Hard News

Dititipkan ke Tante, Bocah 6 Tahun Kritis Setelah Dianiaya Pasangan Lesbi

Korban mengalami luka kritis saat dirawat di RS Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Selasa (1/10/19). (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Sungguh naas nasib yang dialami bocah berusia 6 di kawasan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kertanegara (Kukar), akibat penganiayaan yang dilakukan wanita muda berinisial SA (23), hingga menyebabkannya kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda.

Sebut saja ia, bernama Arjuna. Saat ini kondisinya terkulai lemas tak sadarkan diri, di atas ranjang rumah sakit. Dari informasi yang dihimpun, Arjuna mulanya dititipkan orang tuanya, di kediaman tantenya yang berinisial MS (17), yang tidak lain merupakan pasangan sejenis dari SA.

“MS itu tantenya korban. Tapi, ternyata pasangan dengan pelaku, ST,” ungkap Kapolsek Sanga-sanga Iptu Muhammad Afnan saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/19).

Kata Afnan, bocah laki-laki itu sudah lima bulan terakhir dititipkan ke MS karena orang tuanya bekerja di Balikpapan. Penganiayaan sudah dilakukan berulang-ulang oleh SA. Terakhir, Arjuna dianiaya, pada Senin (30/9/19), sekitar pukul 15.00 Wita. Ia mengalami luka lebam dan membiru disekujur tubuhnya.

MS bukannya tidak tahu akan hal ini. Hanya saja, ia tak berani angkat bicara. Lantaran mendapatkan ancaman dari SA. Sehingga membuat Tante Arjuna ini memilih untuk membungkam suaranya.
“Dia (MS) diancam (SA), kalau bicara akan dibunuh,” imbuhnya.

Sebelum dilarikan ke RSUD AW Syahranie, mulanya pasangan penyuka sejenis atau lesbian ini sempat mengantarkannya ke Puskesmas Rawat Inap di Kelurahan Bentuas Kecamatan Palaran Samarinda.

“Pasangan lesbi ini juga turut mendampingi korban saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum AW Syahranie Samarinda,” tuturnya.

Saat korban ditangani tim medis IGD. Pelaku ketakutan dan meninggalkan MS, pasangannya sendirian di rumah sakit bersama Arjuna.

“Dia (pelaku) pergi tidak bertanggung jawab hingga me-non aktifkan handphone miliknya,” jelasnya.
Akhirnya kasus ini diketahui nenek korban bernama Intan Nursidah (44) dan melaporkannya ke Polsek Sanga-Sanga.

Aparat kepolisian, langsung melakukan pengembangan dan akhirnya memperoleh bukti yang cukup untuk menetapkan SA sebagai tersangka.

Barang bukti diamankan di antaranya satu buah ikat pinggang terbuat dari kulit warna coklat. Satu buah gantungan baju dari bahan plastik dalam kondisi patah, satu buah sepatu cat warna abu-abu putih dan hasil visum dari rumah sakit.
“Pelaku akan dikenakan pasal 80 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Ipu
Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks