Birokrasi

Aksi Sosial Bagi Korban Kebakaran BK Kumpulkan Dana Rp320 Juta, Abdul Samad Ucapkan Terimakasih

Aksi Sosial Bagi Korban Kebakaran BK Kumpulkan Dana Rp320 Juta, Abdul Samad Ucapkan Terimakasih
Anggota Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad. (Istimewa)

Aksi sosial bagi korban kebakaran BK kumpulkan dana Rp320 juta, Abdul Samad ucapkan terimakasih. Ini menjadi bukti bahwa kepekaan sosial masyarakat Bontang teradap warga yang lainnya masih sangat tinggi.

Akurasi.id, Bontang – Aksi sosial bagi korban Kebakaran di Bontang Kuala (BK) yang sudah terjadi sepekan yang lalu tepatnya Selasa (13/10/2020), mendapatkan banyak perhatian dari seluruh elemen masyarakat. Banyak masyarakat bahkan turut dalam berbagai aksi kemanusian untuk membantu korban musibah kebakaran tersebut.

Baca juga: Dukung Atlet E-Sports, Ketua DPRD Bontang Berjanji  Beri Fasilitasi Parat Atlet E-Sports

Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Samad mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibar dalam aksi kemanusian tersebut.

“Saya berterimakasih kepada elemen masyarakat dan juga para donatur yang ikut membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah kebakaran di BK,” katanya kepada awak media, Selasa (20/10/2020) lalu.

Dia juga ikut turun langsung bersama dengan relawan lainnya ke jalan sebagai inisiator pengumpulan dana di setiap persimpangan Kota Bontang. Lanjutnya, Abdul Samad menegaskan bahwa hal ini merupakan kesempatan untuk menolong sesama yang membutuhkan uluran tangan.

“Alhamdulillah saat itu dana yang kami kumpulkan di setiap titik persimpangan Bontang, terkumpul dana tunai hampir Rp320 juta dalam kurun waktu 4 hari. Selain uang tunai, kami juga memberikan sembako, pakaian layak dan kelengkapan lain. Bukan hanya dari Bontang, dari luar daerah pun ada seperti Samarinda dan Balikpapapan,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Samad menjelaskan, bahwa salah satu kendala pada saat penanganan kebakaran BK adalah tidak memungkinkannya mobil masuk, dan akhirnnya hanya mengunakan floating pump dan selang. Floating pump sendiri merupakan mesin pompa pemadam yang bisa bekerja secara mengambang di atas air karena memiliki rongga udara yang terdapat pada bagian bawah pompa.

“Alhamdulilalh bisa teratasi walaupun dalam hal itu pemadam dan masyarakat yang ikut membantu tetap mengalami kesulitan,” ujarnya.

Yang kedua, lanjutnya, perlunya fire system pompa hydrant di setiap daerah pesisir, tetapi karena pandemi Covid-19 dialihkanlah anggaran untuk penanganan tersebut. Untuk menindaklanjuti itu, maka di 2021 bisa ditindaklanjuti pengadaan yang diusulkan sebelumnya.

“Kami berharap agar PMK untuk mesin floting pump-nya ditambah, atau pemerintah memberikan setiap RT mesin sanyo lengkap dengan selangnya. Ketika terjadi kebakaran, masyarakat bisa mengatasi hal tersebut, terutama untuk di daerah pesisir,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks