Hard NewsHukum

Dua Hari Mengeluh Sakit, Pria 37 Tahun di Samarinda Meninggal dengan Keadaan Telah Membusuk

pria telah membusuk
Jenazah Sofyan yang telah membiru ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya, Kamis malam (9/7/20). (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Warga Jalan AM Sangaji, Gang 19, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, digegerkan dengan adanya penemuan mayat seorang pria yang sudah mulai membusuk pada saat menjelang salat isya, Kamis (9/7/20) malam.

baca juga: Mantan Anggota DPRD Kaltim Hermanto Dituntut 4 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi

Jenazah yang sudah mengeluarkan aroma busuk itu, diketahui bernama Sofyan (37). Oleh warga setempat menyebutkan, sebelum Sofyan ditemukan meninggal, 2 hari sebelumnya sempat mengeluhkan sakit dan terakhir terlihat pada  Selasa (7/7/20).

Menurut keterangan tetangganya, bernama Jaenul (37), awal mula penemuan jenazah itu saat ia mencium aroma tak sedap merebak dari balik pintu kediaman Sofyan yang memang diketahui tinggal sebatang kara.

Selain aroma tak sedap, lampu kediamannya yang biasa nyala ketika itu terlihat padam. Lantaran penasaran Jaenul kemudian memanggil ketua RT 11 setempat dan coba memanggil Sofyan. Karena tak mendapatkan jawaban akhirnya pintu pun didobrak.

“Kaget pas liat, ternyata kondisinya sudah meninggal gitu,” ungkapnya.

Dikatakan Jaenul, saat terakhir terlihat Sofyan mengaku memang telah mengidap sakit jantung dan asma. Ditambah saat itu Sofyan mengaku tak enak badan hingga akhirnya mengurung diri di rumah.

“Katanya sih dia memang sakit gitu. Di sini tinggal sendiri, enggak ada anak sama istrinya,” imbuhnya.

Terpisah, Babinkamtibmas Kelurahan Bandara, Bripka Achmad Suadi menuturkan, pihaknya pertama kali mendapat laporan penemuan mayat pada pukul 19.30 Wita dan segera bergegas menuju lokasi tersebut.

“Tadi sudah ada keluarganya datang, dan jenazah telah dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie,” tuturnya.

Jenazah Sofyan dievakuasi oleh tim Inafis Polres Samarinda bersama sejumlah relawan. Prosesnya pun tetap menggunakan alat pelindungan diri (APD) sesuai protokol Covid-19 karena kondisi sekarang masih berada di tengah wabah pandemi.

“Tadi kami arahkan keluarga korban untuk ke Polsek Sungai Pinang membuat surat keterangan, apakah jenazah akan di autopsi atau tidak nanti tergantung keputusan keluarga di kantor,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close