HeadlineIndepth

Berakhirnya Polemik Penundaan Bonus Atlet Porprov

Berakhirnya Polemik Penundaan Bonus Atlet Porprov
Para atlet menandatangani tanda terima bonus di Gedung Dispopar. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Akurasi,id, Bontang – Seluruh atlet berprestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI di Kutai Timur (Kutim) 2018 akhirnya bisa bernapas lega. Para atlet peraih medali ini mendapat titik terang terkait penundaan pembagian bonus yang dijanjikan Wali Kota Bontang. Pada Rabu (14/3/19), sebagian besar atlet datang ke gedung Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) untuk menandatangani tanda terima pencairan bonus.

Dengan wajah-wajah sumringah, para atlet menghadiri penandatanganan bonus yang dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Pj Sekda Agus Amir, Kadispopar Bambang Cipto Mulyono, dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang Aminullah.

Para atlet sudah menyusun rencana penggunaan uang bonus tersebut. Oky Seftian, atlet beladiri kempo, ingin merenovasi rumah kedua orang tuanya. Rumah tersebut sudah lama tidak diperbaiki. Sebagiannya, digunakan untuk membiayai adik-adiknya yang masih sekolah. “Saya ingin menyenangkan orang tua dulu,” ujar atlet pemegang sabuk hitam ini.

Selain itu, atlet muaythai, Satriani mengaku hal yang sama. Ia ingin menyerahkan seluruh uang bonus kepada orang tuanya. Karena dia ingin membahagiakan keduanya.

Berakhirnya Polemik Penundaan Bonus Atlet Porprov

Dijanjikan Januari, Terealisasi Maret

Seperti diketahui, pembagian bonus ini sempat tertunda. Seharusnya bonus atlet sudah didistribusikan pada Januari 2019. Karena berbagai sebab, pemberian bonus tertunda. Hal ini memicu polemik antara atlet, pelatih, dan official. Tak ayal, keluhan terlontar di publik.

Fathur, salah satu altet yang mewakili Bontang di Porprov, mengaku kecewa dengan proses pendistribusian bonus tersebut. Bonus yang dijanjikan Pemkot Bontang usai dirinya meraih medali dalam event empat tahunan itu tertunda. Dia merasa diberi janji-janji.

”Kami terus dijanjikan bonus akan segera cair. Mulai Januari hingga awal Maret lalu,” ungkap atlet sepak takraw tersebut.

Dia menyebut, persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan bonus sudah diserahkan kepada pemkot. Fathur sering mendapat kabar terkait pencairan bonus untuk para atlet. Hasilnya, bonus tak kunjung diterima atlet. “Sering dapat kabar, minggu depan (bonus) akan cair. Tapi tidak ada juga. Hanya diberi harapan saja,” sebutnya.

Wali Kota Tepis Tudingan Miring

Berakhirnya Polemik Penundaan Bonus Atlet Porprov
Pertemuan atlet, pelatih, dan official dengan Dispopar, KONI, dan Wali Kota Bontang untuk menjelaskan duduk perkara keterlambatan pemberian bonus. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Tertundanya pemberian bonus atlet membawa banyak efek negatif. Selain keluhan-keluhan dari atlet, tak jarang pula tudingan-tudingan terlontar kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Isu yang santer terdengar, wali kota menggunakan bonus tersebut sebagai dana kampanye untuk pencalonannya di pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan datang.

Isu ini ditepis Neni. Dengan nada tegas, di dalam forum penandatanganan tanda terima bonus itu, dia menjelaskan duduk persoalannya. Dia tidak pernah menggunakan sepeserpun uang bonus atlet untuk kegiatan lain. Apalagi untuk dana kampanye seperti yang dituduhkan. Katanya, tidak mungkin dia menggunakan dana tersebut. Pasalnya, semua transaksi di APBD sifatnya non-tunai alias dana langsung ditransfer di rekening tujuan. Tanpa melalui perantaraan pihak-pihak terkait.

Dulu, dana dititipkan kepada KONI. Lalu KONI mendistribusikan kepada atlet. Sistem itu telah berubah. Karena biasanya, ada potongan-potongan yang dilakukan pihak yang mendapat amanah dana tersebut.

“Sekarang 1 rupiah uang yang keluar itu harus dipertanggungjawabkan kepada BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” tegasnya.

Dia mengaku sudah memaafkan para penuding tersebut. Neni berharap hal ini tidak terjadi lagi. Dengan penjelasan itu, ia ingin semua orang memahami penyebab keterlambatan bonus tersebut. “Sudah saya maafkan semua. Karena saya ingin kita semua masuk surga bersama-sama,” bebernya.

Kadispopar Bontang, Bambang Cipto Mulyono, ikut menjelaskan keterlambatan pencairan bonus tersebut. Kata dia, hal ini disebabkan belum terbitnya surat keputusan (SK) dari PB Porprov Kutim. Dispopar baru menerima SK itu pada 10 Maret lalu. Setelah mendapat SK itu, pihaknya harus menunggu SK dari KONI Bontang. SK itu tiba di Dispopar pada Senin (12/3/19). SK PB Porprov ini dijadikan dasar untuk pembuatan SK KONI. Data di SK itulah yang diramu untuk dijadikan SK Wali Kota.

Setelah SK KONI tiba, sehari setelahnya, Neni menandatangani SK tersebut. Padahal, biasanya penerbitan SK membutuhkan proses yang panjang. “Kita dapat hak istimewa. Pak sekda dan bunda support luar biasa. SK itu tidak sampai 2 hari. 1 hari 1 malam selesai,” beber Bambang.

Dia tidak bermaksud menunda bonus atlet tersebut. Semua ini terjadi karena proses yang dibutuhkan untuk mencairkan dana itu. Pihak Dispopar harus berhati-hati. Salah satunya, organisasi perangkat daerah tersebut mesti menjalankan tahapan sesuai prosedur yang berlaku. “Saat ini, tidak seperti dulu. Sekarang, apa-apa mudah dilacak,” jelasnya.

Bonus Pelatih dan Official Tertunda

Diketahui, bonus yang akan didistribusikan ini adalah bonus untuk para atlet peraih medali. Sementara bonus pelatih dan official, harus ditunda pemerintah. Hal ini dikarenakan masih ada data yang belum sinkron. Terdapat nama yang belum akurat.

Ketua KONI Bontang, Aminullah menjelaskan, pihaknya harus melakukan sinkronisasi data. Apabila tidak dilakukan, akan ada nama-nama yang tertukar. Sehingga bisa menimbulkan masalah baru. “Tapi hanya sisa 1 cabor saja yang masih bermasalah. Insyaallah semua bisa selesai Maret ini,” ungkap pria yang karib disapa H Emil.

Terdapat alasan di balik pencairan bonus atlet tersebut. Karena pihaknya tidak ingin keterlambatan ini berlarut-larut. Dia menjanjikan, paling lama sepekan sejak penandatanganan tanda terima itu, bonus untuk pelatih dan official akan dicairkan. “Kalau misal sinkronisasi ini selesai besok, bisa saja langsung kami selesaikan,” tegasnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close