Corak

Diguyur Rp 18,1 M, Atlet dan Pelatih Porprov Kutim Terima Bonus

bonus porprov
Penandatanganan tanda terima bonus atlet dan pelatih, peraih medali pada Porprov tahun 2018 yang disaksikan Wakil Bupati Kutim, Kepala Dispora, dan Ketua KONI Kutim. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) hari ini, Selasa (15/10/19) mengalokasikan anggaran senilai Rp 18,1 miliar untuk bonus para atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan OlahragaProvinsi (Porprov) 2018 lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basri mengungkapkan pendistribusian bonus atlet tergolong lambat. Pasalnya, kata dia, adanya payung hukum yang mengikat menjadi kendala dalam proses pembayaran bonus. Dia menyebut  anggaran bonus atlet dan pelatih menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim.

“Semua penerima, per hari ini sudah bisa melihat angkanya dibuku tabungan, sudah ada di ATM. Untuk (bonus) Porprov sebanyak Rp 18 miliar,” katanya, Selasa, (15/10/19).

Basrie merincikan bonus yang diberikan besaran nominalnya bervariasi tergantung dari kelas pertandingan, atlet solo atau regu. Untuk atlet perorangan, peraih medali emas mendapat Rp 50 juta, peraih perak memperoleh Rp 20 juta, dan peraih medali perak menerima Rp 10 juta.

Sementara atlet beregu, besaran bonusnya ditentukan jumlah personelnya. Setiap regu yang terdiri dari 2 orang atlet untuk peraih medali emas Rp 20 juta, peraih medali perak Rp 10 juta, dan peraih medali perunggu mendapat Rp 7 juta.

Untuk atlet beregu 3 orang, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing memperoleh Rp 16,5 juta, Rp 9 juta, dan Rp 5,5 juta. Begitu pula untuk atlet regu yang terdiri 4 orang peraih medali emas, perak dan perunggu masing-masing menerima bonus Rp 12,5 juta, Rp 7 juta, dan Rp 5 juta. Sedangkan tim atlet berisi 5 orang peraih medali emas mendapatkan Rp 10 juta, medali perak Rp 6,5 juta, dan  peraih medali perunggu memperoleh bonus Rp 4,5 juta.

“Untuk beregu besar atau lebih 6 orang atlet masing-masing mendapatkan bonus Rp 9 juta untuk peraih medali emas, Rp 6 juta peraih medali perak dan Rp 4 juta peraih perunggu,” sebut Basrie.

Basrie mengatakan selain bonus tersebut, atlet juga akan menerima bonus lain berupa pengangkatan menjadi Pegawai Negeri sipil (PNS). Dia menuturkan untuk menjadi PNS butuh waktu penyesuaian, seperti prajabatan yang harus memperhatikan batas usia.

“Ini sudah tanpa tes. Jalur khusus. Yang pasti meski mereka PNS, kerjanya bukan di ruangan. Kerjanya di lapangan, latihan terus. Sehingga pemerintah menjamin bulanannya,” sambungnya.

Basrie menambahkan dengan terealisasinya bonus atlet dan pelatih, dia berharap agar para pelatih dan atlet terus semangat dalam menyambut dan menghadapi  Porprov 2022 di Berau.

“Berharap para atlet terus mengasah kemampuan untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2022 di Berau,” tandasnya.

Iklan mahyunadi lagi

Sementara Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang juga sebagai ketua kontingen mengaku bangga dengan pencapaian prestasi yang diukir para atlet yang berlaga di Porprov Kaltim. Pasalnya, dalam ajang itu Kutim bisa menggaet predikat juara umum. Padahal sebelumnya selalu diraih ibu kota Kaltim, yakni Samarinda.

“Lima kali penyelenggaraan Porprov Kaltim, Samarinda selalu juara umum. Tapi kali ini, Kutim bisa meraih predikat juara umum. Ini berkat strategi dan hasil kerja keras kita semua. Sebagai tuan rumah, kita bisa menjadi juara umum, dan berharap ini bisa dipertahankan di Porprov berikutnya,” tutupnya. (*)

Editor: Yusuf Arafah

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close