CorakIsu Terkini

Menilik Berbuka Puasa Senin–Kamis di Masjid Baiturrahman, Siapapun Boleh Datang!

buka puasa senin kamis
Buka Puasa di Masjid Baiturrahman konsepnya terbuka. Siapapun boleh datang. (akurasi.id/Yusva Alam)

Akurasi.id, Bontang – Waktu menunjukkan pukul 18.20 Wita, 10 menit menjelang azan magrib dikumandangkan. Di pojok sebelah kiri Masjid Baiturrahman, Senin (10/2/20), sudah terlihat tiga meja kayu berkaki pendek, berbentuk melengkung setengah lingkaran disusun seperti huruf S terbalik. Di atasnya tersaji piring-piring berisi penganan-penganan ringan, serta puluhan biji kurma.

baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Aus Hidayat Ingatkan Pentingnya Memahami Sejarah

Pria bersarung putih dengan kemeja putih terlihat menuangkan air dari iglo ke gelas plastik yang diambilnya. Air putih dan teh hangat memang sudah disiapkan oleh pihak masjid. Jemaah yang datang bebas mengambilnya. Waktu menjelang azan dikumandangkan itupun dimanfaatkan ibu-ibu untuk mengambil sebagian penganan yang sudah disiapkan panitia. Sebelum jemaah pria datang.

Haji Deden begitu ia akrab disapa, mengaku rutin berbuka puasa Senin–Kamis di masjid yang berlokasi di Perumahan PT Pupuk Kaltim ini. Sejak diadakan sekira empat tahun silam, dirinya sudah ikut berbuka beserta jemaah masjid yang lain.

“Alhamdulillah rutin sejak dulu ikut berbuka di sini (Masjid Baiturahman),” ujarnya singkat saat berbincang dengan Akurasi.id Senin petang itu

Dirinya senang berbuka puasa di Baiturahman bukan tanpa sebab. Walaupun lokasi rumahnya yang cukup jauh dari masjid, di kawasan Gunung Sari, Bontang ini rela ia jabanin demi berbuka di Baiturahman. Lantaran konsep masjidnya yang terbuka. Tempat berbuka puasa pun terbuka. Jamaah dari manapun bebas datang.

“Sekarang kan banyak masjid yang tertutup. Karena sudah banyak menggunakan AC (air conditioner). Terlihat eksklusif,” tuturnya mengungkapkan alasannya sembari mengunyah jajanan pasca azan berkumandang.

Buka Puasa Senin Kamis
Jamaah ibu-ibu mempersiapkan diri beberapa saat sebelum azan berkumandang. (Akurasi.id/Yusva Alam)

Haji Deden tahu di masjid lain juga ada yang mengadakan buka puasa Senin–Kamis. Berhubung tempat berbukanya yang tertutup itu, menyebabkan dirinya sedikit sungkan datang. Dirinya lebih senang di masjid yang berdekatan dengan Koperasi Karyawan PT Pupuk Kaltim ini, karena bisa bersilahturahmi dengan jemaah dari manapun yang datang. “Senang jadi banyak teman,” ungkapnya.

Dalam agama Islam, puasa Senin–Kamis memang menjadi salah satu ibadah yang disunahkan Nabi Muhammad SAW. Salah satu dalilnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747)

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Memperbanyak ibadah puasa pun diyakini mampu menjadi tameng dari api neraka. Sebab itulah Haji Deden rutin melaksanakan shaum sunah ini. Selain ingin mendapatkan ganjaran pahala, juga berharap terhindar dari api neraka.

Ditambah lagi, berbuka puasa Senin–Kamis di Baiturahman tak hanya menyediakan takjil, tapi adapula kajian bakda salat Magrib. Pria yang beralamat di Jalan Ahmad Yani itu mengaku senang, lantaran usai berbuka dirinya mampu meraih ilmu dari kajian yang diadakan pihak masjid. “Dapat pahala berpuasa, tambah-tambah pula ilmu agama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close