HeadlineIsu Terkini

Dibangun dengan Dana Rp631 Miliar, Jembatan Mahkota IV Jadi Penyangga Jalan Tol dan IKN

Jembatan Mahkota IV
Jembatan Mahkota IV Samarinda diprediksi mampu melayani arus lalu lintas kendaraan hingga 8 ribu setiap harinya. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Tarik ulur pengoperasian Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV Samarinda berakhir pada Kamis (2/1/20) malam. Hal itu menyusul dengan telah dilakukannya proses uji coba atau open traffic jembatan tersebut oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

Sebelum mendapatkan izin uji coba, pembangunan Jembatan Mahkota IV terbilang melalui sederet persoalan. Mulai dari pembangunan yang semestinya selesai akhir 2018 lalu hingga besarnya kos anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang harus dikeluarkan pemerintah.

baca juga: 2019, Ada 5.566 Warga Kaltim Terjerat Pidana, Satu di Antaranya Terancam Hukuman Mati

Untuk menjadi catatan, pembangunan jembatan tersebut telah menelan anggaran mencapai Rp 631 miliar. Antara lain, pembangunan jalan pendekat sisi Kota Samarinda menjadi tanggung jawab PT Waskita dan PT Surya Bakti dengan skema kerja sama operasional (KSPO). Proyek itu memiliki panjang 502,4 meter dan menelan anggaran sebesar Rp 225,84 miliar.

Sedangkan bentang utama jembatan sepanjang 400 meter dikerjakan PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp 180,64 miliar. Kemudian jalan pendekat sisi Samarinda Seberang sepanjang 386,65 meter, dikerjakan PT Jaya Konstruksi-PT Modern Technical dengan skema KSO dengan nilai kontrak Rp 226,87 miliar.

Usai meresmikan uji coba Jembatan Mahkota IV Samarinda, Gubernur Kaltim Isran Noor menuturkan, masa uji coba akan dilakukan selama satu bulan. Jembatan tersebut hanya akan dibuka satu arah, yakni untuk pengendara dari arah Samarinda Kota. Sementara yang dari sisi Samarinda Seberang menggunakan Jembatan Mahakam.

“Jembatan ini kita uji coba dulu, open traffic. Jembatan ini tidak bisa dilewati kendaraan yang memiliki muatan di atas 8 sampai 10 ton,” katanya kepada para awak media.

Hasil uji coba jembatan selanjutnya akan dievaluasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Setidaknya, akan ada 33 orang tenaga ahli di bidang tersebut yang dilibatkan untuk melakukan evaluasi. Hasil rekomendasi atas kajian dan evaluasi tersebut menjadi bahan pertimbangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menerbitkan sertifikat laik operasi bagi Jembatan Mahkota IV Samarinda.

“Pada saat uji coba statis dan dinamis, jembatan ini sudah cukup bagus dan tidak ada masalah. Tapi nanti akan kita lihat lagi bagaimana hasil kajian dan evaluasi yang dilakukan setelah proses uji coba atau open traffic ini dilakukan,” tuturnya.

Jembatan Mahakam Belum Akan Direnovasi?

jembatan mahkota iv
Meski sudah berusia di atas 30 tahun, keberadaan Jembatan Mahakam belum akan direnovasi oleh pemerintah dalam waktu dekat. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Kendati sudah berusia di atas 30 tahun, Jembatan Mahakam ternyata belum akan langsung direnovasi atau dibenahi ulang oleh Pemerintah Kaltim, utamanya setelah Jembatan Mahkota IV dioperasikan nantinya. Pemerintah Kaltim menilai Jembatan Mahakam masih cukup layak dan kuat untuk dilintasi kendaraan seperti biasanya.

Kepastian itu ditegaskan Gubernur Kaltim Isran ketika disinggung awak media terkait perlu atau tidaknya Jembatan Mahakam direnovasi oleh pemerintah. Isran sendiri berpendapat, renovasi Jembatan Mahakam belum begitu urgen dikarenakan dari sisi kualitas jembatan masih cukup bagus. Selain itu, jembatan tersebut sejak awal dipersiapkan untuk 100 tahun.

“Jembatan Mahakam akan tetap difungsikan. Untuk renovasi belum diperlukan. Kondisinya masih cukup bagus. Jembatan itu untuk usia 100 tahun,” tutur orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kaltim tersebut.

Mengenai insiden penabrakan Jembatan Mahakam yang berulang kali dilakukan kapal ponton atau tongkang, Isran menilai, jika insiden tersebut tidak bersentuhan langsung dengan jembatan. Artinya, bagian utama jembatan hingga saat ini masih cukup terawat.

“Memang ada dikhawatirkan, kalau ditubruk oleh ponton atau kapal tongkang, (kualitas jembatan semakin rusak). (Tetapi) jembatan itu tidak pernah ditabrak secara langsung. Yang ditabrak selama ini hanya penahan atau fender jembatan,” imbuhnya.

Bisa Dilintasi 8 Ribu Kendaraan Per Hari

Jembatan mahkota iv
Gubernur Kaltim Isran Noor bersama rombongan tampak berjalan di atas Jembatan Mahkota IV saat membuka open traffic jembatan tersebut. (Dok Humas Pemprov Kaltim)

Dibukanya Jembatan Mahkota IV Samarinda diyakini akan dapat mengurai kemacetan yang biasa terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda Kota dan Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang. Pasalnya, Jembatan Mahkota IV diperkirakan dapat melayani arus hilir mudik 8 ribuan unit kendaraan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim Taufik Fauzi menyebutkan, Jembatan Mahkota IV memiliki lalu lintas harian (LRH) yang cukup tinggi. Kemudian untuk existing-nya sendiri saat ini sekitar 4 ribu kendaraan per hari.

MAHYUNADI

“Tapi saya kira kurang lebih sama seperti Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Misalnya jalan tol, awalnya hanya diperkirakan 4 ribu per hari. Tetapi sekarang menjadi 8 ribu per harinya. Hal yang sama juga bisa terjadi pada Jembatan Mahkota IV ini. Dan itu bisa bertambah pada saat IKN (ibu kota negara) sudah dibangun,” jelasnya.

Kepada awak media, Taufik menuturkan, izin atas open traffic jembatan sesuai dengan persetujuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian PUPR selaku ketua KKJTJ. Masa uji coba ini sendiri akan dilakukan selama satu bulan, terhitung sejak 22 Desember 2019 lalu.

“Selama masa uji coba ini, jembatan akan dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk untuk kendaraan berpenumpang. Pengawasannya, sudah kami koordinasikan dengan Satlantas Polresta Samarinda dan Dishub Kaltim. Dan sudah dilakukan simulasi sekitar 2 hari lalu,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close