HeadlineIsu Terkini

Diam-Diam, Isran Sudah Dealkan Lima PSN, Mulai Dieksekusi Tahun Ini

lima psn
Pada 2020 ini, Isran menyebutkan akan ada 5 PSN yang akan dikerjakan di Kaltim. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Diam-diam, Gubernur Kaltim Isran Noor sudah mematok target besar di 2020 ini. Ya, seakan bergerak dalam senyap, Isran ternyata sudah mematok lima proyek strategis nasional (PSN) yang bakal dieksekusi di Kaltim pada tahun ini. Satu di antara megaproyek itu yakni pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang.

baca juga: Dibangun dengan Dana Rp631 Miliar, Jembatan Mahkota IV Jadi Penyangga Jalan Tol dan IKN

Proyek lainnya yang sudah dibidik Isran yakni, pembangunan jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan, Bendungan Lambakan, perluasan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan Bandara APT Pranoto Samarinda. Semula, beberapa proyek itu masih sebatas wacana atau usulan.

Kepastian terakomodirnya lima PSN itu sendiri, disampaikan mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) dua periode tersebut saat memberikan sambutan pada pembukaan uji coba atau open traffic Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV Samarinda, Kamis (3/1/20) malam.

Pada kesempatan itu, Isran menyampaikan, selain menyelesaikan dan mengoperasikan Jembatan Mahkota IV Samarinda pada tahun ini, Pemerintah Kaltim di bawah kepemimpinannya juga sudah mencanangkan sejumlah proyek infrastruktur lain yang masuk dalam PSN.

“Ke depannya, akan dibangun Jalan Tol Samarinda-Bontang. Dananya nanti menggunakan APBN. Dan itu masuk dalam PSN. Sekarang kita tinggal tunggu pengerjaannya,” sebut dia.

Sedangkan untuk wacana pembangunan Jembatan Tol PPU-Balikpapan yang semula baru sebatas usulan, dipastikan Isran sudah terakomodir dalam perencanaan pembangunan pemerintah pusat. Saat ini, proyek tersebut tinggi menunggu kesepakatan untuk ketinggian jembatannya. Setelah itu, jembatan akan langsung mulai dieksekusi.

“Iya, jembatan tol juga akan dibangun setelah disepakati ketinggiannya, yakni yang menghubungkan PPU dan Balikpapan. Kemudian di Melawai Balikpapan akan dibangun coastal road sampai ke muara Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,” ungkapnya.

Proyek PSN lain yang sudah dapat dipastikan akan mulai dikerjakan pada 2020 ini, yakni pembangunan Bendungan Lambakan di Kabupaten Paser. Bendungan ini diketahui akan dibangun di atas lahan seluas 7.795 hektare, dengan ketinggian 72 meter, dan daya tampung 718,63 juta meter kubik.

Selain itu, bendungan mempunyai kapasitas mengairi 16 ribu hektare, dengan produksi air 14.579 liter per detik, dan melayani Paser dan PPU. “Iya, pada tahun ini, kita akan membangun Bendungan Lambakan. Pembangunannya akan didanai oleh APBN, dan masuk PSN juga,” katanya.

Bandara Samarinda dan Balikpapan Kebagian Jatah

lima psn
Bandara APT Pranoto Samarinda disebut menjadi salah satu proyek pembangunan di Kaltim yang masuk PSN di 2020 ini. (Dirhan/Akurasi.id)

Megaproyek nasional yang juga sudah masuk dalam target pembangunan selama 5 tahun ke depan, yakni perluasan pembangunan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda. Kedua proyek tersebut memang disiapkan menjadi bandara inti yang akan menyokong pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di PPU dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Gubernur Kaltim Isran Noor menerangkan, khusus untuk runway Bandara Sepinggan Balikpapan akan diperluas menjadi 3.500 meter. Selain, untuk terminal kedatangan maupun keberangkatan di bandara tersebut, nantinya juga diperluas menjadi dua kali lipat dari luas bandara saat ini.

“Nanti terminal Bandara Sepinggan Balikpapan akan diperluas menjadi 100 persen,” tegasnya.

Sedangkan untuk Bandara APT Pranoto Samarinda, runway-nya akan diperluas juga menjadi sekitar 2.700 hingga 3.000 meter. Hal serupa juga akan dilakukan untuk terminal bandara yang berlokasi di Kecamatan Sungai Siring, Jalan Poros Samarinda-Bontang tersebut.

