Covered StoryHeadline

Potret Kehidupan Warga Binaan, Mimpi Remisi di Balik Kepadatan Rutan hingga Olah Skill Modal Selepas Tahanan

Potret Kehidupan Warga Binaan, Mimpi Remisi di Balik Kepadatan Rutan hingga Olah Skill Modal Selepas Tahanan
Diusia yang kian senja, tidak menyurutkan semangat sejumlah warga binaan Rutan Kelas IIA Sempaja Samarinda untuk belajar keterampilan baru. (Dok Rutan Kelas IIA Sempaja)

Potret Kehidupan Warga Binaan, Mimpi Remisi di Balik Kepadatan Rutan hingga Olah Skill Modal Selepas Tahanan. Rutan Kelas IIA Sempaja Samarinda menjadi satu dari sekian banyak rutan di Tanah Air yang punya warga binaan melebihi kapasitas tersedia. Bersama usia yang kian senja, tak menyurutkan semangat sebagian penghuni lapas memperkaya skill sebagai modal selepas dari kehidupan jeruji besi.

Akurasi.id, Samarinda – Over kapasitas yang dialami Rutan atau Lapas di Indonesia, memang bukanlah masalah baru. Data menunjukan, per 14 Februari 2021, terdapat 252.384 warga binaan pemasyarakatan, terdiri atas narapidana dan tahanan. Adapun kapasitas lapas dan rutan negara saat ini hanya untuk 135.704 orang.

Hal sama terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Sempaja, Samarinda. Data dihimpun Akurasi.id, saat ini terdapat 1.083 warga binaan yang menghuni Rutan Sempaja. Terdiri dari tahanan sebanyak 157 orang, laki-laki 150 orang, dan wanita 7 orang.

Sedangkan naripidana berjumlah 926 orang, terdiri dari laki-laki 869 orang dan wanita 57 orang. Sedangkan kapasitas rutan sendiri sedianya hanya untuk 450 warga binaan. Selain itu, jumlah tahanan dan narapidana yang menghuni Rutan Sempaja didominasi kasus narkotika, sebanyak 804 atau sekitar 70 persen dari total keseluruhan.

Kepala Rutan Kelas II Sempaja Samarinda, Alanta Imanuel Ketaren melalui Kasupsi Pelayanan Miftah tidak memungkiri, kalau rutan dia pimpin sudah cukup lama mengalami over kapasitas. Pada 2018 lalu, jumlah warga binaan yang menghuni rutan bahkan sempat mencapai 1.600 orang.

“Sempat mencapai 1.600 warga binaan, namun setiap tahun berangsur-angsur turun, hingga pada awal 2020 mencapai 950 warga binaan,” jelas Miftah saat ditemui Akurasi.id di ruangannya, Rabu (9/6/2021).

Terkait over kapasitas, Miftah menyebut hal itu dikarenakan Rutan Kelas II Sempaja Samarinda rutin mendapatkan kiriman tahanan dan narapidana dari kejaksaan di wilayah Kaltim dan Kaltara, sedikitnya per tiga pekan rutan menerima 50 warga binaan baru.

Baca Juga  Polisi Tangkap Anji Terkait Penggunaan Narkoba

Program Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat

Dalam upaya mengurangi over kapasitas yang berlebihan, pihak Rutan Kelas II Sempaja Samarinda pun memaksimalkan program asmilasi dan pembebasan bersyarat bagi warga binaan yang memenuhi syarat.

Seperti halnya program pemerintah terkait asmilasi Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020, tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Kasupsi Pelayanan Rutan Kelas II Sempaja Samarinda, Miftah menjelaskan, setidaknya dalam pelaksanaan program Permenkumham No 10 Tahun 2021, Rutan Kelas II Sempaja Samarinda hingga saat ini, telah memberikan setidaknya 400 warga binaan asmilasi Covid-19.

Baca Juga  Waduh! Selain Sembako dan Pendidikan, Melahirkan Juga Bakal Kena Pajak Pertambahan Nilai

“Setidaknya, dari program asmilasi ini, kami sudah memulangkan kurang lebih 400 warga binaan dari bulan April 2020 lalu. Ini merupakan upaya kami dalam mumutus penyebaran Covid-19 di rutan yang over kapasitas,” ungkap Miftah.

Adapun syarat bagi warga binaan yang berhak mendapatkan asmilasi Covid-19 ini, Miftah menyebut warga binaan harus berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan, dan juga telah menjalani 2/3 masa tahanan.

