HeadlineHukum

Bertahun-tahun Oknum Ketua RT Ini Setubuhi Anak Tirinya yang Masih Belia

Bertahun-tahun Ketua RT Ini Setubuhi Anak Tirinya yang Berusia Belasan Tahun
Ilustrasi (Net)

Akurasi.id, Bontang – Kala duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Bunga–nama samaran–kerap didatangi SY di kamarnya. Mereka tinggal di sebuah rumah di Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Bontang.

Bunga tercatat sebagai anak tiri dari laki-laki yang menjabat sebagai ketua RT itu. Anak yang dibawa AM–inisial yang disamarkan–saat menikah dengannya beberapa tahun silam. Hubungan Bunga dengan SY mulai terjalin beriringan dengan kehidupan satu atap pasca dia menikah dengan AM.

Perempuan yang kini beranjak remaja itu memiliki kamar tersendiri di rumahnya. Ia tidur bersama adiknya. SY yang notabenenya pegawai honorer kelurahan ini diberi keleluasaan berhubungan dengan Bunga. Hubungan layaknya anak dan ayah.

Merasa aman dari pantauan istrinya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, laki-laki paruh baya tersebut kerap meraba, mencium, dan mencumbu anak tirinya. Empat tahun lalu, hubungan keduanya semakin mesra hingga berlangsung persetubuhan.

Hal ini dikisahkan Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Bontang, Iptu Suyono, pada Rabu (10/7/19). Dia menyebut, hubungan layaknya suami istri itu terus terjalin sampai Maret 2019.

Artinya, Bunga sudah dicabuli ayah tirinya sejak dia duduk di kelas 5 SD. Sementara persetubuhan mulai dilakukan SY saat Bunga “dinobatkan” sebagai pelajar di kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berkali-kali hubungan badan itu dilakukan di siang hari. Kala AM bekerja sebagai asisten rumah tangga. Karena itu, tak sedikit pun dia mencurigai perlakuan tak senonoh suaminya. “Memang lebih sering dilakukan siang hari di kamar anaknya,” terang Suyono.

Di awal-awal berhubungan intim, SY melakukannya dengan cara memaksa Bunga. Tak ingin kelakuan bejatnya diketahui publik, dia menyita telepon genggam milik Bunga. SY membawa handphone anaknya setelah melayani nasfu birahinya. Hal ini digunakannya sebagai alasan untuk memancing anak tirinya agar terus bergantung kepadanya. Di sisi lain, dia tak ingin perlakuannya pada anaknya diketahui AM.

Empat bulan lalu, AM mengetahui perbuatan suaminya dari adik Bunga. Anak yang berusia 10 tahun itu tak memberikan informasi yang jelas pada ibunya. Dia hanya memberikan isyarat bahwa selama ini SY acap mengganggu kakaknya.

“Karena adiknya tak mengerti. Jadi hanya menyebut bapak mengganggu kakaknya,” bebernya.

Pelan tapi pasti, AM mulai menanam kecurigaan pada suaminya. Satu waktu, di saat dia tidak bekerja, perempuan itu menanyakan Bunga perihal hubungannya dengan SY. Pertanyaan perdana tak dijawab dengan lugas oleh pelajar SMP ini. AM tak patah arang. Pada Maret lalu, informasi pemerkosaan beruntun itu terkuak.

Tentu saja AM tak habis pikir. Selama menikah dengan SY, hubungan suami istri acap dilakukan keduannya. Dia insaf, memang suaminya memiliki aktivitas seksual yang tidak normal atau hiperseks.

Ia marah terhadap suaminya. Tetapi perempuan malang itu tak langsung melaporkan kasus ini pada aparat kepolisian setempat. Dia menimbang dengan menggali masukan dari kerabat terdekatnya.

“Ibu korban tak langsung melaporkan kelakuan suaminya. Dia mempertimbangkan dengan meminta saran dari adik pelaku. Pada 24 Juni, kami menerima laporan kasus pencabulan ini,” ungkapnya.

Saat itu juga pelaku diamankan di Polres Bontang. Setelah diinterogasi, SY mengakui perbuatannya. Hasil penyidikan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bontang membuktikan, tak terhitung jumlahnya korban disetubuhi SY. “Namun tidak terjadi kehamilan,” sebut Suyono. (*)

Penulis: Ayu
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (4 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close