CorakKesehatan

Edukasi Bahaya Kehamilan Ektopik, GHC Sosialisasi ke Mahasiswa hingga Pelajar

Para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam GHC Kaltim mengadakan seminar tentang bahaya kehamilan di luar kandungan, Sabtu (5/10/19). (Muhammad Aris/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Tidak banyak lembaga yang benar-benar memiliki konsentrasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran perlindungan kesehatan sejak dini sebagaimana yang dilakukan Global Healt Center (GHC) Kaltim.

Lembaga yang berdiri sejak 2015 lalu itu bisa dikatakan lahir sebagai wadah mengedukasi kesehatan masyarakat. Misalnya saja, Sabtu (5/10/19), GHC secara khusus menggelar kegiatan seminar tentang updet penanganan kegawatdaruratan serta manajemen nutrisi pada pasien dengan kehamilan ektopik terganggu.

Bertempat di gedung Korpri Kaltim, Jalan Bhayangkara, Samarinda, pengurus GHC mengundang ratusan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat untuk mengikuti acara seminar dan diskusi kesehatan tentang bahaya kehamilan ektopik terganggu (kehamilan di luar janin).

Mahasiswa dan pelajar pada acara itu sengaja diberikan ruang oleh GHC Kaltim, tujuannya tidak lain untuk membantu memasifkan sosialisasi bahaya hubungan seks bebas bagi seseorang atau pasangan suami istri yang dapat berisiko terhadap kehamilan di luar kandungan.

Ketua Panitia Seminar Kesehatan GHC Kaltim Nikma Ibrahim menyampaikan, saat ini tidak banyak masyarakat yang tahu betapa berbahayanya kehamilan di luar janin bagi seorang ibu hamil. Atas alasan itu, GHC mencoba menginisiasi adanya kegiatan sosialisasi terkait itu.

“Acara ini adalah seminar umum untuk menyosialisasikan bahaya kehamilan di luar kandungan. Begitu juga dengan pentingnya nutrisi dan gizi yang baik bagi ibu hamil,” tutur dia.

Walau tidak memiliki angka statistik yang secara, Nikma mengaku, kasus kehamilan di luar kandungan di Kaltim terbilang cukup banyak. Jika tidak diberikan penanganan secara baik dan tepat, maka kehamilan di luar kandungan dapat menyebabkan risiko kematian bagi seorang perempuan.

“Di Kaltim sudah banyak ditemukan kasus ini. Karena risiko kehamilan di luar kandungan ini cukup tinggi, makanya kami berinisiasi menggelar seminar yang membahas tentang itu. Mereka yang terlibat pada acara ini, bukan hanya mahasiswa dan pelajar, tetapi juga masyarakat umum,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur GHC Kaltim Said Ridwan Assegaf menyebutkan, lembaga tempat dia bernaung memang didirikan untuk menjadi wadah pelatihan dan peningkatan mutu kesehatan. Selain seminar, kegiatan penyuluhan kepada masyarakat juga sering dilakukan.

“Memang mayoritas teman-teman di GHC  ini adalah tenaga kesehatan. Tetapi ada juga dari latar belakang ilmu hukum dan agrobisnis. Tidak hanya mahasiswa yang tergabung di GHC, tetapi ada juga dari pelajar dan masyarakat umum,” kata mahasiswa Poltekkes ini.

Ke depan, GHC berencana untuk lebih fokus melakukan kegiatan penyuluhan di masyarakat. Misalnya untuk menyosialisasikan bahaya kehamilan di luar rahim, pentingnya gizi dan nutri yang baik bagi ibu hamil, atau kegiatan lainnya tentang kesehatan.

“Saat ini, kegiatan seminar memang masih kami fokuskan untuk menambah wawasan pelajar atau mahasiswa kesehatan. Lewat mereka, kami berharap bisa menjadi jembatan untuk menyosialisasikan ke masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (1 Review)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close