Hard NewsHukum

Berakting Tersenggol Mobil, Dua Mantan Residivis Nekat Memeras Sopir Truk, Gondol Uang Rp 4,1 Juta

supir truk
Para pelaku saat diamankan Tim Macan Borneo Jatanras, Satreskrim Polresta Samarinda. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Wajar rasanya apabila seseorang memasang raut sedih atau gelisah, kalau sedang berhadapan dengan para penegak hukum, terlebih jika ia telah ditetapkan sebagai seorang tersangka dari sebuah tindak kejahatan. Namun hal tersebut sepertinya tak tersirat dari raut dua sekawan bernama Agus (32) dan Candra (33), ketika dijumpai awak media di halaman Mako Polresta Samarinda pada Minggu (2/2/20) sore.

baca juga: Ganja 2,5 Kilo Diamankan di Indekos Mahasiswi, Bandar Disinyalir Berasal dalam Penjara

Dengan mengenakan seragam oranye, bertuliskan Tahanan Polresta Samarinda serta tangan yang saling terborgol, dua sekawan ini menapakkan kaki, menyusuri lorong dan dikawal oleh jajaran Tim Macan Borneo Jatanras, Satreskrim Polresta Samarinda.

Mereka berdua belakangan diketahui sebagai pelaku tindak pidana pemerasan disertai  kekerasan pada korbannya, yang merupakan seorang sopir dan kernet truk. Agus dan Candra kala itu berhasil mendapatkan uang tunai hasil kejahatannya senilai Rp4,1 juta menjelang akhir Januari lalu.

Informasi dihimpun, saat itu Agus dan Candra melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura sebagai korban yang terserempet truk di Jalan PM Noor, Kecamatan Samarinda Utara. Mereka kala itu berboncengan menggunakan motor metik merek Honda Beat kuning, bernopol KT 3699 IO.

Candra berperan sebagai joki. Sementara Agus dibonceng. Agus pun diketahui dalam pengaruh alkohol kala itu. Ketika telah menentukan mangsanya, mereka kemudian mencari waktu di ruas jalan yang tepat untuk melakukan eksekusi. Saat sasaran mereka  melintas, Candra dengan cepat mendahuluinya. Sedangkan Agus langsung melambaikan tangannya sebagai isyarat agar truk tersebut berhenti.

Begitu berhenti, Agus langsung menghampiri. Sopir dan kernet pun bertanya maksud dan tujuan Agus menghentikan laju kendaraan mereka. Dengan tegas Agus menanyakan apakah sopir truk dan kernet ini tidak sadar, kalau baru saja laju kendaraannya nyaris menyerempet Agus dan Candra, yang mereka klaim sangat membahayakan.

Melihat Agus dan Candra dalam kondisi sehat dan motor yang dikendarainya pun baik-baik saja. Sopir dan kernet pun tak begitu mengherani dua sekawan ini. Tak mati akal, nada bicara Agus pun meninggi kepada korbannya.

“Memang enggak kena, tapi cara kamu itu loh,” ucap Agus menirukan percakapannya kala itu di hadapan awak media.

Karena posisi setengah sadar dan emosinya tersulut, Agus pun sempat menendang kaki kernet truk itu. Sejurus kemudian, ia meminta agar kedua korbannya membuka isi tas yang mereka bawa. Dari dalam tas, Agus melihat gumpalan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Agus saat itu mengaku tak memiliki niatan buruk. Akan tetapi, diakuinya Candra membisiki untuk mengambil uang tersebut. Tapi Agus melakukannya secara perlahan, bukan spontan seperti maling pada umumnya. Mula-mula ia meminta agar gulungan uang itu di buka dan dihamburkan di kursi sopir dan kernet.

“Saya enggak tahu pasti berapa jumlahnya, pas di hambur itu saya ambil segenggaman tangan dan langsung masukan ke kantong,” imbuhnya.

Setelah berhasil mendapatkan uang tersebut. Agus dan Candra kemudian tancap gas dan meninggalkan korbannya. Mereka diketahui melarikan diri menuju Jalan Pangeran Suryansyah, Kecamatan Samarinda Kota. Mereka kemudian menepi di bibir jalan.

Hasil rampasannya itu pun lantas dihitung sebagian, dan Candra diberi jatah oleh Agus senilai Rp1 juta. Sisanya, kemudian mereka gunakan untuk membuka sebuah kamar penginapan di Jalan Mulawarman, membeli rokok, dan minuman segar.

Tak hanya itu, pada awak media Agus pun menuturkan kalau ia memberi uang senilai Rp100 ribu kepada seorang rekan perempuan yang  mereka jumpai di Jalan Mulawarman, tak jauh dari Pos Polisi Mulawarman.

“Saya pas sadar sebetulnya sempat ngerasa takut, uang ini (yang hasil rampas) pasti akan jadi masalah,” kata Agus.

Meski mengatakan demikian, tapi nyatanya Agus tak juga meluruskan tindak kesalahannya. Justru ia malah membagi dan menggunakan uang tersebut. Bahkan, ketika diwawancarai lebih jauh mengenai sepak terjangnya di dunia kriminal, Agus pun tak sungkan mengakuinya.

“Jujur memang saya sering begini (melakukan pemerasan). Saya juga sering ketemu wartawan,” terang Agus.

Ketika ditanya mengenai kasus terdahulu yang pernah menjeratnya, Agus pun dengan pasti menjawab, kalau dirinya pernah disangkakan Pasal 368 KUHP tentang Tindak Pemerasan Disertai Kekerasan. Seperti yang saat ini kembali ia lakukan bersama Candra.

“Kemarin itu pas 2019 kena Pasal 368,” imbuhnya.

Agus tanpa rasa canggung menjawab semua pertanyaan wartawan, sementara Candra justru memilih diam.

“Sisa uangnya Rp1,3 juta dan itu langsung saya kembalikan ke polisi,” ungkapnya usai diamankan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa menjelaskan, kalau jajarannya berhasil melakukan pengungkapan setelah melakukan koordinasi dengan Polsek Sungai Pinang, setelah korban memberikan laporan resminya kepada polisi.

Menindak lanjuti laporan tersebut. Jajaran Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang dibantu Satreskrim Polresta Samarinda langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, Jumat (31/1/20) malam, polisi berseragam sipil berhasil mengamankan Agus di indekosnya di kawasan Sambutan. Setelah Agus diamankan, polisi langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Candra di kediamannya Jalan Hidayatullah.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Pelaku ini (Agus) sudah sering melakukan tindakan serupa. Bahkan pada akhir tahun kemarin dia sempat bermoduskan sebagai anggota kepolisian,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa.

Sedangkan Candra, ia pernah menjadi tahanan pada 2015 silam dengan sangkaan Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan. Saat ini dua sekawan tersebut telah resmi menjadi tahanan Polresta Samarinda dengan barang bukti yang diamankan, berupa satu unit motor yang mereka gunakan, dan uang tunai Rp1,3 juta. Agus dan Candra saat ini dijerat dengan Pasal 368 KUHP.

“Kasus ini masih terus kami dalami untuk dugaan adanya TKP lain. Kami tegaskan, sedikit pun kami tidak akan memberikan kesempatan pada pelaku tindak kejahatan,” pungkas Damus. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close