DPRD KaltimHeadlineIsu Terkini

Baharuddin Demmu, Syafruddin dan Sutomo Jabir Jadi Penjamin 2 Mahasiswa Ditahan Polres Samarinda

Baharuddin Demmu, Syafruddin dan Sutomo Jabir Jadi Penjamin 2 Mahasiswa Ditahan Polres Samarinda
Baharuddin Demmu, Syafruddin dan Sutomo Jabir menjadi penjamin penangguhan mahasiswa yang ditahan Polres Samarinda. (Samuel Gading/Akurasi)

Baharuddin Demmu, Syafruddin dan Sutomo Jabir Jadi Penjamin 2 Mahasiswa Ditahan Polres Samarinda. Apabila sampai sepekan ke depan tidak ada respons dari Polres Samarinda, DPRD Kaltim bahkan berencana menghadap langsung ke Polda Kaltim.

Akurasi.id, Samarinda – Kepedulian sejumlah anggota DPRD Kaltim untuk membebaskan 2 orang mahasiswa yang ditahan Polres Samarinda terkait aksis unjuk rasa belum lama ini sepertinya bukan sebatas pencintraan. Kamis (12/1//2020) kemarin, sebanyak 3 orang anggota DPRD Kaltim kembali menyambangi Polres Samarinda untuk mengurus jaminan penangguhan para mahasiswa tersebut.

Baca juga: Bebaskan 2 Mahasiswa Ditahan Polres Samarinda, 5 Dewan Kaltim Siap Jadi Jaminan Penangguhan

Ketiga orang anggota DPRD Kaltim itu yakni Sutomo Jabir selaku anggota dewan dari Fraksi PKB Baharuddin Demmu selaku ketua Fraksi PAN, dan Syafruddin selaku ketua Fraksi PKB. Ketiganya secara resmi menyerahkan berkas administrasi penangguhan penahanan kepada perwakilan pimpinan Polres Samarinda.

Kepada awak media, Syafruddin mengatakan, bahwa pihaknya belum bertemu Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dalam kesempatan itu. Namun demikian, pihaknya sudah menyerahkan berkas penangguhan tersebut kepada Kasatreskrim Polres Samarinda Kompol Yuliansyah dan Kabag Ops Kompol Andi Suryadi.

Pria yang karib disapa Udin ini juga menyampaikan, kalau kedatangan mereka sebagai anggota DPRD Kaltim di Polres Samarinda tidak bermaksud untuk mengintervensi proses hukum terhadap kedua mahasiswa yang ditahan. Namun kehadiran mereka untuk memberikan jaminan penangguhan itu karena rasa solidaritas dan kemanusiaan yang tinggi.

Menurutnya, kalau kedua mahasiswa tersebut wajib untuk dibela. Karena pada dasarnya apa yang mereka lakukan dalam hal ini aksi unjuk rasa adalah bentuk ekspresi mereka untuk menyuarakan hak-hak masalah, dalam hal ini menolak Undang-Undang Omnibuslaw atau Cipta Kerja.

“Sebagai senior juga dipergerakan, kami menjaminkan diri agar mereka bisa bebas dan menunaikan tugasnya sebagai mahasiswa dan menjadi abdi bagi negara,” ujar Udin.

Baca Juga  Belajar Tatap Muka Sekolah Dimulai 2021, Komisi IV DPRD Kaltim Ingatkan Tidak Jadi Kewajiban

Kedepannya, ia berharap bahwa Kapolres Samarinda bisa dengan segera merespons hal tersebut dengan cepat. Agar kedua mahasiswa yang kini ditahan dapat segera dibebaskan agar kembali bisa belajar di kampus mereka.

Namun jika dalam waktu kurun satu pekan ke depan masih belum ada respons, maka pihaknya akan mendatangi Polda Kaltim untuk mendorong pembebasan kedua mahasiswa tersebut. “Silaturahim, sekaligus membangun hubungan antara lembaga legislatif dan yudikatif,” pungkasnya. (*)

Penulis: Samuel Gading
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks