Hard NewsHeadline

Bocah Korban Penganiayaan Pasangan Sejenis Menghembuskan Napas Terakhirnya

Ibunda Arjuna saat mengiringi kepergian buah hatinya di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie, Rabu (2/10/10) sore. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Bocah berusia 6 tahun yang menjadi korban penganiayaan pasangan sejenis, menghembuskan napas terakhir, di ruang PICU, RSUD AW Sjahranie, Rabu (2/10/19) pukul 16.00 Wita, setelah sempat menjalani perawatan intensif oleh empat orang dokter yang menjaganya. Sebut saja namanya Arjuna, bocah malang ini terkulai lemah semenjak dirinya, dilarikan ke rumah sakit terbesar di Benua Etam –sebutan Kaltim-, sejak Senin (30/10/19) lalu.

Baca Juga: Dititipkan ke Tante, Bocah 6 Tahun Kritis Setelah Dianiaya Pasangan Lesbi

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Arjuna selalu dalam keadaan koma tak sadarkan diri. Luka lebam di sekujur tubuhnya, diperparah dengan luka berat bagian kepala. Hingga menyebabkannya mengalami, mati batang otak (MBO) dalam istilah medis dan membuatnya meregang nyawa.

Kepada awak media, Humas RSUD Abdul AW Sjahranie, Dr. Arysia Andhina menuturkan, saat dalam masa perawatan di hari ketiga Arjuna dirawat, kondisinya menurun drastis pada, Rabu (02/10/10) paginya.

Tim dokter menemukan ada bekuan darah dibagian kepala. Segala upaya telah dilakukan, mulai dari tindakan bedah otak (kraniotomi) hingga pemasangan alat bantu pernapasan (ventilator).

“Akibat luka tersebut, menyebabkan MBO (mati batang otak) hingga membuat korban (Arjuna) meninggal dunia,” kata Sisi – sapaan akrab Dr. Arysia Andhina.

Ibu Korban Tolak Lakukan Otopsi

Tampak korban mendapatkan perawatan medis sebelum menghembusnakan nafas terakhir. (Istimewa)

Setelah sepeninggalan Arjuna, keluarga yang sedang dirundung duka belum mau memberikan keterangannya kepada awak media. Bahkan untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian, Ibunda korban menolak untuk menjalani otopsi kepada jenazah putra laki-lakinya itu.

“Tadi mau diadakan otopsi dan sudah disampaikan kalau keluarga tidak berkenan,” ucap Ipda Suharyanto Kanit Reskrim Polsek Sanga-Sanga, Kutai Kertanegara (Kukar) saat dijumpai di ruang jenazah RSUD AW Sjahranie.

Meski tak mendapatkan hasil otopsi, kata Suharyanto, pihaknya akan tetap menjerat tersangka SA (23) yang tak lain merupakan pasangan sejenis dari tante Arjuna, yakni MS (17), dengan mengenakan pasal berlapis, karena Arjuna mendapatkan penganiayaan hingga meninggal dunia.

“Tersangka (SA) akan dikenakan pasal 80 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun kurungan,” imbuhnya.

Satu Orang Masih Sebatas Saksi

Sedangkan untuk, MS tante Arjuna, saat ini masih berstatus sebagai saksi. Lantaran pihak kepolisian belum menemukan sejumlah bukti keterlibatannya dalam kasus ini. Setelah ini, rencananya jenazah Arjuna akan diberangkatkan ke rumah duka, yang beralamat di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kukar, menggunakan ambulans.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi saat orang tua korban menitipkan anaknya ke tante korban. MS diketahui sebagai pasangan sesama jenis dengan SA. Keduanya tinggal tidak jauh dari kediaman korban. Dari seorang sumber terpercaya yang berhasil didapatkan, Akurasi.id, Arjuna menjadi tempat pelampiasan amarah SA, yang merasa kesal kepada ibu korban.

“Tersangka kesal, karena ibu korban seperti bersikap tidak perduli dan terus menitipkannya,” ucap sumber tersebut.

Meski kesal. Tersangka mulanya sempat mengembalikan Arjuna ke kediaman neneknya. Namun saat itu sang nenek mengembalikannya lagi dengan alasan telah percaya kepada SA sepenuhnya. “Ibu korban ini memiliki dua anak. Yang pertama dititipkan dengan neneknya. Dan yang kedua dengan tantenya,” imbuh sumber itu kepada Akurasi.id.

Tersangka diketahui menganiaya korban menggunakan ikat pinggang yang terbuat dari kulit warna coklat, gantungan baju dari bahan plastik hingga sepatu cat warna abu-abu putih. Yang membuat korban hingga tak sadarkan diri, hingga harus ia menemui ajal di usia yang sangat dini. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (4 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close