HukumIsu Terkini

Cari Potongan Tubuh Jenazah Balita Tanpa Kepala, Petugas Gabungan Sisir Sungai

Potongan Tubuh
Tim gabungan polisi dan relawan melakukan penyisiran untuk mencari potongan tubuh jenazah yang diduga masih tertinggal. (Muhammad Upi/akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Menelusuri dugaan kematian jenazah balita tanpa kepala dan bagian tubuh lainnya akibat peristiwa banjir, tim gabungan dari unsur kepolisian dan relawan melakukan penyisiran sejauh 2,5 kilometer.

Tim gabungan ini diketahui berkumpul di lokasi awal penemuan jenazah, tepatnya di Jalan Antasari II, Gang 3, RT 30, Kecamatan Samarinda Ulu pada aliran drainase besar eks Anak Sungai Karam Asam, Senin (9/12/19) sekitar pukul 10.00 Wita.

Baca Juga: Jasad Balita Tanpa Kepala Bikin Geger, Betulkah Yusuf Bocah yang Sudah Hilang Dua Pekan Lalu?

Tim gabungan diketahui bergerak secara bergantian, menggunakan satu perahu fiber warna oranye, yang mampu mengangkut lima orang. Sisanya melakukan pengamatan dari permukaan air. Petugas gabungan ini terus bergerilya selama lebih kurang 7 jam lamanya,  dengan luas pencarian sekitar 2,5 kilometer. Dengan titik akhir di kawasan Juanda 4.

Baca Juga: Usut Temuan Jenazah Balita Tanpa Kepala, Polisi Gelar Pra Rekonstruksi di PAUD Yusuf Menghilang

Saat itu, tim gabungan diketahui berjumlah 30 orang. Jika dugaan kuat mengarah kepada jenazah yang diduga Yusuf meninggal karena banjir, tentu di sepanjang aliran sungai kuat kemungkinan tim akan menemukan potongan tubuh yang menghilang.

Setiap tumpukan tak luput dari pemeriksaan tim gabungan ini. Bahkan pencarian hingga di bagian dasar aliran eks anak sungai ini dengan menggunakan tongkat panjang.

“Kami upayakan pencarian semaksimal mungkin. Baik di dasar air maupun di permukaan,” ucap Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto di lokasi pencarian.

Joko juga menuturkan, kondisi air yang keruh akibat sedimentasi dan kedalaman air yang bervariasi menyulitkan upaya pencarian. “Kami coba mencari dengan manual, seperti menggunakan tongkat panjang,” imbuhnya.

Meski telah menyusuri setengah dari panjang aliran air ini, namun pencarian petugas gabungan belum membuahkan hasil.

MAHYUNADI

“Upaya hari ini belum membuahkan hasil. Kita akan lanjutkan besok lagi dari titik terakhir penyisiran,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, pada Senin pagi ini upaya dari pihak kepolisian ialah menggelar pra rekonstruksi, yang mana tujuannya untuk memastikan kejadian hilangnya Yusuf.

Sebagai informasi tambahan, jenazah balita yang diperkirakan berusia 4 tahun dan diduga merupakan jasad Yusuf yang menghilang lebih dari dua pekan lalu, ditemukan pada Minggu pagi kemarin tanpa kepala, organ dalam serta tangan dan kaki. Meski sempat tarik ulur dengan polisi untuk melakukan autopsi, namun jenazah bocah malang yang belum teridentifikasi sepenuhnya ini telah dikebumikan malam tadi sekitar pukul 21.00 Wita. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks