Corak

Dari Bincang dengan Pertamina Sangatta, Migas, Pertahanan Energi Nasional hingga Masyarakat

Pertamina
Rombongan Akurasi.id berfoto bersama dengan jajaran PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta. (Dok Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Perusahaan pertambangan minyak dan gas (migas) PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 5 Field Sangatta, Kutai Timur (Kutim) menyambut baik kunjungan media daring Akurasi.id, pada Selasa (22/10/19) kemarin.

Baca Juga: 11 Daerah Desak Keadilan DBH, Neni: Daerah Pengelola Migas yang “Memasak” Justru “Kelaparan”

Media ini disambut baik oleh Manager PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta, Hanif Setiawan, Rio Ostaryo selaku Legal & Relations Asisstant Manager PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta, Daniel Rahardianto sebagai Formalities Staff, dan Dukut Wahyu Nugroho selaku Relations & Formalities Staff.

Dalam diskusi ringan, Manager PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta, Hanif Setiawan mengatakan PT Pertamina merupakan perusahaan naungan negara yang mengelola sumber daya alam berupa migas. Tak sekadar mengelola minyak dan gas yang berorientasi untuk pertahanan energi nasional, perusahaan ini juga mengoptimalkan keberadaannya agar bermanfaat bagi lingkungan. Tidak hanya untuk alam saja, namun juga masyarakat sekitar.

MAHYUNADI

Dia menyebut, dalam proses bisnisnya, PT Pertamina memiliki divisi yang mengatur hubungan dengan pihak ketiga. Dia menyebut, Rio Ostaryo selaku Legal & Relations Asisstant Manager PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta membawahi stafnya untuk mengurus terkait regulasi dan hubungan masyarakat (humas) atau corporate social responsibility (CSR).

“Komitmen perusahaan ini harus bisa bersinergi dengan stakeholder terkait. Salah satunya dengan teman-teman media terkait kehumasan yang memberikan nilai tambah,” ujarnya kepada tim Akurasi.id, Selasa (22/10/19).

Kata Hanif, rekan media berperan penting dalam menyosialisasikan program-program PT Pertamina. Tujuannya supaya masyarakat tahu bahwa perusahaan migas tersebut tak hanya mengeskploitasi sumber daya saja, namun agar mereka mengetahui nilai edukasi, proses, dan manfaat yang dihasilkan PT Pertamina untuk kehidupan sekitar.

“Ini jembatan yang perlu disinkronkan antara perusahaan Pertamina dengan stakeholder yaitu teman-teman media. Terkait bagaimana info ini sampai dan tepat sasaran ke masyarakat,” tutur dia.

Salah satu programnya, Hanif mengungkapkan pihaknya juga bekerja sama dengan balai Taman Nasional Kutai (TNK) membuat keramba budidaya kepiting di lahan Bontang Mangrove Park (BMP). Dia berharap masyarakat sekitar lebih berdaya dan berkembang dalam mengelola keramba tersebut.

“Kita enggak ambil keuntungan dari investasi ke masyarakat, yang penting Pertamina bisa menginvestasikan program agar berjalan baik, lalu masyakaratnya mandiri, dan berdaya,” ucapnya.

Berbeda dengan perusahaan yang berada di kota besar, Hanif menyebut, di sana tingkat pemahaman masyarakatnya lebih mapan. Berbeda dengan di wilayah eksplorasi dan eksploitasi PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta yang tidak dapat dipungkiri pengelolaannya berada di lingkungan pedalaman.

“Kita di EP lebih banyak bersinggungan dengan teman-teman di pemukiman masyarakat yang butuh banyak sentuhan pemahaman, dan sebagainya,” terangnya.

PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan lapangan. Hanif menyebut bahwa portofolio di Sangatta level produksi migasnya hanya berada di bawah 2 ribu barel. Dibandingkan dengan produksi Pertamina Field Giant di Pulau Jawa mencapai 10 ribu barel lebih per produksinya. Menurutnya negara memiliki kepentingan dalam eksistensi pengelolaan sumber daya tersebut.

“Enggak mungkin pengelolaan harus diserahkan ke asing semua. Bukan kita anti asing, tapi kita coba mengoptimalkan bagaimana kita bisa hidup di negara sendiri,” beber dia.

Pertamina
Tim Akurasi.id (kanan) saat berdiskusi dengan Manager PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta, Hanif Setiawan. (Dok Akurasi.id)

Tak hanya mengelola migas di Sangatta, Hanif mengungkapkan pihaknya juga mengelola di blok Mahakam dengan nama Pertamina Hulu Mahakam. Bahkan di Balikpapan, eks Chevron juga diambil alih menjadi Pertamina Hulu Kalimantan Timur (Kaltim). Kemudian, Virginia Indonesia Company (VICO) kini dikelola dengan menjadi Pertamina Hulu Sanga-Sanga.

Hanif mengapresiasi kedatangan Akurasi.id untuk menjalin sinergi antara media dengan PT Pertamina. Kata dia, sebagai perusahaan milik negara, bagi Pertamina media sebagai wadah untuk menyosialisasikan program, memberikan pemahaman, bahkan menciptakan branding baik di mata masyarakat.

“Karena kalau bukan Pertamina siapa lagi yang mau diangkat oleh negara. Enggak mungkin media lokal atau nasional mengangkat bagusnya perusahaan asing imbasnya untuk negara mereka,” paparnya.

Pimpinan Redaksi (Pimred) Akurasi.id, Dirhanuddin menjelaskan kunjungan ke PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangatta sebagai bentuk jalinan tali silaturahim antar media dengan perusahaan persero tersebut. Dalam kesempatan itu, Dirhan juga mengenalkan profil media daring yang dibangun 2 Februari 2019 lalu di wilayah Bontang, Sangatta, dan Samarinda.

“Adanya Akurasi.id, menjadi media daring profesional yang tidak hanya sekadar mengejar kecepatan, tapi mengedepankan informasi, keakuratan data, dan kedalaman informasi,” jelasnya.

Pada kesempatan, Annuru Sulistyo Utomo selaku general manager (GM) Akurasi.id, Manager Keuangan Gunawan, dan Manager Pengembangan Bisnis Muliadi juga turut hadir pada pertemuan itu. (*)

Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close