HeadlineIsu Terkini

Diterpa Covid-19 dan Virus Flu Burung, Para Penjual Ayam di Bontang Terancam Gulung Tikar

Diterpa Covid-19 dan Virus Flu Burung, Para Penjual Ayam di Bontang Terancam Gulung Tikar
Diterpa Covid-19 dan virus flu burung, Para pedagang ayam potong di area Pasar Rawa Indah Bontang mengaku omset mereka turun drastis dengan adanya virus flu burung. (Istimewa)

Diterpa Covid-19 dan virus flu burung, para penjual ayam di Bontang terancam banyak gulung tikar. Untuk itu, para pedagang berharap Pemerintah Bontang dapat segera mengatasi virus flu burung, agar mereka dapat berdagang dengan tenang.

Akurasi.id, Bontang – Belum selesai dampak wabah Covid-19, para pedanang yang ada di Kota Bontang kini harus dibuat pusing lagi dengan kemunculan virus flu burung. Akibatnya, penjualan ayam potong di sejumlah pasar di Bontang mengalami penurunan yang cukup drastis dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Antisipasi Penularan Flu Burung, DKP3 Bontang Wanti-Wanti Peternak Lapor Bila Ada Unggas Mati

Kendati demikian, para pedagang yang ada di Pasar Rawa Indah maupun beberapa pedagang ayam di beberapa pasar lain, mengaku tidak tahu kalau di Bontang sudah ada unggas yang mati akibat virus flu burung. Namun yang pasti, jumlah pembeli ayam dalam 2 hari terakhir mengalami penurunan.

“Saya enggak tahu kalau ada virus flu burung, tapi memang seminggu belakangan ini penjualan saya menurun,” jelas Hj Darma pedagang ayam potong di Pasar Rawa Indah saat dijumpai, Minggu (15/11/2020).

Selain Darma, pedagang ayam potong lainnya, Salamun mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya virus flu burung. Namun ia mengakui, kalau ayam potong yang dijualnya memang mengalami penurunan.

“Enggak tahu kalau ada virus flu burung, saya tahunya virus Corona, tapi ini sepi memang pembeli gara-gara Corona dan harga ayam juga lagi naik, kalau ditambah adanya virus flu burung  jadi tambah sepi pasti pak,” ucap Salamun.

Para pedagang berharap, virus flu burung di Kota Bontang dapat segera diatasi pemerintah. Karena para pedagang khawatir jika penyebaran meluas dapat mematikan usaha mereka. Karena mereka saat ini pun masih berjuang melawan dampak Covid-19.

Baca Juga  Dorong Terbentuknya KPAD, Komisi IV DPRD Kaltim Usul Revisi Perda Perlindungan Anak

“Kalau bisa pemerintah bisa cepat mengatasi masalah flu burung ini, jangan sampai kami yang jualan ayam bisa gulung tikar gara-gara flu burung,” tandasnya.

Dari pantauan media ini dari seluruh para pedagang ayam potong yang berjualan di area pasar terbesar di Kota Bontang, seluruh pedagang tidak mengetahui adanya virus flu burung.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pertenakan DKP3 Kota Bontang, Eddy Forestwanto mengimbau kepada pedagang dan masyarakat untuk tidak panik, sebab penyebaran flu burung di Bontang hanya terjadi di kandang-kandang kecil milik warga.

“Jangan panik, pihak kami sudah mensterilkan kandang-kandang milik warga yang ayamnya positif flu burung, jadi untuk ayam potong yang dijual di pasar aman,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung, Eddy pun telah mengimbau kepada para pengusaha pertenakan agar dapat menginformasikan jika ada ayam mereka yang mati mendadak dalam jumlah banyak.

“Jika ada kasus kematian ayam mendadak bersekala banyak segera informasi ke pihak kami, agar cepat mendapatkan penanganan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks