BirokrasiHeadline

Jembatan Mahkota II Dibuka Lagi, Berubahnya Nama ke Ahmad Amins, Andi Harun: Ini Masih Terbatas

Jembatan Mahkota II Dibuka Lagi, Berubahnya Nama ke Ahmad Amins, Andi Harun: Ini Masih Terbatas
Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama istri Wali Kota Samarinda ke-8 Aminah Amins saat meresmikan pembukaan sekaligus penamaan Jembatan Mahkota II menjadi Jembatan Ahmad Amins. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Jembatan Mahkota II Dibuka Lagi, Berubahnya Nama ke Ahmad Amins, Andi Harun: Ini Masih Terbatas. Wali Kota Samarinda terbilang cukup berhati-hati dalam mengizinkan pembukaan Jembatan Ahmad Amins. Dia menyandarkan semuanya setelah melakukan hasil kajian dan telaah mendalam.

Akurasi.id, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun telah membuka kembali Jembatan Mahkota II yang menghubungkan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan dengan Kelurahan Simpang Pasir, Palaran pada Kamis (10/6/2021).

Pembukaan kembali Jembatan Mahkota II ini sekaligus peresmian nama jembatan menjadi Jembatan Achmad Amins. Turut hadir dalam agenda itu, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi serta pejabat lainnya di lingkungan Pemkot Samarinda.

Kepada awak media, Andi Harus menjelaskan, penamaan Jembatan Mahkota II menjadi Jembatan Achmad Amins adalah bentuk apresiasi dan penghargaan warga Samarinda kepada mantan wali kota Samarinda ke-8 yang menjabat pada medio 2000-2005. Mendiang sebagai pencetus ide di balik pembangunan jembatan itu.

“Penyelesaian pembuatan jembatan ini butuh perjuangan yang panjang, hingga memakan waktu lebih dari 10 tahun sejak tahun 2003. Sehingga, saya rasa sangat beralasan jika kita dedikasikan nama Pak Achmad Amins sebagai nama jembatan ini. Sebagai warga yang pandai menghargai tokoh-tokoh yang berjasa kepada Samarinda,” tuturnya.

Disaat bersamaan, Andi Harun menyampaikan, penutupan sementara Jembatan Achmad Amins itu sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menjaga keselamatan warganya. Yang mana sekitar bulan April 2021 lalu telah terjadi keretakan atau longsor pada areal pylon jembatan yang ada di sisi Kelurahan Simpang Pasir, Palaran.

Jembatan Kembali Dibuka Meski Terbatas

Baca Juga  Batal Berangkat Haji, Calhaj Tarik Setoran Pelunasan Dana Haji, Kemenag: Tidak Pengaruhi Kursi Antrean Jemaah

Kendati demikian, setelah pemkot melakukan pengecekan bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dipertimbangkan hasil pengukuran deformasi, analisa struktur, dan perbaikan retak yang telah dilakukan, menyatakan pondasi jembatan masih dikatakan aman. Dengan catatan harus ada monitoring deformsi secara berkala.

Oleh sebab itu, pembukaan Jembatan Achmad Amins pun dilakukan secara terbatas. Andi Harun menerangkan, kendaraan yang boleh melintas hanya kendaraan roda 2 dan roda 4 untuk penggunaan pribadi. Sementara untuk truck dengan segala jenisnya tidak diperbolehkan.

“Meskipun truk tersebut untuk penggunaan pribadi, tetap dilarang tanpa terkecuali. Namun, peraturan ini tidak berlaku bagi mobil ambulance dan mobil angkut jenazah. Maka dari itu saya minta kepada DPUPR, Dishub, dan kepolisian untuk monitoring,” terangnya.

Sedangkan untuk pembukaan jembatan secara total, orang nomor satu di Kota Tepian itu menyatakan, akan dilakukan setelah pekerjaan pengamanan di sekitar daerah projek selesai. Biaya perawatan itu sendiri nantinya akan menelan anggaran hingga Rp50 miliar.

Baca Juga  Serapan Anggaran Rendah, DPUPR Sebut Terkendala Perubahan Aturan

“Maka dari itu, saya imbau kepada masyarakat, agar sama-sama mengawasi penggunaan jembatan, karena ini milik bersama. Demi keselamatan seluruh warga Kota Samarinda,” ajaknya.

Istri Wali Kota Samarinda ke-8, Aminah Amins menyampaikan, dirinya senang dengan penamaan Jembatan Mahkota II menjadi Jembatan Achmad Amins. Dia merasa bersyukur, karena perjuangan suaminya dalam mengupayakan jembatan tersebut diapresiasi pemerintah.

“Semoga jembatan ini dirawat dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat. Dulu kami memikirkan tahun 2000-an, kalau jembatan tidak dibangun lagi, pasti pada 2010-an Samarinda akan macet. Karena Samarinda semakin padat, menambah jembatan adalah solusi paling baik,” katanya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks