HeadlinePolitik

Catat!! Program Beasiswa hingga Stimulasi Pendidikan bagi Pelajar Akan Diprioritas Mahyunadi Jika Jadi Bupati Kutim

Catat!! Program Beasiswa hingga Stimulasi Pendidikan bagi Pelajar Akan Diprioritas Mahyunadi Jika Jadi Bupati Kutim
Calon Bupati Kutim Mahyunadi saat bercengkrama dengan warga saat bertandang ke Desa Sepaso, Bengalon. (Dok Tim Mahyunadi)

Akurasi.id, Sangatta – Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan juga menjadi salah satu syarat untuk meningkatkan kualitas masyarakat di suatu daerah. Hal itu pun telah ikut dipikirkan Calon Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi. Nah, program beasiswa hingga stimulasi pendidikan bagi pelajar akan dipriortaskan Mahyunadi jika jadi bupati Kutim nantinya.

baca juga: Bertandang ke Rantau Pulung, Mahyunadi Ingin Ada Program Dana Sosial Rp50-100 Juta per RT

Hal itu diutarakan Mahyunadi ketika bertandang ke Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kamis (9/7/20) lalu. Selain warga Desa Sepaso Barat, kehadiran Mahyunadi pun mendapatkan sambutan hangat dari warga Sepaso Timur dan Sepaso Selatan.

Di hadapan ratusan warga yang hadir pada pertemuan, Mahyunadi bertutur, pembangunan di Kutim tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang ada. Kutim membutuhkan SDM unggul agar kekayaan alam tersebut bisa dikelola secara optimal.

“Salah satu cara mencetak SDM unggul adalah melalui dunia pendidikan. Dan insyaallah itu yang akan saya perjuangkan bersama H Lulu Kinsu sebagai wakil bupati, jika diamanahkan memimpin pembangunan Kutim,” kata pria yang pernah menjabat ketua DPRD Kutim ini.

Dia mengungkapkan, pada 2019 lalu, Kutim mendapat penghargaan bidang pendidikan, dengan dianugerahi Ki Hajar Dewantara Award dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Namun sayangnya, menurut dia, penghargaan tersebut tidak dibarengi dengan kondisi real di lapangan.

Hal itu dapat dilihat dengan masih banyak bangunan sekolah yang tidak memadai, terutama di daerah pedalaman dan pesisir. Masih ada sekolah tanpa guru PNS yang aktif, dan masih ada siswa dengan sepatu dan tas sekolah yang robek.

“Insyaallah, bila masyarakat mengamanahkan saya sebagai bupati Kutim, maka saya akan mendorong semaksimal mungkin, agar pemerintah hadir untuk membenahi kondisi tersebut,” ucapnya.

Yang tidak kalah penting menurut anggota Komisi III DPRD Kaltim itu, pemerintah juga harus meringankan beban orangtua pelajar dalam menyekolahkan anaknya. Salah satunya melalui program beasiswa. Nantinya, program beasiswa tidak hanya diperuntukkan bagi siswa berprestasi.

“Anak-anak dari keluarga tidak mampu, tetapi memiliki semangat untuk belajar juga akan menjadi prioritas pemerintah melalui program beasiswa ini,” cakap pria yang karib disapa Yunat ini.

Sebagai bentuk stimulasi pendidikan bagi para orangtua, pemerintah Kutim di bawah kepemimpinannya nanti, akan mendorong program pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru. Sehingga dana yang dimiliki orangtua bisa dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Untuk mewujudkan hal itu, memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Tapi saya kira hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Alokasi anggaran pendidikan di Kutim yang bersumber dari APBD mencapai 20 persen atau setara Rp400 miliar setiap tahunnya. Saya akan berusaha sekuat tenaga agar anggaran pendidikan itu tepat sasaran,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar itu memastikan, anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung terciptanya sarana dan prasarana belajar, peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan mutu tenaga pendidik dan lain-lain yang bersifat penunjang kemajuan dunia pendidikan.

Selain itu, guru akan menjadi perhatian utama, jika Mahyunadi diberi amanah memimpin Kutim. Sebab, guru adalah sumber pencetak SDM unggul yang sangat dibutuhkan untuk kemajuan Kutim.

“Artinya, guru tidak cukup hanya dijadikan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Lebih dari itu, saya ingin menjadikan guru sebagai pahlawan penuh tanda jasa,” tegasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close