Hard News

Berawal dari Pembengkakan, Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk

Berawal dari Pembengkakan, Bayi Bernama Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk
Dilson bersama ibunya Nancy (23) tahun. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dilson, bayi yang masih berumur tujuh bulan lebih ini hanya bisa terbaring tak berdaya di ruang anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta. Bayi malang tersebut mengidap penyakit gizi buruk. Kondisi bayi pun harus dipasangi selang infus dan selang oksigen untuk bantuan pernapasan.

Selain itu, kondisi bayi sangat lemas dengan perut membuncit namun tubuh kurus kering, hanya tampak kulit yang membalut tulang sehingga terlihat menonjol beberapa tulang rusuknya.

Anak dari Ibu Nancy (23) ini sudah dalam penanganan tim medis. Sebelum dibawa ke rumah sakit, kondisi bayi cukup memprihatinkan. Bayi malang itu hanya bisa menangis. Dia enggan minum susu hingga membuat kondisi fisiknya semakin menurun.

Padahal saat dilahirkan, kondisi bayi terbilang normal dengan berat badan 3,0 kilogram (Kg). Namun, akibat penyakit yang dideritanya, kini beratnya jauh dari ideal di usia perkembangan bayi seusianya.

Orangtua bayi mengaku, jika awalnya hanya ditemukan pembengkakan ditubuh Dilson dan setiap minum susu selalu dimuntahkan sehingga mempengaruhi pertumbuhannya.

Dilson lamban dibawa ke rumah sakit. Karena jarak Bengalon ke Sangatta lumayan jauh. Di sisi lain, orangtua Dilson juga memiliki keterbatasan biaya. Hingga dua hari di rumah sakit pun dirinya belum mendapatkan kejelasan dari pihak BPJS.

“Awalnya tidak mau minum susu. Setiap yang masuk dimuntahkan hingga menangis terus sampai badannya menjadi kurus kering,” ungkap Nancy saat ditemui Akurasi.id, Kamis (29/5/19).

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Bidang Program Gizi, Jemy Mende membenarkan, jika Dilson sudah di rawat di RSU Kudungga Sangatta. Jemy menyatakan pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan maksimal kepada bayi dengan penanganan dua dokter, yakni dokter anak dan ahli gizi.

“Saat pertama datang, kondisi bayi sangat lemas dengan perut membuncit namun badannya kurus kering, bahkan tulang rusuk sampai terlihat menonjol, tapi saat ini kondisinya semakin membaik dari sebelumnya,” kata dia.

Diungkapkan, hasil analisis sementara, Dilson diduga kuat mengidap gizi buruk. Namun untuk memastikannya, tim dokter terus melakukan pemeriksaan lengkap dan pemantauan perkembangan, untuk memastikan apakah ada penyakit lain.

Berawal dari Pembengkakan, Bayi Bernama Dilson Dinyatakan Mengidap Gizi Buruk
Dilson (7) bulan, bayi penderita gizi buruk di Kutim. (Istimewa)

Jemy menambahkan masalah gizi buruk masih jadi pekerjaan rumah besar yang dihadapi Indonesia. Tingginya masalah anak penderita gizi buruk disebabkan oleh berbagai faktor yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

“Sampai saat ini penderita gizi buruk sebagian besar adalah anak-anak, karena orangtua mereka kemungkinan memiliki berbagai masalah yang membuat mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi anak-anaknya,” ungkap dia.

Menurut Jemy, beberapa faktor yang penyebab anak-anak menderita gizi buruk, antara lain masalah ekonomi, perilaku orangtua yang salah, dan sanitasi.

“Ada persepsi yang salah dari para orangtua ketika mereka datang ke posyandu. Sering kali mereka malas datang karena takut diceramahi dan dimarahi dokter tentang masalah gizi,” ujarnya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (2 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close