Lifestyle

Belly Wrapping Solusi Atasi Keluhan Hamil Besar

Belly Wrapping Solusi Atasi Keluhan Hamil Besar
Dita (kiri berdiri) saat menjadi narasumber belly wrapping pada kopdar Bontang Babywearers menunjukkan cara membebat kain. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Bertambahnya usia kehamilan tak jarang membuat ibu hamil mengalami berbagai keluhan. Di antaranya pegal di bagian pundak, punggung, pinggul, hingga nyeri di bagian perut. Penyebabnya, tubuh kelelahan menopang beban perut yang kian besar. Hal ini menghalangi ibu hamil beraktivitas.

Bagaimana mengatasinya? Belly wrapping merupakan cara aman untuk memberi dukungan ekstra pada perut ibu hamil dengan cara membebat perut menggunakan sehelai kain gendongan. Seperti kain berjenis jarik, ring sling, woven wrap, dan stretchy wrap. Tujuannya menyangga perut ibu hamil yang semakin membesar.

Dalam kegiatan kopi darat (kopdar) keenam pada yang diselenggarakan di Jalan Gelatik BTN-PKT Bontang, Ahad (14/7/19), Pengurus Bontang Babywearers Anindita Budhi membagi kiat belly wrapping ini.

Menurut Dita, penerapan metode belly wrapping tidak didasarkan usia kehamilan. Jika ibu merasa kurang nyaman dengan kehamilannya, makan metode tersebut bisa digunakan.

“Setiap orang pasti mengalami kehamilan berbeda-beda. Kalau saya usia kandungan lima bulan sudah besar banget dan mulai kurang nyaman. Di saat itu saya pakai belly wrapping,” ucap ibu dua anak ini.

Dita memberi contoh cara membebat perut dengan bermacam jenis kain gendongan. Salah satunya kain jarik. Mulanya dia menarik kain dari pundak ke pinggangnya. Lalu ia membuat simpul jangkar dan menarik sisi kain di pundaknya ke punggung. Kemudian kain yang sudah diikat tersebut ditarik sampai perut terbalut kain.

Rileks saja. Perutnya enggak perlu ditahan. Kain dikencangkan sesuai kenyamanan ibu hamil,” ucapnya.

Namun penggunaan kain jarik berbahan katun memiliki kekurangan. Jika kain jarik digunakan sembari beraktivitas, sedikit demi sedikit kain terasa longgar.

Berbeda dengan jenis kain berbahan melar seperti kain stretchy wrap. Kain tersebut dapat digunakan untuk menekan pundak. “Karena kainnya melar. Bisa dililit ke pundak seperti kita mau menggendong bayi dengan metode M shape,” bebernya.

Menurut Dita, belly wrapping memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Saat perut dibalut kain, ibu hamil akan merasakan perbedaannya. Selain rasa nyeri dan pegal berkurang, belly wrapping juga membantu tulang punggung tetap tegak. Pergerakan ibu hamil pun akan lebih seimbang.

“Sebenarnya banyak yang bilang [belly wrapping] itu cuma mitos. Tapi selama saya membebat perut, saya merasa nyaman,” ungkapnya.

Direkomendasikan Dokter Kandungan

Belly Wrapping Solusi Atasi Keluhan Hamil Besar
Fakhruzzabadi (Istimewa)

Dari segi medis, rupanya belly wrapping disarankan dokter kandungan. Dokter Kandungan RS Amalia Bontang Fakhruzzabadi membenarkan metode tersebut baik untuk ibu hamil di usia trimester ketiga kehamilan.

Dia menjelaskan, belly wrapping pregnancy bermanfaat untuk menopang perut dan tubuh ibu hamil.

“Manfaatnya dapat mengurangi keluhan saat kehamilan mulai membesar. Jadi membuat pergerakan ibu hamil lebih nyaman,” kata dokter yang biasa disapa Badi ini.

Dia menyarankan belly wrapping digunakan saat ibu hamil melakukan perjalanan jauh. Sebab saat menggunakan kendaraan, perut ibu hamil rentan terguncang.

Belly wrapping juga mempersiapkan posisi janin lebih pas untuk mempermudah kelahiran,” terangnya.

Namun Badi menyarankan agar ibu hamil tidak mengikat kain terlalu ketat saat membelit perut dengan kain. Dia khawatir ikatan yang terlalu kencang dapat mengakibatkan ibu hamil mengalami sesak napas.

“Jika ibu sesak napas, saya khawatir akan memengaruhi perkembangan janin,” pungkasnya.(*)

Penulis: Suci Surya Dewi

Editor: Ufqil Mubin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close