Hard NewsHukum

Demi Membeli Pakaian, Pria Asal Samarinda Nekat Jadi Jambret dan Berurusan dengan Polisi

Demi Membeli Pakaian, Pria Asal Samarinda Nekat Jadi Jambret dan Berurusan dengan Polisi
AP diamankan di Polsek Sungai Kunjang lantaran kedapatan menjambret. (Dok Polsek Sungai Kunjang)

Akurasi.id, Samarinda – Sungguh tak habis pikir, apa yang diperbuat pria berinisal AP (32) ini. Demi membeli pakaian, warga Jalan Lasitarda III, Gang 1, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, nekat menjambret handphone milik warga saat melintas di pingir jalan tepatnya di depan Gudang Toko Arafat, Jalan Rapak Indah, Kelurahan Karang Asam Ilir pada September lalu.

Baca juga: Kapolres Balikpapan Tumbang Usai Terkena Lemparan Benda Keras Saat Kawal Unjuk Rasa

AP ditangkap pihak kepolisian Polsek Sungai Kunjang saat melihat postingan pelaku yang menjual hasil jambretannya di media sosial (medsos).

“Setelah kami tahu itu handphone itu milik korban yang sempat melapor, kemudian kami pancing berpura-pura sebagai pembeli handphone, dan bertemu di belakang Islamic Center,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Iptu Purwanto saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020).

Setelah bertemu, aparat yang berpura-para sebagai pembeli handphone pun langaung menyergap AP yang datang menggunakan sepeda motor. “Pelaku tidak dapat mengelak lantaran barang bukti (handphone) hasil jambret berada di tangganya,” ujarnya.

Polisi berpangkat balok emas itu menjelaskan, saat diintrograsi pria pengangguran itu mengaku sudah 3 kali menjambret, dari hasil jambretan ia digunakan membeli pakaian dan kebutuhan sehari-hari.

“Hasil dari jambretan digunakan pelaku membeli pakaian dan kebutuhan sehari-hari,” ucap Iptu Purwanto memberikan penegasan.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Sungai Kunjang beserta barang bukti seperti motor yang digunakan pelaku saat beraksi, handphone hasil jambret, dan sejumlah pakaian hasil dari penjualan handphone hasil menjambret.

“Atas perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 362 KHUP dengan ancaman maksimal kurungan 5 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks