DPRD Kaltim

Bicara Soal Pembangunan Kaltim, Makmur: Listrik dan Air Jauh Lebih Penting (2)

listrik air
Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK saat meninjau salah satu pembangunan jembatan di Kaltim. (Dok Humas DPRD Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Masalah yang tidak kalah penting untuk diselesaikan Pemerintah Kaltim yakni minimnya ketersediaan listrik serta air bersih di berbagai desa. Karena kedua hal itu menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK mengatakan, harus diakui, jika akses infrastruktur di banyak desa di Kaltim masih belum terhubung dengan baik. Begitu pula dengan pelayanan listrik dan air bersih. Pemerintah pusat maupun Kaltim berkewajiban memenuhi itu.

Baca Juga: Bicara Soal Pembangunan Kaltim, Makmur: Kaltim Miskin Infrastruktur Dasar (1)

“Banyak akses jalan di Kaltim ini yang belum sempurna. Akses antar desa belum terbuka dengan baik. Dan ini menjadi pekerjaan rumah kita semua,” kata dia kepada media ini.

Logo dprd KaltimKhusus untuk pelayanan listrik dan air bersih, masyarakat Kaltim dapat dikatakan belum semuanya mendapatkan itu. Utamanya masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman seperti di Berau, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.

“Kita harus jujur mengakui, kalau memang masih ada banyak masyarakat di Kaltim yang belum menikmati pelayanan listrik dan air bersih. Pemerintah saya kira harus memikirkan itu,” ujarnya.

Keinginan pemerintah pusat maupun daerah mendorong percepatan transformasi informasi dan teknologi di Kaltim akan percuma jika hal-hal mendasar seperti listrik saja masih sulit didapatkan masyarakat. Karena syarat utama dari pengembangan program berbasis teknologi adalah tersedianya listrik dan jaringan internet yang memadai.

“Saya lihat ada banyak program kementerian yang berbasis teknologi informasi, baik itu di bidang pertanian, ekonomi, dan pendidikan. Tapi bagaimana dengan di kampung-kampung yang tidak punya listrik, padahal itu mengandung hajat hidup orang banyak. Ini persoalan yang perlu dicermati,” tegasnya.

Dia menilai, ada anggapan dari sejumlah pihak, terutama dari pemerintah pusat, jika Kaltim berpangku tangan dengan keadaan. Atau bisa dikatakan bermalas-malasan. Sementara kenyataannya, masyarakat Kaltim sudah berusaha menghadirkan inovasi, tetapi usaha itu tidak didukung infrastruktur yang baik.

“Saya melihat banyak orang di Kaltim ini mencoba berinovasi. Tetapi ketika inovasi itu dikembangkan, lalu mau di bawa ke mana. Contohnya, ketika masyarakat berkreasi di bidang pertanian, mengembangkan hasil tani, perkebunan, tetapi hasilnya sulit mereka pasarkan karena terkendala infrastruktur,” tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close