Corona, RSUD Samarinda Dirikan Tenda Darurat, Berlakukan 3 Zonasi

tenda darurat
Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda, dr Arysia Andhina menunjukan lokasi batas jangkauan bagi pasien dan pengunjung. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Penyebaran virus corona yang semakin menghawatirkan di sejumlah daerah di Indonesia membuat Pemerintah  Kaltim turut mengambil langkah antisipasi. Tidak terkecuali RSUD AW Sjahranie Samarinda. Sebagai antipasi adanya pasien terduga corona, pihak rumah sakit mengambil langkah antisipasi dengan mulai mendirikan sejumlah tenda darurat di tempat tersebut.

baca juga: Cegah Wabah Corona, Pemerintah Kaltim Ikut Liburkan Sekolah, Pembelajaran Dialihkan ke Rumah

Untuk tahap awal, RSUD AW Sjahranie mendirikan satu unit tenda darurat dengan kapasitas 18 tempat tidur. Setidaknya akan ada 3-5 petugas kesehatan yang berjaga di tempat itu. Hal itu sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk penangulangan virus corona di daerah.

Ditemui awak media, Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda, dr Arysia Andhina mengatakan, saat ini tenda tersebut belum digunakan. Namun jika keadaan pasien terduga corona sudah mulai mendesak dan terjadi pembeludakan nantinya, maka tenda itu akan digunakan.

“Sesuai perintah presiden dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, kami telah membangun tenda darurut yang ditujukan bila terjadi pembeludakan pasien corona,” ucapnya.

Tenda tersebut nantinya akan berfungsi sebagai tempat isolasi pasien suspect corona apabila ruangan yang tersedia sudah tidak dapat lagi menampung pasien virus corona.

Selain mendirikan tenda darurat, pihak rumah sakit juga menerapkan peraturan batas pasien lain dan pengunjung rumah sakit dengan memberlakukan 3 zona, yaitu zona merah, kuning dan hijau.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Adapun batas zona merah yang berada di ruang tulip dan tenda darurat  berjarak 50 meter dari zona kuning. Zona kuning berjarak 150 meter dari zona hijau. Jadi jika pengunjung RSUD AW Sjahranie ingin melintasi daerah zona merah, diwajibkan mengunakan masker atau pelindung mulut,” tutur Arysia.

Sebagaimana diketahui, RSUD AW Sjahranie Samarinda sendiri merupakan rumah sakit rujukan nasional terhadap pasien virus corona yang ada di Kaltim saat ini.

Saat ini, pihak rumah sakit sedang berfokus kepada 3 pasien yang di curigai mengidap virus corona. Saat ini, para pasien tersebut sedang menjalani masa inkubasi selama 14 hari. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin



Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close