Catatan

Berpikir Cerdas dengan Arsip

Berpikir Cerdas dengan Arsip

Oleh: Fendi Susilo

Sebagian besar orang beranggapan bahwa Albert Einstein adalah salah satu manusia tercerdas dalam sejarah manusia. E=mc2 adalah rumus yang telah ia temukan dan sampai saat ini masih menjadi ikon kecerdasan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam dunia sains. Selain Einstein, sebut saja Thomas Alva Edison dengan temuannya berupa lampu.

Di balik semua temuan ataupun inovasi kedua ilmuwan itu, tahukah kita bahwa semua itu berawal dari sebuah mimpi seseorang (ilmuwan) untuk melakukan perubahan atas apa yang ada di lingkungan sekitarnya.

Tidak sedikit orang mengatakan mereka stres bahkan gila karena ingin melakukan perubahan yang tidak lazim pada masa itu. Atas pemikiran dan usahanya tersebut tidak jarang mereka merasa dipandang sebelah mata bahkan tersingkir dari kehidupan masyarakat pada saat itu.

Begitu pula dalam dunia kearsipan. Saat ini, arsip masih dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak. Pekerjaan kearsipan dianggap sebagai pekerjaan rendahan dan tidak berkelas. Namun, secara tidak sadar manusia sebenarnya mengakui betapa pentingnya arsip.

Sebut saja adanya penggunaan kertas, pulpen, stempel, dan tanda tangan dalam setiap kegiatan. Untuk apa semua itu digunakan jika bukan sebagai catatan, bahan bukti, ataupun  rekaman informasi. Namun yang sering dilalaikan adalah pasca penciptaan arsip, yaitu pada tahap pengelolaan, penggunaan, dan penyusutan.

Dengan kata lain, arsip dianggap pahlawan penyelamat di saat ia dibutuhkan bisa ditemukan. Namun tatkala arsip belum dibutuhkan seringkali pengelolaannya diabaikan, Ironis memang. Tapi inilah realitas kearsipan di sekitar kita.

Di era sekarang ini, tuduhan korupsi menjadi momok yang mengerikan bagi aparatur penyelenggara negara. Di saat tuduhan korupsi melekat pada seseorang, tidak jarang ia menjadi sendiri. Teman kerja yang selama ini bersama bisa saja hanya menjadi saksi atas apa yang telah terjadi.

Atasan yang selama ini dibilang mengayomi bisa saja menjadi pribadi yang tidak mengenal pelaku korupsi. Lalu siapa yang akan menjadi penolongnya, sebagai makhluk beragama tentunya akan menjawab Tuhan. Akan tetapi apakah Tuhan akan melepaskan tuduhan korupsi itu begitu saja? Tidak.

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling cerdas di antara makhluk-makhluk Nya. Mulai saat ini berpikirlah cerdas dalam bekerja sebagaimana Tuhan telah memberikan kita akal yang tidak dimiliki makhluk lain.

Selain sudah menjadi takdirnya manusia, menurut penulis, orang yang cerdas adalah orang yang mampu berpikir sekarang dengan mempertimbangkan dampak yang akan muncul di masa yang akan datang. Hal ini selaras dengan pendapat Henry Herbert Goddard (1946), kecerdasan adalah tingkat pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah yang akan datang.

Tujuan harus tercapai, proses harus baik, dan administrasi sebagai bagian kearsipan harus terpenuhi. Dengan begitu, akan tercipta rasa aman sekarang, besok, maupun yang akan datang. Berpikir cerdas sama dengan tujuan tercapai sama dengan tertib administrasi. Tertib administrasi sama dengan tertib arsip, dan tertib arsip sama dengan aman. Arsip, selamatlah Kita! Bukan eranya lagi saling menyalahkan, saatnya save arsip. Arsip adalah teman sejati. Jangan sia-siakan arsip demi rasa aman dan masa depan.

Editor: Yusuf Arafah

 *) Opini ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi Akurasi.id

Sekilah: Fendi Susilo, mungkin oleh banyak orang hanya sebuah nama. Namun pedengan itu amatlah lekat di lembar-lembar kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (DPK) Kota Bontang. Fendi Susilo, A.Md., adalah Arsiparis DPK Kota Bontang. Pria asal Sleman, Yogyakarta ini, mengarsipkan dirinya lewat syatar kertas dan pena.

 Pustaka:

 *Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi.

*Thomas Alva Edison adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan.

*Henry Herbert Goddard adalah seorang psikolog dan eugenicist Amerika terkemuka pada awal abad ke-20. Ia dikenal terutama karena karyanya pada tahun 1912. Dia adalah advokat utama untuk penggunaan tes intelijen di lembaga-lembaga sosial termasuk rumah sakit, sekolah, sistem hukum dan militer. Dia juga memperkenalkan istilah “tolol” untuk penggunaan klinis.

5/5 (1 Review)
Tags

Artikel Terkait

1
Tinggalkan Komentar!

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Sutrimo Recent comment authors
newest oldest most voted
Sutrimo
Guest
Sutrimo

Mantap mas Fendy semoga menjadi contah dan inspirasi teman2 semua

Back to top button
Close
Close