CorakIsu Terkini

Batik Kutim Siap Bersolek di Ajang IFW 2019

Batik Kutim Siap Bersolek di Ajang di IFW 2019
Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kutim Tirah Satriani memperlihatkan contoh kain batik tulis karya pebatik Kutim yang akan dipamerkan di IFW 2019. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta –  Umumnya batik hanya dikenal di pulau Jawa. Seiring perkembangan zaman, batik mulai berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya di Kutai Timur (Kutim). Batik hasil karya tangan-tangan dingin ini akan mewarnai ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 yang digelar akhir Maret mendatang.

Siapa sangka, kreativitas pengrajin batik kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) Maju Bersama Kutim dapat menyulap buah manggis dan kayu ulin menjadi batik dengan motif pakis, anggrek hitam, kelubut, wakaroros, burung enggang, burung mbui, dan beringin duduk.

Kepala Bidang (Kabid) Promosi Dinas Pariwisata Kutim, Tirah Satriani mengungkapkan, puluhan kain batik karya empat perajin batik khas Kutim akan didesain menjadi gaun unik yang melibatkan the rising star designer. Batik itu akan dipamerkan di ajang tingkat nasional tersebut.

“Sebuah kebanggaan bagi kami ikut memperkenalkan batik khas Kutim di ajang nasional Indonesia Fashion Week 2019. Karena bisa menjadi penarik wisatawan dalam (negeri) dan mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Kutai  Timur,” katanya kepada Akurasi.id, belum lama ini.

Batik Kutim Siap Bersolek di Ajang di IFW 2019
kain batik tulis karya pebatik Kutim yang akan dipamerkan di IFW 2019. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan produk yang akan ditampilkan di IFW 2019. Dinas Pariwisata telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mendukung kegiatan tersebut.

Sepekan terakhir dia sudah mengunjungi pengrajin batik Kutim. Baik di wilayah Sangatta maupun Kecamatan Rantau Pulung. Tujuannya untuk mengontrol kualitas persiapan produk yang akan ditampilkan di IFW 2019.

“Kami melibatkan empat pebatik di Kutim untuk menghimpun sekitar 10 kain batik tulis. Motif batik yang ditampilkan khas Kutim dan Kalimantan umumnya. Dipadu dengan pewarnaan yang menggunakan pewarna alam maupun sintetis. Sehingga kesan unik dan etnisnya tampak,” ujar Tirah.

Pebatik khas Kutim dari kelompok UPPK Maju Bersama, Juwita mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah bahan yang akan digunakan untuk memenuhi permintaan Dinas Pariwisata Kutim. Mulai kain, desain, pewarna, hingga pebatik telah dipersiapkan oleh kelompok pebatik lokal itu.

“Saat ini sudah ada dua kain yang dipilih untuk disertakan dalam IFW 2019. Namun, saya akan produksi lebih dari 10 kain dengan motif berbeda untuk dipilih. Jadi bisa dipilih yang terbaik,” ungkapnya.

Dia akan mempersembahkan batik tulis yang dikombinasi cap. Dengan motif Dayak Basap di Kutim. Salah satunya motif wakaroros atau akar jatuh.

“Kami juga sudah menyiapkan bahan baku berupa buah manggis dan kayu ulin sebagai pewarna alam. Kami menggunakan manggis dan ulin agar ada kekuatan natural yang ditampilkan,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (3 Reviews)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close