Birokrasi

Dari Sidak Pelabuhan Harapan Baru, Andi Harun: Jika Dikelola Baik, Ada Potensi PAD di Sana

 

Dari Sidak Pelabuhan Harapan Baru, Andi Harun: Jika Dikelola Baik, Ada Potensi PAD di Sana
Wali Kota Samarinda, Andi Harun melakukan sidak di Pelabuhan Harapan Baru Samarinda, Rabu (9/6/2021). (Istimewa)

Dari Sidak Pelabuhan Dermaga Harapan Baru, Andi Harun: Jika Dikelola Baik, Ada Potensi PAD di Sana. Menurut Wali Kota Samarinda, salah satu yang harus dibenahi di pelabuhan itu, yakni terkait aturan penetapan tarifnya. Lantaran, tarif yang ada sekarang dinilai terlalu murah.

Akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait aset pemerintah. Salah satunya yakni di Pelabuhan Dermaga Harapan Baru yang berada di Tepian Sungai Mahakam pada Rabu (9/6/2021).

Dalam sidak tersebut, bersama pejabat pemkot lainnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin langsung proses sidak. Dia turut memeriksa kapal tugboat dan kapal ponton berisi batu bara yang tengah bersandar di pelabuhan.

“Ini pertama kalinya saya kunjungi pelabuhan ini semenjak jadi wali kota, dan saya juga sempat memeriksa kapal-kapal yang bersandar,” kata Andi Harun saat ditemui awak media, Rabu (9/6/2021).

Andi Harun melihat Pelabuhan Harapan Baru, merupakan aset pemerintah yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda, apabila dikelola secara baik dan sistem yang tertata.

“Jika kita kembangan, saya yakin pelabuhan ini bisa menjadi salah satu aset yang dapat berkembang, tidak hanya kapal batu bara, tapi juga komoditas lain seperti kapal minyak, kapal barang retil, dan kapal peti kemas,” tuturnya.

Disela-sela sidak, pria yang kerap disapa AH itu juga sempat mempertanyakan biaya tarif sewa pelabuhan yang terbilang sangat murah. Menurutnya, dengan potensi PAD di pelabuhan itu, semestinya bisa dikelola dengan baik lagi.

Baca Juga  Melihat Jenis Layanan dan Tata Tertib Pelayanan Kearsipan DPK Bontang

“Ponton satu hari Rp100 ribu, tugboat Rp75 ribu, dan kapal kayu Rp35 ribu, ini kan sangat murah. Bandingkan dengan pelabuhan yang lain bahkan swasta, hitungannya sudah memakai banyak muatan, dan hitungannya permenit,” imbuhnya.

Mengenai hal itu, AH pun telah meminta OPD terkait seperti BPKAD dan Bapenda Samarinda untuk membuat formulasi baru. Sehingga dapat meningkatkan fungsi pelabuhan dan menjadi kantong PAD Samarinda yang bagus.

“Pengembangannya bisa melalui kerja sama dengan pihak swasta, atau dari APBD Samarinda. Yang jelas, saat ini kita lakukan dulu kajian-kajian pemanfaatan secara ekonomis, karena tidak banyak kita memiliki tempat strategis seperti ini,” tutup AH. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks