DKP3 Bontang

DKP3 Bontang Lakukan Rapid Test Buah dan Sayuran, Ini Penjelasannya

DKP3 Bontang Lakukan Rapid Test Buah dan Sayuran, Ini Penjelasannya
Pengambilan sampel buah dan sayur di Pasar Telihan. (Dok DKP3 Bontang)

Akurasi.id, Bontang – Ternyata bukan hanya manusia saja yang belakangan ini rutin melakukan rapid test atau test cepat. Di Bontang, rapid test juga dilakukan untuk buah-buahan dan sayuran yang dijual di pasar.

Baca juga: Peringati Hari Vaksin Dunia, DKP3 Bontang Vaksin Gratis Ratusan Hewan Peliharaan

Kepala Bagian (Kabag) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Debora Kristiani menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 masuk di Indonesia, pihaknya memang sudah sering melakukan rapid test untuk screening buah-buahan atau sayuran. Tujuannya untuk mengetahui secara dini kandungan pestisida dalam buah atau sayuran di pasar.

“Sebelum Covid-19, rapid test sudah kami lakukan ke buah. Namun karena alatnya mahal maka dari itu jarang dilakukan. Selain itu untuk mengetahui kandungan pestisida di buah kami biasanya lakukan uji lab langsung karena lebih akurat dan murah,” jelasnya saat dikonfirmasi Akurasi.id, Selasa (29/9/20).

Debora membeberkan, rapid test buah berbeda dengan alat tes cepat Covid-19. Selain itu, cara menggunakannya pun juga berbeda. Dia menjelaskan alat rapid test untuk buah berbentuk menyerupai test pack atau alat tes kehamilan. Di mana memiliki 4 lubang pada sisi kiri dan kanannya.

Dia menjelaskan cara menggunakannya, mula-mula buah dihancurkan terlebih dahulu. Kemudian sari buah atau sayur diletakkan di ujung lubang kiri dan kanan. Nanti hasilnya akan terlihat pada 2 lubang di tengah.

“Untuk hasilnya sendiri, jika warnanya rapid test-nya berwarna biru maka negatif pestisida. Sedangkan jika warana putih artinya positif pestisida,” imbuhnya.

DKP3 Bontang Lakukan Rapid Test Buah dan Sayuran, Ini Penjelasannya
DKP3 Bontang melakukan rapid test untuk buah-buahan dan sayuran. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Lanjut Debora, rapid test yang ada di Kota Taman -sebutan Bontang- merupakan bantuan dari DKP3 Kaltim sebanyak 14 unit. Karena terbatasnya jumlah alat tes, pihaknya hanya menggunakannya pada waktu tertentu.

“Sekali-kali saja kami lakukan karena harganya mahal per satuannya Rp290 ribu,” ujarnya.

“Lagi pula rapid test itu cuma bisa screening pastisida. Jadi kami lebih sering lakukan pengujian di laboratorium. Jika di lab hasilnya bukan hanya pestisida saja yang ketahuan, tapi logam berat, mikolin, dan mikroba juga dapat dideteksi,” tambahnya.

Sebelumnya, belum lama ini DKP3 Bontang melakukan rapid test buah-buahan yang ada di Pasar Telihan, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Buah-buahan dan sayuran dipilih secara acak dari pedagang yang berjualan di sana.

Pada hasil rapid test tersebut tidak ditemukan adanya kandungan pestisida. Namun pihaknya akan melanjutkan pengujian ulang di laboratorium untuk memastikan kandungan buah-buah dan sayuran tersebut. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks