BirokrasiHeadline

Permintaan Kamar Pasien Covid-19 Naik, Pemkot Samarinda Setuju BOR Rumah Sakit Ditambah 30 Persen

Permintaan Kamar Pasien Covid-19 Naik, Pemkot Samarinda Setuju BOR Rumah Sakit Ditambah 30 Persen
Wali Kota Samarinda saat diwawancarai awak media mengenai penanganan Covid-19. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Permintaan Kamar Pasien Covid-19 Naik, Pemkot Samarinda Setuju BOR Rumah Sakit Ditambah 30 Persen. Misalnya saja, seperti di RSUD AW Sjahranie Samarinda, dari yang semula hanya berjumlah 334 kamar, kini ditingkat menjadi 524 kamar. Ada 3 ruangan yang diberdayakan.

Akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan menambah kapasitas bed occupancy rate (BOR) yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 minimal 30 persen di setiap rumah sakit. Penambahan ini merupakan pengalihfungsian kapasitas bed pasien umum yang dilakukan untuk menambah kapasitas bed pasien Covid-19, yang awalnya berjumlah 334 menjadi 524.

Hal ini dilakukan lantaran kapasitas ranjang bagi pasien Covid-19 yang tetsedia di Samarinda sudah over kapasitas rata-rata di atas 92,36 persen. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, arahan ini datang dari pemerintah pusat. Karena dalam penanganan Covid-19 saat ini yang paling mendesak adalah ketersediaan BOR bagi pasien.

“Makanya kami kumpulkan baik rumah sakit pemerintah kota, provinsi, dan rumah sakit swasta untuk dilakukan screening semua secara langkap. Berapa total kapasitas tempat tidurnya di rumah sakit masing-masing. Lalu dari sekian total kapasitas itu berapa kapasitas ranjang Covid-19,” terang orang nomor satu di Samarinda ini saat ditemui awak media usai rapat di kantor Wali Kota Samarinda, pada Minggu (18/7/2021).

Selain penambahan kapasitas ranjang pasien Covid-19, lanjut pria yang kerap disapa AH ini, akan dilakukan pengalihan fungsi beberapa ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, yang awalnya merupakan ruang pasien umum menjadi ruangan pasien Covid-19. Ruangan yang dimaksud yakni ruang Anggrek, Flamboyan, dan Melati.

“Kemudian ada keputusan terbaru lagi untuk ruangan Anggrek, Melati, dan Flamboyan di RSUD AWS akan menjadi unit khusus penanganan Covid-19, yang tadinya untuk pasien non covid. Mungkin mulai hari ini sampai besok, akan dilakukan penyesuaian. Pemindahan pasien dari area tersebut ke area lain. Karena kawasan itu akan dijadikan unit khusus Covid-19,” jelasnnya.

Sehingga, nantinya total keseluruhan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Samarinda akan lebih dari angka yang diperkirakan. Ia pun telah mengarahkan seluruh instansi terkait untuk melaksanakan arahan pemerintah pusat tersebut yang merupakan kewajiban nasional.

“Jadi nanti lebih dari 524. Sebenarnya karena yang itu tadi pesan terakhir, ini masih dikonsolidasi dan hari ini juga tim dari polres dan kodim akan melakukan konsolidasi data terhadap semua informasi yang masuk hari ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Melihat Galeri Foto Bersejarah di Dinding Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim dr Padilah Mante Runa, yang juga hadir dalam rapat koordinasi tersebut mengungkapkan, bahwa penambahan tempat tidur khusus Covid-19 atau BOR rumah sakit ditambah, merupakan hasil dari konversi tempat tidur penanganan non Covid-19 yang ada di rumah sakit.

“Penambahan BOR pasien Covid-19 di tiap rumah sakit, berasal dari konversi tempat tidur pasien non Covid-19 yang masih kosong dan dialihkan menjadi tempat tidur khusus pasien Covid-19 sampai 30 persen,” ujarnya.

“Semisal saat ini kapasitas tempat tidur di rumah sakit tersebut seluruhnya berjumlah 100, dan selama ini yang digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 ada 30, maka dari 70 tempat tidur lainnya diambil 30 persen lagi untuk menambah tempat tidur khusus Covid-19,” sambungnya.

Baca Juga  Aset Pemkot Samarinda Banyak Dikuasai Kelompok Elit, Andi Harun: Ini Butuh Strategi

Ia juga mengungkapkan, seluruh pimpinan rumah sakit di Samarinda baik pemerintah ataupun swasta, telah sepakat dan berkomitmen untuk memenuhi penambahan tempat tidur melalui konversi tersebut. “Ada yang menambah 50 persen hingga 80 persen, mulai hari ini sudah dilakukan peralihan,” tutupnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks