HeadlineIsu Terkini

Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Samarinda Ditetapkan Siaga Banjir!!

samarinda siaga
Penampakan Bendungan Benanga Lempake dalam status siaga dengan ketinggian air ternyar mencapai 89 sentimeter (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Memasuki awal 2020, sejumlah wilayah di Bumi Mulawarman -sebutan Kaltim- khususnya Samarinda terus dibayang-bayangi musibah banjir. Hal ini nyatanya bukan tidak mungkin. Sejak Sabtu (11/1/20) dini hari, hujan deras terpantau terus mengguyur hampir seluruh wilayah Samarinda.

baca juga: Bongkar Mafia Solar Ilegal di Kaltim, Mabes Polri Ikut Turun Tangan, Sudah Amankan 4 Orang

Hasilnya, dikabarkan sebanyak 19 titik terdampak dan mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat, dengan ketinggian air bervariatif, yakni dari 20 centimeter hingga 1 meter. Bahkan, jalur transportasi menuju Bandara APT Pranoto, Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara mengalami gangguan hingga sejumlah truk bantuan diturunkan untuk mengurai para penumpang pesawat itu.

Dua hari berselang, tepatnya Senin (13/1/20) pagi, Bendungan Benanga, Lempake, terpantau mengalami kenaikan debit air. Berdasarkan hasil monitor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, ketinggian debit air di bendungan itu telah mencapai 80 centimeter dan memasuki status siaga.

hujan deras samarinda
Petugas berwenang melakukan penutupan pada jalur pejalan kaki di Bendungan Benanga karena telah berstatus siaga (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Sekretaris BPBD Samarinda Hendra AH menjelaskan, beberapa waktu sebelumnya ketinggian debit air masih dalam keadaan normal. Namun setelah mendapat kiriman air dari wilayah Sungai Siring, Kecamatan Sempaja Utara pada Senin (13/1/20) siang, keadaan tinggi muka air (TMA) semakin mengkhawatirkan.

“Tadi dipantau di lapangan ketinggian mencapai 82 sentimeter,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Status siaga Bendungan Benanga sendiri diketahui berdasarkan meteran air yang terpasang di pintu keluar. Ada tiga kategori yang tertera di pintu itu, warna hijau dengan ketinggian 0 sampai 90 sentimeter berada di status waspada. Sedangkan 0 sampai 90 sentimeter berikutnya berada di warna kuning dengan status siaga. Terakhir, warna merah dengan perhitungan yang sama, masuk dalam status awas.

Meski terus mengalami kenaikan, namun lanjut Hendra, penurunan air bisa dengan signifikan apabila perairan Sungai Mahakam yang terhubung melalui Sungai Karang Mumus (SKM) tidak mengalami kondisi pasang.

“Kondisi Sungai Mahakam dan Karang Mumus normal, jadi air bisa dengan lancar turun,” imbuhnya.

Untuk titik banjir sendiri masih di beberapa wilayah langganan. Sebut saja Bengkuring dan Griya Mukti. Meski masih terpantau cukup aman, namun BPBD sendiri sudah bersiap dengan semua kemungkinan terburuknya. Yakni mendirikan sejumlah posko di lokasi rawan, hingga menyiapkan beberapa unit perahu karet yang saat ini telah disiagakan di wilayah Pampang.

“Posko ada satu di Bengkuring. Perahu karet di Bengkuring ada 2 unit dan Pampang ada 3 unit. Kami pun akan memantau 24 jam di Bendungan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Balai Wilayah Sungai (OP BWS) III Kaltim Kalpin Nur mengabarkan, hasil pantauan di lokasi TMA Bendungan Benanga, sekitar pukul 13.00 Wita, ketinggian air telah mencapai 87 centimeter. Dia pun mengimbau agar warga Samarinda mulai siaga banjir.

“Sekarang ini sudah masuk status siaga,” tuturnya.

Dikatakan Kalpin, kenaikan debit air ini tidak hanya berdampak dari curah air hujan saja. Tapi dari pantauannya ada dua jenis air mengalir di bagian hulu Bendungan Benanga tersebut. Hal itu terlihat dari warna yang terbagi dua, ada yang keruh dan jernih. Sehingga dikatakannya ada kemungkinan kenaikan debit air yang terjadi di Bendungan Benanga bukan sepenuhnya karena curah hujan yang begitu intens.

“Kami sudah pantau menggunakan drone dan memang warna air berbeda itu berasal dari hulu bendungan. Selanjutnya kami akan koordinasikan hal ini kepada pihak terkait dan tetap fokus untuk pemantauan dan siaga banjir,” tandasnya.

Debit Air Mulai Menyentuh Status Awas

MAHYUNADI

Kondisi TMA di Bendungan Benanga terus mengalami kenaikan. Teranyar, BWS III Kaltim, menganalisis dengan status TMA di posisi 89 sentimeter, yang mana beberapa sentimeter berikutnya status akan meningkat menjadi awas. Dengan begitu, diketahui jumlah debit air yang keluar dari atas permukaan waduk berkisar 45 meter per kubik per detik.

Diakui, Kepala BWS III Kaltim Anang Muklis, bahwa tinggi debit ini lebih besar dibandingkan pada banjir di Juni 2019 silam. Jika pada musibah banjir di 2019 lalu ketinggian TMA berada di angka 79 sentimeter. Karena, permukaan atas debitnya tinggi. Ditambah, bagian bawah Waduk Benanga yakni anak-anak sungai berada di kondisi pasang dalam.

“Karena anak-anak sungai lagi pasang dalam jadi banjir besar. Kalau ini memang ada banjir, tetapi tidak terlalu besar,” jelasnya.

“Ya berdoa saja tidak hujan sama air sungai tidak pasang dalam saja,” sambung Anang.

Pihaknya pun berharap agar masyarakat tidak perlu resah. Kendati kondisi TMA berstatus siaga. Artinya, hanya permukaan atas Waduk Benanga saja yang tinggi.

“Kalau ada hujan lokal menyebabkan anak SKM meluap, nah itu bisa banjir besar. Karena pertemuan atas dan bawah Waduk Benanga,” ungkapnya.

Tambahnya, meskipun debit air Waduk Benanga mengalir ke SKM sekitar 35-45 meter per kubik, tidak akan berdampak pada banjir besar. Dengan catatan jika anak sungai tidak mengalami kondisi pasang.

“Ya, kalau pun ada pasang kemungkinan kecil juga tak ada banjir besar,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close