Politik

Dihadapan 8 Kandidat Wawali, Neni Paparkan Visi dan Misinya

8 wawali
Calon Walikota 2020 Neni Moerniaeni bersama 8 kandidat calon wawali. (Ismail/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Calon walikota tunggal dari Partai Golongan Karya (Golkar) Bontang, Neni Moerniaeni memaparkan visi dan misinya dihadapan 8 kandidat calon wakil wali kota (wawali), bertempat di ballroom Hotel Bintang Sintuk, Senin (13/1/20) lalu.

baca juga: Diarak Kuda Lumping dan Reog Ponorogo, Dasuki Kembalikan Formulir

Sebanyak 8 bakal calon wawali yang hadir di antaranya Aswar Muhammad, Mulyadi, Ubayya, Dasuki, Joni Muslim, Muhammad Irfan, Agus Haris, dan Rustam. Mereka merupakan kandidat yang mendaftar sebagai calon wawali di Partai Golkar sejak 23 Desember 2019.

Neni Moerniaeni menyampaikan visi di hadapan calon pendampingnya dengan lugas, yakni ‘Mewujudkan Bontang sebagai Smart City Berbasis Kemaritiman, Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas, Industri yang Maju, Modern dan Lingkungan Hidup Lestari’. Dia menjelaskan visi dan misinya dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang tak lepas dari visi dan misinya pada pilkada sebelumnya yang mengantarkannya duduk sebagai orang nomor satu di Kota Taman –sebutan Bontang-.

“Visi dan misi saya ini sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Bontang. Akan tetapi dari visi ini kami menyempurnakan untuk lebih mensejahterakan masyarakat. Di Kaltim, satu-satunya yang punya masterplan smart city Insya Allah hanya di Bontang,” bebernya.

Neni menuturkan bahwa ada beberapa potensi yang dapat ditingkatkan di Bontang, salah satunya potensi lautnya. Sebab luas laut di Bontang lebih besar sebanyak 70 persen dibandingkan daratan hanya seluas 30 persen. Inilah yang menjadi fokusnya dalam meningkatkan Bontang sesuai visi dan misinya.

Dalam rancangan kerjan pada 2020, Neni akan menguatkan perekonomian industri hilir untuk menjaga pertumbuhan perekonomian di Bontang tetap maju. Sebab Bontang tidak memiliki sumber daya alam (SDA) seperti minyak, gas, batu bara, dan emas sehingga perlu meningkatkan potensi-potensi hilir.

“Yang bisa suistanable adalah penguatan kepelabuhanan dan industri hilir. Agar Bontang tak jadi kota mati,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Tim Pilkada Golkar Bontang, Muhammad Arham mengatakan usai pemaparan visi dan misi walikota Bontang, para kandidat wawali dari Partai Golkar akan melaksanakan sosialisasi di masing-masing domisili para kandidat. Tujuannya untuk melihat elektabilitas setiap kandidat disetiap domisili. Sehingga akan menjadi pertimbangan tim pilkada Bontang untuk meneruskan ke DPP Golkar sebagai calon wakil untuk menemani Neni Moerniaeni di Pilkada 2020 mendatang.

“Sosialiasi fleksibel saja, bagaimana masing-masing bacalon mengelola konstituen. Hanya tinggal dilaporkan kepada kami (Partai Golkar, Red.). Kami tak perlu mendampingi. Ke majelis taklim pun, turun enggak apa, yang penting liaison officer (LO) tertib laporkan. Note itu nanti kita teruskan ke tim pilkada provinsi,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ismail
Editor: Suci Surya Dewi

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close