HeadlineHukumIsu Terkini

Breaking News: Demi Kepentingan Penyelidikan, Polisi Bongkar Makam Yusuf

bongkar makam yusuf
Proses awal pembongkaran makam mendiang jenazah Ahmad Yusuf Ghazali. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sesuai yang direncanakan, Selasa (18/2/20) pagi tadi, tepatnya pukul 09.07 Wita, aparat kepolisian dari Tim Inafis Mabes Polri yang dipimpin Kombes Pol, dr Sumy Hastry melakukan proses autopsi dari jenazah mendiang Ahmad Yusuf Ghazali (4) di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Jalan Damanhuri, Sungai Pinang.

baca juga: Tim Forensik Mabes Polri Turun Tangan, Ambil Alih Autopsi Jenazah Yusuf Bocah Tanpa Kepala

Prosesi lanjutan dari kasus kematian balita Yusuf ini, Hastry didampingi oleh jajaran Polda Kaltim dan Polresta Samarinda yang disaksikan pihak keluarga dari Bambang Sulistyo selaku ayah kandungnya. Dari pantauan di lapangan, sebelum melakukan pembongkaran makam, polisi sudah melakukan pengawalan ketat di seputaran lokasi sejak pukul 08.00 Wita tadi.

Tak hanya pagar betis dari aparat berseragam coklat. Untuk benar-benar mensterilkan area, polisi juga membentang ‘police line’. Mobil Tim Inafis Polresta Samarinda pun terpantau sudah bersiaga lebih dulu sembari menyambut kedatangan dr Hastry. Selain aparat kepolisian, petugas Kejaksaan Samarinda, namun Melisari sang ibunda Yusuf tak tampak pada pembongkaran hari ini.

bongkar makam yusuf
Polisi saat menggotong jenazah mendiang Yusuf menggunakan kantong mayat kuning menuju bilik autopsi. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Sebelum melaksanakan pembongkaran makam, pertama-tama Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda M Ridwan membacakan surat putusannya. Di dalam map merah tersebut bertuliskan ‘sesuai dengan laporan kepolisian pada 23 November 2019 silam, polisi telah melakukan proses penyelidikan dan telah ditingkatkan kepada proses penyidikan untuk menindaklanjuti kasus kematian Yusuf.

Dengan posisi berdiri di atas makam, Ridwan membacakan putusan kalau rangkaian autopsi hari ini merupakan bentuk kesepakatan yang telah diajukan oleh pihak keluarga.

“Dengan adanya permintaan lanjutan autopsi, maka kami dari kepolisian merespons dengan melaksanakannya dengan tim Mabes Polri,” terang Ridwan.

Selain itu, lanjut Ridwan, sebelum proses pembongkaran, serah terima dan penyitaan kuburan mendiang Yusuf juga telah sesuai prosedur kejaksaan.

“Apakah benar ini kuburan dari anak kita mendiang Yusuf?” tanya Ridwan.

“Baik, karena ini benar kuburannya maka akan kita mulai proses pembongkaran, dan diminta bagi yang tidak berkepentingan untuk turun mensterilkan area,” sambungnya.

Setelah area dirasa steril, penggali makam mulai bekerja di dampingi jajaran kepolisian. Sekira 20 menit berselang, petugas mengeluarkan kantong jenazah berwarna kuning untuk memasukkan jenazah Yusuf. Setelah dievakuasi, polisi kemudian menuruni pemakaman menuju bilik gajeboh yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemeriksaan lebuh lanjut.

Sementara itu, Bambang Sulistyo yang dijumpai membenarkan jika pembongkaran ini merupakan hasil kesepakatan bersama pihak keluarga. Selain itu, Bambang juga mengharapkan dari proses autopsi ini, pihak kepolisian bisa menemukan dengan pasti titik terang penyebab kematian Yusuf.

“Karena ini yang selama ini menjadi beban keluarga. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa penyebab kematiannya? Apa karena terseret banjir atau ada indikasi lainnya,” jelas Bambang.

Pada proses autopsi hari ini pun, kata Bambang, pihak keluarga terus melakukan komunikasi dengan aparat kepolisian.

“Mudahan hari ini lancar dan tidak ada hujan,” harapnya.

Dengan raut tegar menahan sedih, Bambang menghadiri proses autopsi hari ini tanpa ditemani sang istri Melisari. Ibunda Yusuf ini diketahui sedang ada kegiatan penting lain yang tak bisa ditinggalkan. Selain itu, karena pembongkaran  ini juga ditakutkan bisa mengganggu psikologis dari sang ibu Melisari.

“Takut juga kalau nanti pas liat dibongkar malah kenapa-kenapa,” ungkapnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Bagi keluarga, jalan ini merupakan yang terbaik agar menemukan titik terang dari kematian sang buah hati. Apapun hasilnya nanti, apakah akan berindikasi sama dengan dugaan awal, yakni terseret arus banjir atau ada dugaan tindak kriminalitas, pihak keluarga mengaku akan sepenuhnya menerima semua hasil tersebut dengan lapang dada.

“Apapun hasilnya kami akan menerima,” tutupnya.

Setelah setengah jam berlalu, tim forensik masih terus melakukan proses autopsi di bilik gazebo pemakaman dengan berbalut kain coklat. Sesekali, terdengar suara mesin yang dinyalakan dari bilik. Sepertinya tim forensik melakukan pembedahan pada sisa tulang mendiang Yusuf. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus melakukan pengawalan ketat di seputar pemakaman karena rangkaian autopsi masih terus berjalan. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close