HeadlineIsu Terkini

BREAKING NEWS: Sebanyak 1.524 Warga Bontang Masuk Monitoring Wabah Virus Corona

1.524 warga bontang
Tercatat ada 1.524 warga Bontang yang masuk dalam status monitoring wabah corona. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Bontang – Diumumkannya salah seorang warga Bontang yang positif wabah corona, membuat Pemerintah Bontang langsung mengambil langkah sigap. Lantaran, sejak 18 Maret hingga 23 Maret 2020, tercatat ada sekitar 1.524 warga Bontang yang masuk dalam status monitoring virus corona.

baca juga: BREAKING NEWS: Wali Kota Bontang Neni Tetapkan KLB Wabah Corona, Ungkap Kronologis Awal Pasien

“Hingga dengan 23 Maret 2020, terdapat sebanyak 1.524 orang warga Bontang yang masuk status monitoring. Mereka melaporkan kondisinya melalui call centar maupun WhatsApp,” ungkap Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Senin (23/3/20).

Dari status orang dalam pemantauan (ODP), dari semula berjumlah 9 orang, kini tinggal 7 orang. Dari ke 7 orang itu, melakukan rata-rata dilakukan pemantauan mandiri di rumah mereka masing-masing. Dari 7 ODP itu, sebabyak 2 orang di antaranya sedang menunggu hasil pemeriksaan kesehatan.

“Untuk status PDP (pasien dalam pengawasan) ada 1 kasus. Ada 1 peningkatan dari ODP ke PDP. Untuk hasil lebih lanjutnya, kami sedang menunggunya, apakah positif atau negatif,” jelasnya.

Untuk daftar PDP asal Kutim yang dirujuk di RSUD Taman Husada Bontang, telah dikeluarkan dari daftar PDP Bontang. Dengan demikian, hingga 23 Maret 2020, warga Bontang dengan status positif corona baru 1 orang.

“Yang menunggu hasil pemeriksaan spesimen 3 orang. Tiga ini sudah kami lakukan suspect untuk diperiksa lebih lanjut. Hasilnya belum kami ketahui lagi,” katanya.

Sebagai upaya penangganan dini jika ada lonjakan pasien corona, baik ODP maupun PDP dan positif corona, Neni mengaku, pemerintah telah menyiapkan Stadion Taman Prestasi. Kemudian ada juga Rusunawa Guntung yang belum terpakai hingga saat ini. Di situ terdapat 50 kamar.

Selain itu, disinfektan di tempat yang pernah di singgahi pasien positif corona juga akan segera dilakukan dan menjadi prioritas. Begitu juga untuk sarana publik lain, seperti masjid, gereja, dan sekolah.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Tempat-tempat yang terindikasi di singgahi pasien, akan kami lakukan tracing, untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,” tuturnya.

Neni mengimbau, agar masyarakat mematuhi social distencing. Menghindari keramaian. Membatasi jarak dengan orang lain. Bekerja dan belajar di rumah. Meminimalisir bersentuhan dengan orang lain. Serta menunda kegiatan massal. Untuk memutus mata rantai dari orang ke orang. (*)

Penulis: Ninsi Sri Rahayu
Dilengkapi: Dirhanuddin
Editor: Dirhanuddin



Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close