Birokrasi

Bencana Banjir Rob Tahunan, DPRD Bontang Konsentrasi Penggalian Batas Jalan Daerah Pesisir

Bencana Banjir Rob Tahunan, DPRD Bontang Konsentrasi Penggalian Batas Jalan Daerah Pesisir
Bencana banjir rob tahunan, Sekretaris Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad dorong Pemkot benahi infrastruktur. (Muhammad Budi Kurniawan/akurasi.id)

Bencana banjir rob tahunan, DPRD Bontang konsentrasi penggalian batas jalan daerah pesisir. Solusi tersebut dinilai bisa mengurangi dampak banjir rob bagi warga yang tinggal di pesisir.

Akurasi.id, Bontang – Bencana tahunan banjir rob terus melanda wilayah pesisir Bontang menjadi momok bagi warga. Hingga kini masalah menahun tersebut belum juga terjawab melalui kebijakan pemerintah.

Baca juga: ASN Terbukti Tak Netral, Abdul Haris: Harus Diberikan Sanksi

Oleh karenanya, Sekretaris Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad berupaya segera mendorong pengerukan pinggiran samping trotoar jalan, dari arah perempatan menuju Bontang Kuala. Pasalnya lokasi tersebut menjadi titik terparah akibat dari banjir tersebut.

“Solusi pertama kalau di Bontang Kuala itu, pengerukan kiri dan kanan trotoar. Dengan kedalaman 4 meter dan kelebaran 2 meter,” ucap Abdul Samad, saat ditemui diruang Komisi III DPRD Bontang Lantai 2, belum lama ini.

Selain Bontang Kuala, konsentrasi utama melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang nantinya juga akan tetap dibebankan pada pengerukan sempadan jalan pada daerah pesisir lainnya. Seperti Beras Basah, Tanjung Laut, Tihi-Tihi, dan Gusung.

“Memang harus cepat ditangani. Kasian masyarakat di sana. Belum lagi nanti sambut bulan Desember. Itu puncak-puncaknya banjir rob,” harap Abdul Samad.

Hal ini diperoleh dari aspirasi masyarakat serta hasil sidak anggota dewan, terdapat banyak rumah yang mengalami dampak dari bencana tahunan ini.

Abdul Samad, juga mendorong agar pemerintah segera dapat melakukan pembangunan badan jalan. Sehingga jalan tersebut dapat digunakan masyarakat agar dapat tetap beraktivitas meski banjir melanda.

“Di setiap daerah yang terkena banjir rob ini, memang harus ditingkatkan jalannya. Agar memudahkan akses jalan masyarakat. Ketika dia mau beraktivitas,” terangnya.

Ada pula yang terkena dampaknya bukan hanya di sektor ekonomi semata. Melainkan juga keselamatan anak-anak kecil yang bermain, maka keamanannya akan terancam ketika aliran listrik tidak segera dimatikan.

“Kita imbau agar orang tua lebih waspada,” ujarnya.

Kemudian tak kalah pentingnya, ia juga mengingatkan bahaya ancaman penyakit pasca banjir. Ini juga menjadi perhatian serius bagi dinas terkait. Agar segera lakukan pengasapan, guna membunuh nyamuk yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Dinas kesehatan ini juga segera berfungsi. Semisal langsung lakukan penyemprotan ke lokasi banjir, setelah surut,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks