Corak

Dukcapil Go Digital Permudah Masyarakat

Dukcapil Go Digital Permudah Masyarakat
Kepala Disdukcapil Kutim, Januar Harlian Putra Lembang Alam. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) akan menerapkan layanan “Dukcapil Go Digital”. Program tersebut dinilai mempermudah masyarakat. Dalam pelaksanaannya, setiap orang hanya diminta tanda tangan di berkas kependudukan digital dalam bentuk kode batang atau barcode.

Kepala Disdukcapil Kutim, Januar HPLA menjelaskan, cara baru pelayanan tersebut sangat tepat untuk melayani masyarakat di era milenial.

Kata dia, Direktorat Jendral (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah memiliki 14 kebijakan untuk menjalankan program digital. Antara lain proses pembuatan e-KTP tanpa pengantar, proses pindah tanpa surat pengantar RT/RW, hingga surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) sebagai pengganti status pernikahan.

“Sekarang telah memasuki kebijakan yang ke-11. Di era digital ini Dirjen Dukcapil mengeluarkan kebijakan Dukcapil Go Digital,” kata Januar kepada Akurasi.id saat ditemui di kantornya, Jumat (15/2/19).

Semua pelayanan Disdukcapil seperti pembuatan Kartu Keluarga (KK), perubahan KK, surat pindah, akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan akan dilayani secara digital. Sejumlah layanan tersebut dapat diakses lewat smartphone melalui aplikasi yang akan disediakan pemerintah.

Dukcapil Go Digital Permudah Masyarakat
Contoh website Disdukcapil Kutim untuk melayani masyarakat membuat akta lahir online. (istimewa)

“Dukcapil Go Digital ini akan memudahkan masyarakat agar mengurangi tingkat kekeliruan. Juga (upaya menghindari) gratifikasi, pemerasan, dan pungli. Karena layanan ini tidak terlalu banyak mempertemukan pemohon dan petugas,” jelasnya.

Dia menyebut, saat seseorang ingin mengurus administrasi di Disdukcapil, pelayanan tidak lagi melewati jalur yang panjang.

“Nanti sudah tidak lagi tanda tangan basah. Cukup (membawa) persyaratan yang mau diajukan. (Persyaratannya) harus asli.  Kemudian difoto. Misalnya membuat akta kelahiran. Biasanya diminta surat keterangan lahir dari rumah sakit, Puskesmas atau bidan, KTP, dan KK yang asli. Selanjutnya difoto. Itu menjadi kelengkapan untuk dikirim ke Disdukcapil melalui website Kemendagri. Terus ditujukan kepada Disdukcapil Kutim,” terangnya.

Sistem tersebut menerapkan tanda tangan digital. Menurut Januar, tidak ada lagi hambatan lokasi pelayanan administarasi kependudukan. Semuanya dapat dilakukan secara digital.

“Apabila sudah dikonfirmasi oleh operator atau kepala seksi, mereka akan mengirim ke saya melalui chatting,” terangnya.

Pelaksanaan program tersebut masih menunggu persiapan server dan petugas analis data base (ADB). Petugasnya sedang menunggu pelatihan dari pemerintah pusat.

ADB akan menjadi pemegang kunci server. Setelah itu, petugas tersebut bakal mempelajari dan mengelola aplikasi yang direkomendasikan pemerintah pusat.

“(Pelaksanaan) secara digital, kami sudah siap. Kami harap tahun ini bisa menerapkannya. Tentunya setelah Bimtek (bimbingan teknis) ADB,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin 

4.7/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close