HeadlineHukum

Beragam Tanggapan Setelah KPK Menangkap Ketua Umum PPP Romarhurmuziy

Beragam Tanggapan Setelah KPK Menangkap Ketua Umum PPP Romarhurmuzy
Muhammad Romahurmuziy. (istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat (15/3/19) pagi, menimbulkan beragam komentar dari sejumlah tokoh nasional. Ada tokoh yang bersimpati. Tak sedikit pula yang “tepuk tangan” atas operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung di Surabaya Jawa Timur itu.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut Akurasi.id menghimpun beragam pendapat tersebut.

  1. Hanya Soal Waktu

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (KPK) Mahfud MD mengomentari penangkapak Ketua Umum PPP itu. Lewat akun twitternya, disertai sumber berita penangkapan pria yang karib disapa Romi itu, dia menyebut, “As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time. Terjemahannya, “Seperti yang sudah saya sampaikan di Hotel Darmawangsa: semua hanya soal waktu.”

Dia tidak menjelaskan maksud ucapan tersebut. Beragam spekulasi menyebut, kalimat itu menginsyaratkan bahwa mantan anggota DPR RI itu sudah mengetahui rekam jejak Romi. Sehingga penangkapan oleh KPK itu hanya soal waktu.

Beragam Tanggapan Setelah KPK Menangkap Ketua Umum PPP Romarhurmuzy
Mahfud MD (istimewa)

Di twit selanjutnya, Mahfud menjelaskan, KPK melaksanakan tugas dengan independen. “Tak bisa dihalangi atau disuruh oleh siapa pun untuk menangkap koruptor. Dari kubu mana pun ada wakilnya di tahanan KPK. Tak ada partai yang dianakemaskan atau dianaktirikan. Anda yang cinta kebaikan untuk masa depan negara layak mendukung KPK RI,” katanya.

  1. Tak Ingin Dikaitkan dengan Pilpres

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengatakan, penangkapan Romi tergolong masalah pribadi. Dia meminta semua pihak tidak mengaitkannya dengan pemilihan presiden (pilpres).

Kata dia, hal tersebut membuktikan pemerintah tidak mengintervensi kasus-kasus yang ditangani KPK. Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menegaskan, pemberantasan korupsi di era Jokowi dinilai semakin intens serta tidak ditentukan oleh afiliasasi politik. “Sehingga ada kejadian korupsi, langsung ditindak,” sebutnya.

  1. Sandiaga Tak Menyangka Romi Terlibat Kasus Korupsi

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, tidak menyangka politikus muda yang memimpin partai berlambang kakbah itu terlibat skandal korupsi. Pasalnya, selama ini Romi dikenal sebagai tokoh muda harapan bangsa. “Saya shock sekali. Saya kaget. Sangat prihatin,” ujar Sandiaga.

Dia sependapat dengan Ma’ruf Amin. Kasus tersebut tidak boleh dikaitkan dengan pilpres. “Jangan dilihat dalam konteks 17 April. Tapi lihatlah kebangsaan kita. Bahwa di pucuk pimpinan salah satu partai besar, partai yang dulu eksis dari sebelum reformasi, masih bisa terkena OTT seperti ini,” tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

  1. KPK Dipuji Pengamat
Beragam Tanggapan Setelah KPK Menangkap Ketua Umum PPP Romarhurmuzy
Herdiansyah Hamzah (istimewa)

Pengamat hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah mengatakan, langkah KPK menangkap Romi membuktikan lembaga antirasuah itu bekerja sesuai aturan.

“Angkat topi buat KPK. Ini baru penegakan hukum yang berjalan on the track. Momentum politik pemilu jangan sampai menginterupsi proses penegakan hukum. Tangkap aja yang perlu ditangkap. Periksa yang harus diperiksa. Mau dari pihak petahana atau oposisi, kelompok cebong atau kampret, ciduk semua,” ucapnya di facebook.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menganggap penangkapan Romi menjadi musibah bagi PPP. “Ya bagus itu KPK sudah tepat. Ini memang musibah buat Romi, buat PPP, musibah buat Jokowi ini,” ujarnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

4.3/5 (3 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close