Birokrasi

Seleksi Sekprov Kaltim Dibuka, Dewan Ingatkan Sesuai Mekanisme dan Tepat Waktu

Seleksi Sekprov Kaltim Dibuka, Dewan Ingatkan Sesuai Mekanisme dan Tepat Waktu
Sekprov Kaltim M Sabani menyampaikan bahwa seleksi Sekprov Kaltim telah dimulai dan ditenggat rampung akhir Desember 2021. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Seleksi Sekprov Kaltim dibuka, dewan ingatkan sesuai mekanisme dan tepat waktu. Seleksi akan berakhir pada tanggal 28 Desember 2021, di mana akan diumumkan 3 orang calon peserta yang masuk 3 besar, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Gubernur dengan menyampaikan hasil tersebut pada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

Akurasi.id, Samarinda Seleksi Sekprov Kaltim dibuka. Pemprov Kaltim melaksanakan seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah Kaltim, Senin (8/11/2021). Seleksi ini dilaksanakan untuk mencari pengganti Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim M Sa’bani yang akan memasuki batas usia pensiun pada tanggal 1 Februari 2022 mendatang.

Dalam melaksanakan seleksi JPT Madya Sekprov Kaltim ini, pemprov berpedoman kepada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang pengisian JPT secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS.

Baca Juga  Dewan Kritisi Pemerintah, Pemprov Disebut Tak Lagi Dengar Masukan

Koordinasi dengan KASN telah dilaksanakan dan atas dasar hal tersebut Gubernur Kaltim telah membentuk panitia seleksi yang diketuai oleh Plt Kepala BKN yang beranggotakan 4 Pejabat Eselon I dari Kementerian PANRB, LAN, Kemendagri, dan Pemprov Kaltim.

“Kegiatan seleksi akan dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan dengan waktu efektif selama 24 Hari Kerja,” kata Sekprov Kaltim M Sa’bani sebagai Sekretaris Pansel, saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (9/11/2021).

Dikatakannya, pansel sudah mulai menerima pengajuan berkas pendaftaran sejak dibukanya pendaftaran sejak kemarin. Penerimaan berkas akan dilaksanakan sampai 26 November 2021 (15 hari kerja).

Seleksi akan berakhir pada tanggal 28 Desember 2021, di mana akan diumumkan 3 orang calon peserta yang masuk 3 besar, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Gubernur dengan menyampaikan hasil tersebut pada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

Baca Juga  Dewan Kritisi Pemerintah, Pemprov Disebut Tak Lagi Dengar Masukan

“Kami target akhir Desember ini selesai dan mengirim 3 nama. Nanti tergantung ketentuan presiden untuk menetapkan Sekprov terpilih dan dilantik pada akhir Januari 2022,” ucapnya.

Sesuai ketentuan, seleksi JPT Madya Sekda Provinsi Kaltim dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS pada tingkat nasional. Jadi siapa saja yang memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam pengumuman pansel dipersilakan untuk mendaftar dan berkompetisi untuk menjadi Sekprov.

Adapun persyaratan yang harus dilengkapi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui alamat web bkd.kaltimprov.go.id dan selter-jpt.kaltimbkd.info. Pendaftaran dilakukan secara online dan panitia seleksi tidak menerima berkas fisik.

Baca Juga  Dewan Kritisi Pemerintah, Pemprov Disebut Tak Lagi Dengar Masukan

Kemudian, seleksi akan dilaksanakan dengan sistem gugur, yang diumumkan peserta yang lulus seleksi administrasi, seleksi kompetensi dan terakhir pengumuman hasil seleksi. Seluruh kegiatan seleksi akan dilaksanakan di Samarinda kecuali seleksi kompetensi menggunakan assessment center akan difasilitasi oleh BKN di Jakarta.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, seleksi memiliki mekanismenya sendiri. Dalam hal ini, ia berharap nantinya akan terpilih Sekprov berdasarkan kapasitas dan kemampuan. “Tetapi yang paling penting adalah pola komunikasi dengan semua pihak,” kata dia.

Baca Juga  Dewan Kritisi Pemerintah, Pemprov Disebut Tak Lagi Dengar Masukan

Sedangkan untuk tahapan, Samsun mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengawasan kepemerintahan secara keseluruhan di Kaltim yang menjadi salah satu fungsi dewan.

“Namun kalau dilibatkan atau tidak nanti kelihatannya tidak terlalu penting karena disitu juga aturannya memang tidak harus melibatkan dewan, tapi DPR sebagai lembaga yang berfungsi melakukan monitoring, pasti memantau semuanya,” tuturnya.

Baca Juga  Dewan Kritisi Pemerintah, Pemprov Disebut Tak Lagi Dengar Masukan

Namun demikian, anggota DPRD dari Fraksi Partai PDI-P ini juga berharap agar seleksi dalam dilakukan dengan tepat waktu sebelum berakhirnya masa jabatan. “Kami ingin seleksinya sesuai dengan mekanisme yang ada, benar, dan tepat waktu. Jangan molor, sehingga timsel mempunyai waktu yang cukup untuk menyeleksi calon Sekprov yang terbaik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi
Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks