Birokrasi

Tinjau Kondisi Arsip OPD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sambangi Disdukcapil Bontang

Tinjau Kondisi Arsip OPD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sambangi Disdukcapil Bontang
Kunjungan DPK ke Disdukcapil Bontang guna lakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan kearsipan. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Tinjau kondisi arsip OPD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sambangi Disdukcapil Bontang. Pengelolaan arsip di Disdukcapil Bontang disebut sudah masuk dalam kategori kearsipan yang baik.

Akurasi.id, BontangDinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Bontang adakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang guna meningkatkan kualitas pengelolaan arsipnya.

Kepala DPK Bontang Retno Febriaryanti melalui Kepala Bidang Kearsipan Nurbaena menjelaskan, pengelolaan arsip di Disdukcapil Bontang sudah masuk dalam kategori kearsipan yang baik.

“Pengelolaan arsip di sini sudah baik, karena ada ruang record centernya, lemari roll o’pact dan ada box arsipnya. Penataannya pun cukup rapi,” ungkap Nurbaena saat ditemui usai kegiatan, Rabu (21/7/2021).

Dengan demikian, perempuan yang juga sebagai Plt Sekretaris di DPK Bontang itu berharap untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa ditingkatkan lagi. Hal tersebut juga untuk mengimplementasi aplikasi Srikandi.

Untuk diketahui, aplikasi Srikandi pada dasarnya merupakan integrasi antara pengelolaan arsip dinamis secara instansional berbasis digital melalui aplikasi SIKD dan secara nasional pada kementerian lembaga dan pemerintah daerah.

“Seluruh OPD dalam pengelolaan arsipnya kita berharap bisa ditingkatkan, karena terkait dalam implementasi Srikandi. Salah satunya di Capil yang kami coba untuk pengaplikasian Srikandi,” harapnya

Dia juga mengucapkan terima kasih untuk tim pengurus arsip yang ada di Disdukcapil Bontang. Dengan demikian dia berharap apa yang LKD sampaikan selaku pembimbing bisa memberikan semangat agar yang direkomendasikan ditindaklanjuti.

“Mereka juga sudah berusaha, dari 31 OPD, Disdukcapil diurutan ke 5 di Gagas tahun 2020 lalu. Untuk sarananya ada, cuma terkendala di SDM karena sangat kurang arsiparis di Kota Bontang,” ungkapnya.

Baca Juga  Operasional Rumah Sakit Terseok-Seok, Pemkot Samarinda Ajukan Dana Talangan ke Gubernur Kaltim

Sementara di waktu yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan DPK Bontang, Hapidah Basri Rase mengungkapkan, Monev ini adalah komitmen LKD melakukan pembinaan kearsipan OPD. “Dengan adanya audit, monitoring evaluasi, dan juga lomba Good Archival Governance Award (Gagas), merupakan komitmen dari kami,” katanya.

Lanjutnya, untuk kegiatan-kegiatan kearsipan, pihaknya dari bidang kearsipan berupaya agar OPD-OPD yang ada di Bontang untuk melengkapi arsipnya masing-masing.

“Ketika arsip itu tertata, temu baliknya akan mudah. Saya berharap agar kerja sama antara kepala dinas terkait kebijakan, lalu ke sekretaris, Kasubbag umum, dan didukung oleh unit pengelola kearsipan di Disdukcapil agar bersama mengelola arsip dengan baik,” harapnya.

Baca Juga  Mengenal Pengelolaan Arsip Statis di LKD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang

Dia juga menyarankan untuk menyediakan persediaan penghancur kertas yang berskala besar. Untuk mendukung pemusnahan arsip. “Karena arsip harus dicacah, tidak boleh dibakar. Mari kita bersama memperbaiki dan memiliki kepedulian dalam pengelolaan arsipnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks