HeadlinePolitik

Basri: “99 Persen Saya Tidak Akan Berpasangan dengan Neni”

Ini Kriteria Pendamping Basri di Pilkada Bontang
Basri Rase (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Basri Rase secara terang-terangan menegaskan tidak akan berpasangan dengan Neni Moerniaeni di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Bontang. Pasangan yang tengah memimpin Bontang ini sepertinya akan pecah kongsi di pesta demokrasi tahun depan.

Meski dia mengaku keputusan politik kerap kali dinamis, tetapi Basri tak dapat menyembunyikan sikapnya dalam memilih pasangan di Pilwali Bontang. Ia menyebut, sikap itu muncul setelah Basri bermusyawarah dengan unsur pengurus dan pimpinan di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Saya orang partai. Jadi pasti ikut perintah partai. Ketika partai mengamanatkan saya maju, ya saya maju,” katanya belum lama ini.

Dia mengaku selama terpilih sebagai wakil walikota Bontang, ia kerap tak diberikan peran maksimal dalam kebijakan-kebijakan strategis daerah. Salah satunya saat mutasi pegawai di lingkungan Pemkot Bontang.

Begitu pula ketika pengangkatan direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ). “Soal tidak ada peranan sebagai wakil walikota, memang tidak ada. Tapi bukan [semata] karena itu,” bebernya.

Karena itu, atas pertimbangan yang matang di internal tim pemenangan dan instruksi dari pimpinan PKB, Basri akan mengambil pilihan politik yang berbeda dengan Neni.

“99 persen [saya] tidak mau [berpasangan dengan beliau]. Tinggal satu persen saja. Tergantung takdir Tuhan,” tegasnya.

Setelah dia mengambil formulir penjaringan bakal calon wali kota di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Bontang, dia membeberkan lima nama yang telah dikantongi timnya untuk dipilih salah satunya sebagai pendamping Basri di Pilwali Bontang.

Semua tokoh itu berasal dari Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Bontang. Berdasarkan komunikasi yang dibangun timnya sebulan lalu dengan tokoh Ikapakarti, Adi Darma, organisasi tersebut belum dapat bersikap. Karenanya, tim Basri belum memilih satu nama tersebut. “Pembahasan juga belum mengerucut. Masih menunggu kepastian,” ujar Ketua Tim 11, Suwartono.

Dia menegaskan, tahap akhir penentuan calon wakil walikota akan ditentukan setelah timnya mengadakan survei internal. Hanya saja survei itu belum dilaksanakan. Sebelum itu, tim tersebut akan terus menjalinan komunikasi yang intens dengan semua pihak. “Saya punya keyakinan, setiap pertemuan itu positif,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ayu Salsabila
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close