Hard NewsPolitik

Diarak Kuda Lumping dan Reog Ponorogo, Dasuki Kembalikan Formulir

 kembalikan formulir
Para srikandi pendukung Dasuki yang mengatasnamakan diri sebagai ‘Emak-emak Koncone Dasuki’ (Ismail/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Ada yang berbeda dari kegiatan pengembalian formulir Bakal Calon (Bacalon) Wakil Wali Kota Bontang di Sekertariat DPD II Partai Golkar Bontang Jumat (10/1/20) kemarin. Biasanya, para kandidat yang hendak kembalikan formulir bacalon wakil wali kota hanya didampingi tim pemenangan.

Baca juga: Peduli Lingkungan, Kapolres dan Wali Kota Bontang Tanam 5 Ribu Pohon

Namun berbeda dengan bacalon wakil wali kota satu ini. Dengan diiringi pendukungnya, Dasuki diarak dengan kesenian khas Jawa berupa Kuda Lumping dan Reog Ponorogo. Dasuki melenggang ke gedung kuning bak pengantin yang hendak memasuki rumah mempelai wanita.

Setibanya di depan Sekretariat DPD II Golkar Bontang, Dasuki kembali disambut para srikandi yang melabeli sebagai ‘Emak-Emak Koncone Dasuki’. Pria yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Bontang ini langsung masuk ke ruangan yang disediakan tim Pilkada DPD II Partai Golkar. Dasuki lalu disambut langsung Ketua Tim Pilkada Golkar Bontang, Muhammad Arham beserta tim.

Dalam pemaparannya kepada tim Pilkada Partai Golkar, Dasuki menuturkan pilihannya kepada Partai Golkar sebagai labuhannya masuk ke dunia politik untuk pertama kali ini bukan tanpa alasan.

Pasalnya, pria yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bontang ini mengaku memiliki sinergi yang tepat dengan visi dan misi Neni Moerniaeni.

Misalnya tajuk smart city telah diterapkan di Diskominfo Bontang yang saat ini telah menerapkan sistem jaringan internet untuk memudahkan segala pekerjaan.
“Saya rasa chemitry saya dan ibu (Neni Moerniaeni, Red.) sudah pas jadi tidak perlu diragukan lagi,” ungkap Dasuki.

Mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Bontang, kata Dasuki, merupakan dukungan dari seluruh etnis dalam Ikapakarti Bontang. Hal inilah yang menjadi motivasi terbesarnya masuk dalam dunia politik. Sebanyak 30 etnis Jawa dan 3 komunitas mendorongnya untuk ikut dalam pesta demokrasi Pilkada 2020 mendatang.

“Di sini juga hadir di luar etnis Jawa. Jadi saya rasa itu cukup untuk memberikan dukungan,” ungkapnya.

Ketua Tim Pilkada DPD II Partai Golkar, Muhammad Arham meminta kepada para kandidat untuk menyiapkan beragam hal. Salah satunya menyiapkan mental kala tidak menjadi kandidat yang terpilih untuk mendampingi Neni yang telah ditetapkan sebagai kandidat tunggal Wali Kota Bontang dari partai bersimbol pohon beringin tersebut.

Pada 13 Januari mendatang, lanjut Arham, rencananya akan diadakan pertemuan di Hotel Bintang Sintuk guna menyampaikan visi dan misi Wali Kota Bontang. Dalam kegiatan tersebut juga pihaknya akan memberikan bekal kepada para kandidat bacalon wali kota yang sudah mendaftarkan diri guna melaksanakan sosialisasi setiap domisili masing-masing.

“Khusus untuk Mulyadi yang berasal dari Samarinda, kami yang akan carikan tempat. Mengingat dia bukan warga Bontang” tutupnya. (*)

Penulis: Ismail
Editor: Suci Surya Dewi

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close