Advetorial

Dua Siswa SMA Yabis Wakili Bontang di Perlombaan PAI Tingkat Nasional

Tahun ini, SMA Yabis Bontang kembali sukses mengirimkan perwakilannya pada lomba PAI tingkat nasional untuk cabang lomba CCQ dan pidato. (Yabis for Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Dari tahun ke tahun, Yayasan Pembinaan Islam (Yabis) Bontang selalu konsisten melahirkan anak didik berprestasi. Tahun ini misalnya, Yabis Bontang kembali mengirim dua orang siswanya pada perlombaan Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat nasional.

Kedua pelajar berprestasi itu adalah Muhammad Iqbal Wi’an dan Filzah Syakirah. Nantinya, Iqbal akan mengikuti lomba Cerdas Cermat Quran (CCQ) bersama kedua rekannya yang lain. Iqbal akan menjadi perwakilan Bontang dan Kaltim pada perlombaan tersebut di tingkat nasional.

Sedangkan Filzah akan mewakili Bontang dan juga Kaltim pada perlombaan pidato. Sebelum mewakili Bontang dan Kaltim di nasional, baik Iqbal dan Filzah sudah terlebih dahulu mengukir prestasi masing-masing sebagai juara pertama pada lomba CCQ dan pidato tingkat Kota Bontang dan Provinsi Kaltim.

Wakil Kepala SMA Yabis Bontang Abdul Azis mengatakan, keikutsertaan Yabis dalam perlombaan PAI hampir setiap tahunnya. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri tatkala para murid dari lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak 18 Oktober 1986 itu, selalu tampil gemilang dengan menjadi juara di berbagai tingkat perlombaan.

“Alhamdulillah, tahun ini ada dua siswa SMA Yabis yang mewakili Bontang dan Kaltim di tingkat nasional pada perlombaan PAI. Dari beberapa kategori lomba yang ada, alhamdulillah, dua siswa kami bisa mengikuti mata lomba CCQ dan pidato,” kata dia, Jumat (20/9/19).

Pembinaan berkelanjutan menjadi salah satu kunci atas keberhasilan Yabis Bontang menelurkan para siswa berprestasi di berbagai bidang. Selain karena memang Yabis sudah mempunyai para guru pembina yang sudah ahli di bidangnya masing-masing.

“Hampir di setiap perlombaan PAI tingkat nasional, kami selalu masuk lima besar. Sebelumnya, alhamdulillah, ada murid kami yang bahkan masuk juara tiga tingkat nasional,” ungkapnya.

Kesuksesan dan keberhasilan Yabis mencetak para siswa berprestasi, tidak lepas dari pendidikan dan pelatihan berjenjang yang dilaksanakan di tempat tersebut. Sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan muamalah, pendalaman dan penghafalan Alquran selalu jadi pondasi utama.

“Kami memiliki guru dan pelatih berstandar nasional bahkan internasional. Mereka ini yang memberikan pelatihan dan pembinaan rutin. Dan salah satu syarat dari siswa kami mengikuti lomba, mereka harus bisa baca dan hafal Quran. Hafalannya minimal 5 juz,” katanya.

Seperti halnya Muhammad Iqbal yang mengikuti perlombaan CCQ IPA, diketahui sudah memiliki hafalan Quran sebanyak 20 juz. Bacaan dan hafalan yang baik menjadi penilaian utama dalam perlombaan.

“Pemerintah Bontang selalu meminta kami ikut lomba IPA, baik tingkat kecamatan dan kota. Lomba PAI memang menjadi unggulan di Yabis. Saat siswa masuk ke sini, selalu ada tes bacaan Quran. Dari situ kami melihat kemampuan setiap siswa,” tuturnya.

Sebelum Muhammad Iqbal dan Filzah turun pada perlombaan, mereka akan terlebih dahulu mendapatkan pembinaan khusus. Baik untuk memperdalam wawasan keagamaan maupun bacaan Quran. Sehingga saat lomba, mereka tidak lagi takut dan khawatir.

“Kalau seperti pidato, kami buatkan naskahnya. Di dalamnya banyak memuat isi Alquran dan hadis. Begitu juga dengan lomba CCQ, kami perdalam dan perbanyak wawasan ilmu keagamaan,” sebutnya.

Abdul Aziz memiliki keyakinan, jika anak didiknya dapat mengukir prestasi gemilang pada perlombaan IPA tingkat nasional. Pembinaan dan berbagai pelatihan terkait mata lomba yang akan diikuti Iqbal dan Filzah juga sudah diberikan semua.

“Walau lawannya ada para juara di provinsi lain, kami optimis anak didik kami mampu memberikan yang terbaik. Kami sudah melatih semaksimal yang kami bisa dan berdoa. Kalah dan menang, kami serahkan pada Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Harap Dukungan Para Orang Tua

Dua pelajar SMA Yabis Bontang juga akan turun pada Kejurprov Kaltim cabang olahraga belaja diri atau tarung derajat. (Yabis for Akurasi.id)

Selain pembinaan dan pelatihan berkala dari sekolah, Abdul Azis tetap mengharapkan peran serta dari para orang tua murid untuk membantu mendidik anak-anak mereka. Antara pendidikan yang didapatkan siswa di sekolah dengan yang mereka peroleh di lingkungan keluarga harus berjalan seiring.

“Pembinaan lewat orang tua tentu sangat kami harapkan. Kalau orang tua tidak mendukung, tentu akan sangat sulit mencapai tujuan pendidikan yang sudah kami buat. Apalagi pembinaan untuk siswa yang mengikuti lomba butuh waktu ekstra. Bisa dari pagi sampai sore,” katanya.

Namun sejauh ini, Azis cukup bersyukur, baik pembinaan yang dilakukan di sekolah dan yang diperoleh setiap anak di lingkungan keluarga, hampir semuanya berjalan seiring. “Alhamdulillah, semua orang tua mendukung agar anak-anaknya memiliki wawasan luas dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” sebutnya.

Gali Bakat Anak di Berbagai Bidang

Selain menggali kemampuan anak di bidang pendidikan keagamaan, Yabis Bontang juga tidak melupakan potensi setiap anak di bidang lainnya. Misalnya saja di bidang olahraga. Terbaru, dua siswa Yabis diketahui terlibat dalam Kejuaraan Kota (Kejutkot) Bontang Cabang Olahraga Tarung Derajat.

Kedua pelajar Yabis yang turun pada kelas tersebut yakni Umar Shiddiq dan Akmal Fadli. Para siswa yang masih duduk di bangku kelas XII itu, bakal mewakili Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bontang pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltim mendatang.

“Semua potensi dan bakat yang dimiliki siswa, semaksimal mungkin coba kami gali. Tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di bidang lainnya. Setiap anak kami berikan pelatihan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki,” tandasnya. (*)

Penulis: Hermawan
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (4 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close