Corak

Daging Kurban di Rumah Zakat Dapat Bertahan Tiga Tahun

Daging yang Dikurban di Rumah Zakat Dapat Bertahan Tiga Tahun
Mega Folandiana (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Rumah Zakat Samarinda membuat inovasi berkurban. Setiap hewan yang dikurbankan dapat disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Caranya, daging diolah sedemikian rupa hingga dapat bertahan dua sampai tiga tahun.

Rumah Zakat membuat daging kaleng yang diberi nama Superqurban. Program optimalisasi kurban ini dilakukan dengan mengolah dan mengemas daging kurban dalam bentuk kornet ataupun rendang.

Proses tersebut berlangsung sesuai syariah yang dicontohkan Nabi Muhammad. Hewan kurban dipilih sesuai umur, sehat, dan tidak cacat. Proses kurban ini pun diawasi dewan syariah dan dokter hewan.

Pemotongannya dilakukan di hari raya Iduladha dan tiga hari tasyrik. Namun proses penggunaan dan penyalurannya dapat berlangsung selama bertahun-tahun karena daging telah diawetkan.

Branch Manager Rumah Zakat Samarinda, Mega Folandiana, mengatakan, kornet disalurkan ke daerah-daerah yang tertimpa musibah gempa, kebakaran, dan banjir. Saat banjir melanda Kota Tepian, pihaknya menyalurkan 300 kaleng kornet.

“Kenapa kita ingin mengajak secara masif masyarakat untuk menyalurkan atau berkurban melalui Rumah Zakat Samarinda? Karena sesuai tagline kita: pantang mubazir,” sebutnya, Kamis (11/7/19).

Pada 2018, Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk 251.257 penerima manfaat. Sedangkan sejak Januari hingga Juni 2019, pihaknya menyalurkan 161.986 paket untuk 80.993 penerima manfaat.

Daging kurban terbanyak disalurkan di desa dan pelosok. Disusul wilayah bencana. Sementara di Iduladha 2019, Rumah Zakat menargetkan 15.000 pengurban dengan satu juta paket Superqurban untuk dikirim ke penerima manfaat.

Mega menyebut, pihaknya telah menyediakan hewan kurban. Bagi siapa saja yang ingin berkurban, dapat memilih kambing dan sapi. Kambing dihargai Rp 2.475.000 dan Sapi seharga Rp 17.250.000.

“Prosesnya ini tidak di Samarinda. Tetapi di Probolinggo dan Sumbawa. Karena di sana sudah ada peternakannya. Kita merawatnya dari kecil sampai bisa dipotong untuk berkurban. Kok harganya lebih murah? Karena peternakannya milik Rumah Zakat,” terangnya. (ser)

Penulis/Editor: Ufqil Mubin

5/5 (6 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close