“Semua anggaran perpanjangan runway Bandara Samarinda maupun Balikpapan akan menggunakan APBN. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” katanya.

Diakui Isran, di balik diakomodirnya lima PSN itu untuk proyeksi pembangunan 5 tahunan pemerintah pusat, tidak bisa dilepaskan dari langkah pemerintah menyiapkan infrastruktur pendukung bagi pembangunan IKN atau pusat pemerintahan Indonesia di Tanah Benua Etam –sebutan Kaltim.

“Dalam pelaksanaan proyek strategis nasional itu, sekali lagi, semua didanai pemerintah pusat. Kalau pun ada dana dari APBD Kaltim, hanya untuk mendukung persiapan dan pembebasan lahan saja. Hampir semua PSN yang sudah direncanakan itu akan dimulai pada 2020 ini. Dan Insyaallah semua PSN itu akan bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Dana APBD Difokuskan Membangun Koneksitas Antar Daerah

lima psn
Koneksitas antar kabupaten/kota menjadi salah satu fokus pembangunan Isran Noor dan Hadi Mulyadi melalui APBD Kaltim 2020. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Upaya berbenah diri terhadap pembangunan tampaknya akan mulai dilakukan Pemerintah Kaltim. Salah satunya dengan memfokuskan APBD Kaltim untuk mendorong upaya percepatan dan pemerataan pembangunan antar kabupaten/kota di Kaltim.

Isran sendiri berpendapat, APBD Kaltim harus dapat dimaksimalkan untuk mendorong pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk mendorong koneksitas infrastruktur antar desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota. Karena itu yang saat ini diperlukan masyarakat di berbagai wilayah di Tanah Benua Etam.

“Infrastruktur yang kita bangun adalah yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Kami akan membangun koneksitas antar kabupaten/kota. Terlepas dari Kaltim ditetapkan sebagai IKN, kami akan terus membangun Kaltim,” tegasnya.

Jika proyek IKN berfokus pada pembangunan makro ekonomi di Kaltim, maka APBD yang dimiliki Pemerintah Kaltim, harus difokuskan untuk membangun ekonomi dan infrastruktur dasar masyarakat. Sehingga ada keseimbangan dalam pembangunan Kaltim ke depannya.

“Kehadiran IKN akan sangat berpengaruh besar terhadap makro ekonomi Kaltim. Dan yang menopang ekonomi masyarakat di sebuah daerah itu ada tiga hal, yakni ekspor impor, konsumsi, dan investasi,” jelasnya.

Jika bicara dari sisi investasi, pembangunan IKN akan menjadi magnet yang cukup besar menarik para pelaku usaha dan ekonomi berinvestasi di Benua Etam. Dengan begitu, ekonomi Kaltim akan terdongkrak cukup tinggi. APBD Kaltim harus mendorong keseimbangan pembangunan dengan membenahi infrastruktur dasar masyarakat.

“Kalau IKN sudah dibangun, maka pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa mencapai diangka 15 persen ke depannya. Dan itu akan menjadi sejarah. Karena nilai investasi yang masuk sangat besar. Dari PSN saja sudah hampir Rp100 triliun, ditambah investasi hampir Rp500 triliun,” tuturnya.

Bakal Gandeng Kejati Kawal Pembangunan PSN

Tidak ingin pembangunan lima PSN terhambat apalagi sampai mangkrak lantaran berbagai persoalan, utamanya hadangan pembebasan lahan, Pemerintah Kaltim sedini mungkin mengambil langkah inisiatif menanggulangi hal itu. Salah satunya dengan menggandeng dan melibatkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim mengawal langsung proyek-proyek tersebut ke depannya.

MAHYUNADI

Isran menilai, Pemerintah Kaltim sangat perlu melibatkan kejaksaan untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan berbagai proyek yang sudah dicanangkan, utamanya yang memang mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, diakui Isran, keterlibatan kejaksaan dalam mengawal berbagai proyek pemerintah sangat efektif untuk mengurai berbagai persoalan yang menghadang, terutama terkait sengketa penyelesaian lahan yang selama ini menjadi persoalan klasik di Kaltim.

“Untuk pengawalan proyek, kami akan gandeng Kejati Kaltim. Misalnya dalam pengawalan manajemen proyek, termasuk sampai persoalan pengadaan lahan. Mereka tahu dipersoalkan hukumnya. Selama ini kami kerja sama dengan Kejati. Secara nasional, itu ada TP4D dan itu sangat membantu pelaksanaan proyek pemerintah,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close