Hard NewsHeadline

BTP Mendambakan Kaltim sebagai Ibu Kota Negara

BTP Mendambangkan Kaltim Sebagai Ibu Kota Negara
Basuki Tjahaja Purnama. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai kandidat ibu kota negara yang akan menggantikan DKI Jakarta bukanlah isu baru. Nama provinsi yang sumber daya alam ini telah disebut-sebut tokoh nasional untuk dijadikan ibu kota negara.

Tak terkecuali di mata Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Hal itu disampaikannya dalam lawatannya di acara dialog yang digagas Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) di Ballroom Mesra International Hotel and Resort, Sabtu (13/7/19). BTP lebih memilih Kaltim sebagai ibu kota negara ketimbang provinsi lain yang kerap digadang-gadang pemerintah pusat.

“Kalau saya disuruh menentukan provinsi mana yang cocok jadi ibu kota baru, saya sih pilih Kaltih,” ucapnya.

Tetapi politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini buru-buru mengingatkan, pendapatnya disampaikan atas pandangan pribadi. Tak berkaitan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebenarnya saya ke sini tidak mewakili atau bukan utusan dari pak Jokowi. Nanti pada salah paham. Ini tidak ada hubungannya dengan pak Jokowi. Karena keputusannya ada di beliau,” tegasnya.

Beberapa pertimbangan BTP memilih Kaltim sebagai ibu kota negara antara lain ketersediaan pelabuhan laut dan pariwisata. Alasannya, pelabuhan dibutuhkan karena akan banyak orang yang datang ke ibu kota negara.

“Saya kira Kaltim yang punya pelabuhan. Belum lagi kita membuat dermaga-dermaga marina. Itu kapal-kapal mewah, orang-orang kaya bisa bersandar di situ. Hampir semua negara di Norwegia dan Firlandia, semua punya [dermaga-dermaga marina] itu,” terangnya.

Dari segi pariwisata, BTP berpendapat, Kaltim memiliki kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi pariwisata unggulan. Di taman nasional ibu kota negara dapat dibangun perkampungan Dayak yang mencontoh kehidupan suku tersebut.

“Kampung Dayak persis seperti zaman dulu. Tidak ada listrik, tidak ada toilet, tidak ada apa-apa. Di situ jadi tempat wisata. Siapa yang bersedia tinggal di situ atau sebagai relawan, ya balik ke sana. Di situlah turis akan datang,” sarannya.

Selain itu, ibu kota harus didukung perekonomian yang kuat. Dia melihat Kaltim ditopang sumber daya dan infrastruktur ekonomi yang memadai. Pondasi perekonomian yang kokoh dijadikan variabel penting karena ibu kota akan menarik banyak investor.

“Tidak mungkin satu ibu kota dibangun tanpa ekonomi. Begitu bangun hotel, apartemen, mal, siapa yang belanja kalau rakyatnya enggak punya uang?” sebutnya. (*)

Penulis/Editor: Ufqil Mubin

5/5 (5 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close