“Semua warga binaan kami usulkan dapat asmilasi. Namun tidak ditujukan bagi pidana PP 99, yakni narkotika, tindak pidana korupsi, pidana perlindungan anak, residivis, dan pencurian dengan kekerasan,” imbuhnya.

Remisi Hari Keagamaan dan HUT RI 17 Agustus

Potret Kehidupan Warga Binaan, Mimpi Remisi di Balik Kepadatan Rutan hingga Olah Skill Modal Selepas Tahanan
Kapasitas Rutan Sempaja yang kian padat mengharuskan sejumlah narapidana dipindahkan ke Lapas Bontang. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Dalam mengurangi over kapasitas yang berlebihan, selain asmilasi, Rutan Kelas II Sempaja Samarinda juga rutin menjalankan program remisi. Remisi sendiri biasanya diberikan 1 tahun 2 kali kepada warga binaan, yakni pada peringatan HUT RI dan hari besar keagamaan. Dalam persyaratan mendapatkan remisi pun tak jauh berbeda dengan persyaratan asmilasi, yakni warga binaan harus menjalani masa tahanan 2/3 dari masa tahanan, dan berprilaku baik.

Baca Juga  Tangki Kilang Cilacap Terbakar saat Hujan Deras Disertai Petir

“Besar remisi dihitung dari berapa lama warga binaan sudah menjalani masa tahanan, jika warga binaan sudah menjalani 6 bulan, maka jumlah remisi yang didapat 15 hari. Sedangkan warga binaan yang sudah menjalankan masa tahanan 1 tahun, mendapatkan remisi 1 bulan,” beber Miftah.

Selain remisi HUT RI dan hari keagamaan, remisi juga dapat diberikan kepada warga binaan yang mengalami sakit berkepanjangan, melakukan donor darah, dan bagi pemuka agama. Namun pemberian remisi itu dengan syarat-syarat tambahan dan wajib berkelakuan baik.

Fasilitas Rutan Bagi Warga Binaan

Menampung 1.083 warga binaan bukanlah perkara mudah bagi Rutan Kelas II Sempaja Samarinda. Apalagi dalam rutan saat ini, dihuni mereka yang memiliki berbagi macam kasus pidana, dari pencurian, pembunuhan, korupsi, bahkan bandar narkotika kelas kakap pun berada di rutan yang berada di Jalan Wahid Hasyim ini.

Baca Juga  Pelaksanaan PTM SMA Juli 2021 Terus Didesak, Disdikbud Kaltim Tunggu Laporan Satgas Covid-19

Sebagai bentuk upaya menciptakan rasa aman dan kondusif, pihak Rutan Kelas II Sempaja Samarinda melakukan pendekatan secara persuasif, dengan cara berbaur bersama para warga binaan dan membangun komunikasi.

“Pendekatan langsung ke warga binaan juga kami lakukan, mendengar curhatan mereka, berbaur bersama jika ada kegiatan besar. Komunikasi itu perlu kami bangun, agar mereka merasa dihargai walaupun saat ini mereka berada dalam rutan. Hal seperti itulah yang membuat rutan di sini selalu aman, dan tak pernah terjadi keributan,” jelasnya.

Selain itu, dalam mengisi keseharian para warga binaannya, Rutan Kelas II Sempaja Samarinda juga menyediakan banyak fasilitas dan pelatihan. Adapun fasilitasnya seperti perpustakaan, studio band, lapangan futsal, badminton, voli, dan masih banyak lagi.

“Setelah kegiatan senam rutin setiap pagi, para warga binaan bebas memilih kegiatan yang ia inginkan, bisa ke masjid mengaji, ke gereja, yang mau berolahraga tinggal milih, atau pun yang ingin melanjutkan sekolah paket kami fasilitasi,” sebutnya.

Baca Juga  Orang Utan Masuk Perkampungan di Paser, Hutan yang Kian Menipis Diduga Jadi Pemicu, Kini Ditangani BKSDA

Bagi mereka yang ingin menyalurkan bakat atau sekadar berlatih, rutan juga telah menyediakan berbagai macam gerai. Dari bengkel, mebel, kerajinan, produksi kue, dan menjahit. Dari pelatih itu, banyak dari hasil karya warga binaan yang telah dijual ke masyarakat luar karena memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Kami berharap, setelah bebas, warga binaan sudah memiliki skill atau kemampuan untuk modal mereka jika kembali ke masyarakat,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks